5 Langkah Praktis Memulai Bisnis Frozen Food; Usaha yang Makin Digandrungi di Masa Pandemi,

cara bisnis frozen food

Selama pandemi berlangsung banyak orang yang lebih memilih men-stock makanan di rumah agar tak sering-sering keluar untuk berbelanja. Kirim-kiriman bingkisan berupa makanan pun sekarang juga menjadi hal yang lumrah dilakukan untuk menunjukkan kepedulian. Makanya makanan kering atau justru beku kini menjadi primadona bagi orang-orang. Pasalnya makanan jenis ini bisa disimpan dalam waktu yang cukup lama untuk kategori makanan dan cara masaknya sangat praktis, biasanya tinggal digoreng, dipanggang, atau bahkan dihangatkan saja.

Advertisement

Melihat peluang ini, kamu bisa juga lo memulai bisnis berjualan frozen food yang bisa dilakukan dari rumah saja dan bersiap mendapatkan omzet yang menggiurkan jika ditekuni dengan sungguh-sungguh. Akan tetapi, hanya jika kamu memerhatikan beberapa hal di bawah ini. Simak yuk bersama!

1. Meski ada banyak sekali jenis makanan beku, namun ternyata menjual semuanya justru bukan pilihan yang baik lo

Pilih salah satu/ Credit: ESM Magazine via www.esmmagazine.com

Langkah pertama yang mesti diambil adalah menentukan jenis makanan beku apa yang ingin kamu jual. Alih-alih memilih segala jenis makanan mulai dari bakso hingga sayuran lebih baik kamu memilih salah satu saja yang menjadi favorit pasar. Makanya, sebelumnya kamu bisa melakukan riset kecil-kecilan seperti apa yang biasanya dibeli oleh teman-teman atau orang yang kamu tahu. Seiring berjalannnya waktu baru bisa mencoba untuk perlahan-lahan berinovasi dan mengembangkan ke makanan lainnya. Kalau nggak punya modal banyak, jangan sedih. Sekarang ada banyak lo, sistem penjualan reseller yang bisa kamu manfaatkan. Jadi kamu tinggal menjual produk yang sudah punya penggemar dan teruji di pasaran.

2. Lalu kamu mungkin penasaran berapa modal yang dibutuhkan untuk usaha yang satu ini, nyatanya kamu tetap harus investasi di awal

Beli freezer/ Credit: Food Industry Executive via foodindustryexecutive.com

Mengapa investasi? Karena kamu perlu membeli sebuah freezer untuk menyimpan makananmu jika belum memilikinya atau kapasitas freezer yang kamu miliki cukup terbatas. Harganya biasanya sekitar Rp2.000.000,00 namun jika kamu konsisten dengan bisnis ini maka bisa saja balik modal dalam waktu yang tak begitu lama. Selain freezer, kamu juga membutuhkan uang untuk membeli bahan baku, bahan bakar jika butuh memasak, dan kemasan tergantung seperti apa kamu ingin menjualnya. Namun biasanya yang paling umum dari kemasan makanan beku adalah packaging anti udara. Ini tentu opsional karena jika masih kecil-kecilan, kamu cukup memanfaatkan ruang di kulkas yang sudah ada di rumahmu.

Advertisement

3. Kemasan kini bukan hanya menjadi nilai plus untuk produkmu lo, tapi menjadi salah satu pertimbangan orang ingin membeli

Kemasan juga penting/ Credit: Fancy Fara via www.olx.co.id

Bukan berarti kamu harus membuat kemasan ini dari bahan-bahan yang mahal. Kamu hanya perlu membuat desain yang rapi dan enak dilihat untuk membuat produkmu naik kelas. Selain itu, kamu bisa menaruh nama usaha hingga kontak sehingga saat pembeli menunjukkan ke orang lain, brand awareness akan naik. Ssst, jangan lupakan juga fakta bahwa kemasan yang lucu akan membuat pembeli lebih percaya diri untuk mengunggah produkmu ke media sosial.

Selain itu, kamu mungkin beberapa kali mendengar pembeli yang mengucapkan terima kasih karena plester wadah produk yang memudahkan untuk dibuka. Kemudahan ini menjadi salah satu yang bisa digunakan untuk menaikkan kepuasan pembeli yang bisa kamu terapkan di kemasan produkmu.

4. Sudah rahasia umum bahwa media sosial kini menjadi platform untuk mempromosikan produkmu dengan murah meriah

Cekrek upload/ Credit: Tribunnews via travel.tribunnews.com

Tak harus menggunakan layanan promosi sungguhan yang membuatmu harus membayar tapi kamu bisa memanfaatkannya untuk promosi melalui akunmu sendiri. Pun, kamu juga bisa meminta bantuan teman-temanmu agar para pengikut mereka juga bisa tertarik sehingga pasarmu semakin meluas. Biasanya promosi melalui mulut ke mulut ini lebih efektif karena artinya orang tersebut sudah mencicipi produkmu yang membuat kepercayaan orang lain akan meningkat.

Advertisement

5. Kamu memerlukan pemasok tetap agar tak bingung ke mana saat butuh stock. Jika membuat makanan sendiri maka kamu juga bisa menerapkan sistem reseller

Sistem reseller/ Credit: Klik Dokter via www.klikdokter.com

Sering kehabisan stock akan mengecewakan pelanggan sehingga jika kamu biasanya mendapatkan produk dari pemasok maka kamu perlu memiliki pemasok tetap yang siap sedia saat kamu membutuhkan produknya. Selain itu, jika makanan beku tersebut adalah buatanmu sendiri maka tak ada salahnya untuk menitipkan di super market namun biasanya ada hitungan bagi hasil. Agar lebih mudah, kamu bisa menerapkan sistem reseller yang mana mereka bisa menentukan sendiri harga jualnya. Jika memang produkmu favorit dijamin reseller akan berdatangan deh.

Menjual frozen food mungkin menjadi bisnis yang menjanjikan di kala pandemi ini, namun jangan lupa kamu tetap perlu menyusun strategi bisnismu agar nggak mandeg di tengah jalan. Agar tak repot COD, kamu juga bisa lo memanfaatkan jasa pengiriman ojek online untuk sekaligus membagi rezeki dengan mereka. Namun, perhitungkan juga siapa yang akan membayar ongkos kirim tersebut. Selamat berjualan dan semoga sukses ya!

xx
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE