Peran Maskot Perusahaan dalam Branding. Sst, Ternyata Jadi Elemen Penting dalam Marketing!

maskot dalam branding

Saat menonton drama Korea, kamu mungkin akan sering melihat para pemerannya mengambil pekerjaan sampingan menjadi maskot sebuah toko mengenakan pakaian-pakaian yang lucu sambil memasarkan produk. Pindah ke dunia nyata, mungkin kamu juga nggak asing dengan merek smartphone yang beberapa kali ulah maskotnya sempat viral di media sosial. Dua hal tersebut menunjukkan bahwa ternyata masih banyak yang menggunakan maskot untuk strategi marketing brand mereka.

Walau kadang terkesan tak begitu penting dan cuma terkesan lucu-lucuan saja, namun ternyata maskot memiliki peran penting dalam usaha untuk memperkenalkan brand lo. Mungkin kamu bisa nih mulai mempertimbangkannya dari sekarang. Begini penjelasannya!

ADVERTISEMENTS

Maskot bisa dikatakan sebagai sosok yang mewakili wajah perusahaan sehingga biasanya dipilih karakter yang sesuai dengan nilai yang dibawa brand

Istilah maskot berasal dari bahasa Perancis mascotte yang berarti benda yang membawa keberuntungan. Seiring berjalannya waktu, maskot kerap dijadikan sebagai simbol perwakilan sebuah brand atau perusahaan yang berbentuk karakter seperti sosok manusia, hewan, atau makluk lainnya yang dianggap membawa energi positif dan memiliki nilai yang sejalan dengan perusahaan.

Kehadiran sosok maskot sekaligus menjadi wajah bagi seluruh bagian perusahaan di level yang lebih personal serta menjadi pembeda dengan brand lainnya. Makanya penting untuk memilih sosok dengan karakter yang cocok dengan sifat yang ingin ditonjolkan oleh perusahaan.

ADVERTISEMENTS

Maskot berwujud sosok yang berbeda dari manusia akan meningkatkan koneksi yang lebih kuat antara pelanggan dengan produk

Seperti yang sudah disebutkan, maskot memiliki level yang lebih personal serta terasa dekat dan ramah sehingga lebih mudah untuk menghubungkan antara pelanggan dan produk. Hal ini akan menciptakan adanya komunikasi dan interaksi yang lebih luwes serta lebih fun daripada tidak ada maskot sama sekali. Orang-orang akan menganggap bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan sosok yang menyenangkan alih-alih dengan sebuah perusahaan yang serius dengan birokrasi yang rumit.

ADVERTISEMENTS

Ia tak hanya digambarkan sebagai sosok yang memakai kostum di kehidupan nyata namun juga digunakan sebagai perwakilan di media sosial

Ketika membicarakan maskot mungkin kita langsung berpikir dengan sosok yang mengenakan kostum serta membagikan selebaran di jalan. Akan tetapi, kini maskot juga digunakan sebagai wajah dari media sosial yang dikelola brand. Dilansir dari laman Entrepreneur ternyata beberapa brand yang menggunakan maskot memiliki engagement yang lebih tinggi, misalnya konten The Nesquick yang menggunakan kelinci dibagikan 51% lebih banyak, konten peri Kleeber dibagikan lebih banyak 203%, dan dan konten Tony si Harimau milik Froster Flakes dibagikan 279%  lebih banyak daripada brand dengan gambar non-karakter. Maskot ini bisa ditambahkan ke dalam konten berbentuk  meme, info produk, atau bahkan kutipan untuk membuatnya lebih fun.

ADVERTISEMENTS

Terakhir, kamu juga bisa memilih maskot untuk merekmu sendiri namun harus dengan pertimbangan yang cukup hati-hati

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu ikuti untuk memilih sebuah maskot:

  • Sebelumnya kamu harus melihat kembali nilai, visi, dan misi yang ingin dibawa oleh perusahaanmu dengan berbagai kata sifat untuk mengidentifikasi kira-kira sosok seperti apa yang memiliki karakter serupa.
  • Tak hanya secara nilai, kamu juga perlu membuat rencana strategi visual untuk mendapat gambaran akan digunakan di mana saja maskot tersebut. Jika misalnya konten media sosial sudah berjalan dengan tema tertentu maka maskotmu bisa disesuaikan.
  • Tak hanya gambaran sosoknya namun detail seperti pose, outfit, dan emosinya juga harus dipikirkan.
  • Jika semuanya sudah dipikirkan matang-matang maka kamu bisa mulai menggandeng desainer untuk membuat sebuah maskot yang original.

Nah, jadi ternyata maskot bukan hanya mereka yang menggunakan kostum boneka di dekat toko saja ya tapi juga perwakilan perusahaan yang bisa digunakan juga untuk branding di media sosial untuk membuat interaksi dengan pelanggan lebih menyenangkan.

Untukmu yang saat ini ingin atau sedang merintis usaha, gabung yuk sama komunitas UMKM #KitaMulaiBersama! Daftar di bit.ly/MILISKMB  untuk berlangganan newsletter supaya nggak ketinggalan info berisi konten dan event menarik seputar kewirausahaan dan pengembangan UMKM.

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An avid reader and bookshop lover.