Mengubah Sikap Konsumtif menjadi Peluang Bisnis. Bukan Mustahil Kok Belanja Jadi Cuan

Konsumtif jadi Bisnis

Kalau dengar sikap konsumtif, bisa jadi yang muncul di pikiran kita adalah hal-hal negatif. Mulai dari kurangnya pengendalian diri, hasrat membeli sesuatu yang seringkali tak perlu, hingga kerelaan untuk mencari pinjaman uang demi membeli barang yang diidam-idamkan. Apalagi saat ini begitu banyak marketplace, online shop, dan kemudahan-kemudahan lain yang bisa memicu kita untuk bersikap konsumtif.

Namun, nggak selamanya sikap konsumtif ini selalu buruk, kok. Dengan cara-cara tertentu, meski kita belanja sesuatu, kita bisa mencari keuntungan lewat hal itu. Bahkan, berawal dari sikap konsumtif, kamu bisa saja membuka usaha yang kamu impikan.

Konsumtif boleh saja selama kamu bisa mengamankan kebutuhan yang lain, termasuk investasi dan tabungan

Selama tabungan dan investasi aman nggak masalah (foto: cottonbro) via www.pexels.com

Dalam hidup kita, ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Mulai dari kebutuhan harian yaitu sandang, pangan, papan, dan pritilan-pritilannya, sampai kebutuhan untuk mengamankan masa depan, yaitu lewat tabungan dan investasi. Jadi, selama kamu bisa mengelola keuangan, yang artinya kamu tetap bisa produktif dengan menabung dan berinvestasi, tak apa menyisihkan uang untuk membeli ini itu yang kamu sukai. Toh, kita kerja keras juga perlu dinikmati, asalkan nggak berlebihan dan nggak bikin keuangan keteteran.

Membeli barang-barang sesuai hobi nggak pernah sia-sia, kok. Bahkan itu bisa jadi langkah awal membangun usaha

Perlengkapan membuat kopi di rumah bisa jadi modal usaha (foto: jcomp) via www.freepik.com

“Ngapain sih beli motor baru? Yang lama kan masih bisa dipake?”
“Ngapain juga beli makeup sebanyak itu? Lipstick sampe punya 5 warna, emangnya mau dipake semua?”
“Beli alat bikin kopi sebanyak itu buat apa sih? Kenapa nggak beli kopi
sachet-an aja?”

Setiap orang memiliki hobi masing-masing. Terkadang, ada orang yang rela mengeluarkan uang lebih untuk membeli sesuatu yang sesuai dengan hobinya. Apakah hal ini salah? Tergantung juga. Karena sebuah hobi punya peluang besar untuk menghasilkan sesuatu jika dilakukan dengan serius.

Misalnya, kamu seorang penyuka kopi yang rela mengeluarkan uang demi membuat kopi yang enak. Mulai dari grinder, moka pot, french press, hingga aero press kamu punya semua. Namun, dari kesukaanmu pada kopi, kamu berpikir untuk membuka kedai kopi kecil rumahan. Diawali dengan pesanan online dari kawan-kawan, siapa tahu suatu saat kedai kopimu jadi kafe besar. Ya, ‘kan?

Atau mungkin kamu seorang penyuka dandan? Rasanya gatal sekali kalau melihat brand makeup favorit mengeluarkan varian makeup baru. Kamu sering diprotes karena sikap konsumtifmu ini. Namun, kecintaanmu pada dandan membuatmu terpacu untuk belajar teknik makeup lebih serius. Pada akhirnya, kamu bisa menyalurkan hobi beli makeup dengan menjadi makeup artist serta mendapatkan penghasilan. Senang bukan bila mendapatkan penghasilan dari sesuatu yang kita sukai?

Kamu suka kulineran? Kenapa nggak menjadi food blogger yang me-review makanan-makanan yang kamu cicipi saja?

Hobi kulineran jadi food blogger (foto:RODNAE Productions) via www.pexels.com

Lalu bagaimana dengan kamu yang suka kulineran? Hobimu adalah scrolling layanan delivery untuk mencari makanan-makanan yang menarik hati. Dari hobi ini, kamu bisa menjadi food reviewer, lho. Kamu bisa membuat blog dan mengulas makanan-makanan yang kamu coba. Terutama bila kamu suka juga suka traveling, dan gembar berburu makanan lokal. Banyak, kok, orang yang mencari informasi tentang rekomendasi makanan seperti ini.

Dari blog itu, kamu bisa mendapatkan penghasilan melalui Google AdSense, lho. Atau yang lebih simpel, kamu bisa mengunggah foto-foto makanan dan review-mu di Instagram. Siapa tahu suatu saat kamu ditawari endorse! 😀

Nah, untukmu anak muda yang berencana membuka usaha, ikuti Inspira Webinar “Dare to Dream, Saatnya Memulai Usaha”

Inspira Webinar

Rasa suka bisa memicu seseorang untuk mencari tahu lebih lanjut dan terus belajar. Oleh karena itu, kesukaan seseorang kepada sesuatu seperti hobi, sebenarnya menyimpan sebuah potensi yang besar untuk menjadi sesuatu yang menguntungkan.

Dengan daya kreatif serta keberanian, kamu bisa mengubah sikap konsumtif itu menjadi langkah produktif. Asalkan kamu berani bermimpi serta mengambil langkah nyata untuk mewujudkannya. Salah satu caranya komitmen untuk terus belajar. Nah, untukmu yang sedang galau ingin buka usaha, yuk, ikutan Inspira Webinar “Dare to Dream, Saatnya Memulai Usaha”.

Di sana para pakar yang ahli di bidangnya akan berbagi inspirasi tentang keberanian untuk bermimpi dan mewujudkan usaha. Ini saatnya kamu menggali ilmu agar kamu bisa lebih berani lagi untuk memulai langkah demi usaha yang kamu idam-idamkan. Oh ya, kamu juga akan mendapatkan info terkait BRI Ceria, yang mungkin bisa menjadi solusi finansial efektif untuk mengubah sikap konsumtif menjadi produktif.

Inspira Webinar “Dare to Dream, Saatnya Memulai Usaha” menghadirkan tiga pembicara ahli, yaitu: Diana Rikasari (beauty blogger & entrepeneurs), Wibawa Prasetyawan (EVP Card and Digital Lending Division Bank BRI), Felita Elizabeth (Head of Business Intermediary PT Schroders Investment Management Indonesia), serta dimoderatori oleh presenter Nitia Anisa. Acara ini gratis, dan kamu akan mendapatkan E-Certificate, lho.

Inspira Webinar “Dare to Dream, Saatnya Memulai Usaha” akan diselenggarakan hari Kamis,12 November 2020 pukul 15.00 – 16.00. Acara ini merupakan kerjasama antara Young On Top, Hipwee, dan BRI Ceria. Yuk, registrasi melalui youngontop.com/webinarceria.

Selalu ada jalan untuk menjadi produktif dan mewujudkan mimpi dan usaha yang kamu inginkan. Termasuk lewat sikap yang katanya negatif ini. See you there, guys!

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.