Kalau ada tanggal yang ditunggu-tunggu oleh semua umat sedunia, itu adalah tanggal gajian. Setiap akhir bulan atau awal bulan, saldo rekening yang baru terisi bikin hati lega. Akhirnya kerja keras sebulan penuh terbayar juga.

Tapi tanggal gajian juga sering bikin dilema. Seringnya, karena tabungan sudah terisi, hasrat belanja pun ikut menggelora. Padahal kamu sudah berjanji ingin hidup sederhana agar tidak menyesal di hari tua. Segala pengeluaran kamu tekan serendah-rendahnya. Ujung-ujungnya karena terlalu pelit terhadap diri sendiri, kamu juga yang tersiksa.

Padahal, hidup sederhana tak harus menderita. Jika dilakukan dengan tepat dan cermat, kamu tetap bisa belanja sambil tetap hemat. Asal cara-cara ini kamu terapkan setiap mau berbelanja!

1. Hindari menyimpan semua uang cash di dompet. Selain membuatmu kena sindrom kaya dadakan, ini juga membuatmu ringan membelanjakan gaji untuk hal tak berguna

Atur pengeluaran dengan disiplin

Bagi uang gaji ke posko pengeluaran mingguan via www.kompasiana.com

Kesalahan yang umum dilakukan ketika baru gajian adalah menguras isi ATM dan menyimpan terlalu banyak cash di dalam dompet. Awalnya, kamu hanya ingin persiapan untuk keperluan-keperluan mendadak yang siapa tahu menghadangmu di jalan. Lama-lama kamu jadi nggak bisa lagi menentukan mana yang benar-benar mendadak atau hanya kamu karang-karang sendiri karena sedang bawa uang banyak.

Meski teknik ini jadul, coba kamu terapkan sistem pengeluaran mingguan. Disiplinkan dirimu untuk mengambil uang ke ATM hanya satu kali seminggu. Kemudian pisahkan uangmu dalam 3 amplop berbeda:

Amplop 1: Keperluan harian

Amplop 2: Keperluan dadakan

Amplop 3: Tabungan

Ke mana-mana, hanya “amplop keperluan harian” dan “amplop keperluan dadakan” yang kamu bawa di tas. Kalau kamu ingin belanja di luar kebutuhan pokok, kamu boleh menggunakan “amplop keperluan dadakan”. Tapi syaratnya, baru boleh belanja kalau selama seminggu isi amplop utuh tak digunakan. Hayo, bisa nggak?

2. Sebelum pergi berbelanja, tulis daftar kebutuhan dan keinginan. Agar kamu tahu, prioritas mana yang benar-benar harus didahulukan

Bedakan keinginan dan kebutuhan

Pandai-pandai membedakan keinginan dan kebutuhan via www.brandpointcontent.com

Penyakit kebanyakan orang ketika sedang pegang banyak uang adalah menganggap semua keinginan sebagai kebutuhan. Walau nggak penting-penting banget, setan di kuping sering membisiki kita dengan kalimat sederhana:

“Udah beli aja. Duit di rekening masih banyak!”

Kurang ajarnya, setan nggak mau ikut bertanggung jawab ketika tiba-tiba gajimu raib sia-sia. Untuk mengakalinya, gunakan prinsip matematika dasar: penjumlahan dan pengurangan. Hitung dengan mendetail semua kebutuhan yang harus kamu bayar dengan gajimu.

Pisahkan daftar kebutuhan dan keinginan, agar kamu tahu mana yang harus dituruti dan mana yang perlu ditahan. Menulis dan membuat daftar memang tidak akan menjaminmu tidak lapar mata, tapi setidaknya kamu jadi lebih bisa mengontrol dorongan belanja akibat hasrat impulsif semata.

3. Tempat menentukan prestasi. Untuk tetap bisa belanja puas dan hemat, dalam memilih tempat belanja kamu harus picky

Cermat memilih tempat belanja

Cermat memilih tempat belanja via youqueen.com

“Beb, temenin shopping yuk. Mau cari jogger pants di butik X”

“Yakin mau di sana? Jogger pants di sana sama di toko Z barangnya sama, harganya beda jauh tauuu.”

Berbelanja di tempat fancy seperti butik dan mall memang menyenangkan. Selain display apik yang menyejukkan mata, pendingin ruangan yang selalu menyala juga membuat penat berjalan-jalan hunting barang seharian jadi daya tarik yang susah ditolak. Tapi selalu ada harga untuk sebuah kenyamanan. Barang-barang yang ditawarkan di tempat yang elit harganya pasti lebih mahal.

Kalau memang niatmu membeli barang, mulailah singkirkan keinginan untuk cuci mata. Lebih baik belanja di pasar grosiran atau toko kecil saja. Brand nggak terkenal nggak apa-apa, toh yang penting barangnya bisa kamu bawa pulang ‘kan?

Lagipula, kalau kamu belanja di mall dan perut jadi lapar, otomatis nanti pengeluaran bertambah untuk makan di restoran yang mahal. Pulang-pulang nanti kamu malah menyesal.

4. Percayakah kamu kalau belanja online bisa menyelamatkan saldo rekeningmu dari jeritan akhir bulan?

sdfd

Belanja online itu lebih murah, kok! via spirit.web.id

Saat ini, sudah banyak toko online yang berkualitas dan terpercaya. Harga yang mereka berikan biasanya lebih rendah dari harga yang ada di pasaran. Koleksi lengkap yang mereka tawarkan bisa memberimu banyak pilihan sesuai dengan budget yang kamu tetapkan. Selain itu, cukup duduk manis dan scrolling hape, kamu sudah bisa membandingkan harga. Walau tak terlalu jauh bedanya, tapi percayalah kebiasaan berbelanja online akan membantumu hidup hemat.

Misalnya,

Harga sepatu di Toko A = Rp 100.000

Harga sepatu di Toko B = Rp 96.000

Memang bedanya hanya Rp 4 ribu. Tapi kalau kamu beli banyak item bareng 5 teman biar ongkos kirimnya murah, kalian sudah berhemat Rp 4 ribu x 5 = Rp 20 ribu! Lumayan kaaan?

Kalau murah, pas bayar juga hati rasanya enteng. Tinggal pakai e-Banking BRI aja yang mudah dan cepat. Apalagi sekarang lagi ada program Untung Beliung BritAma. Makin banyak transaksi yang kamu lakukan, makin banyak poin yang bisa kamu tukarkan dengan hadiah langsung atau undian. Nggak cuma belanja hemat saat ini, kamu juga jadi punya banyak kesempatan untuk dapet hadiah gratis deh di masa depan.

5. Kamu tetap bisa shopping mewah dengan harga irit. Tinggal rajin-rajin berburu voucher dan kupon diskonan

Berburu diskonan!

Berburu diskonan! via sangpencari1.blogspot.co.id

Trik ini memang butuh banyak usaha, tapi hasilnya sebanding dengan perjuangannya. Kamu harus rajin buka mata dan telinga dengan informasi tentang merchant yang sedang nawarin harga promo, voucher diskon, atau cashback belanja. Toko dan restoran yang baru buka juga biasanya punya banyak harga promo untuk narik pelanggan.

Untuk cara yang satu ini, kamu juga harus jeli menghitung harga belanjaan. Terkadang, keasyikan belanja bisa membuatmu kurang fokus dalam menentukan promo mana yang lebih baik untuk kesehatan finansialmu.

“Jika ada pilihan antara diskon 10% untuk produk seharga Rp 250 ribu dengan voucher diskon sebesar Rp 50 ribu untuk produk yang sama, gunakan voucher diskon 50 ribu. Hitunglah, itu jauh lebih hemat.”

Bisa jadi lebih hemat lagi kalau kamu bayarnya pakai kartu debit Tabungan BRI BritAma, Tabungan BritAma Bisnis, atau Tabungan BRI Junio. Karena transaksi belanja yang kamu lakukan akan dikonversi menjadi poin. Semakin banyak poinnya, bisa jadi kamu beruntung memenangkan hadiah program Untung Beliung BritAma. Ini sih namanya belanja membawa berkah!

6. Banyak barang bekas berkualitas yang dijual di garage sale. Siapa tahu salah satunya berjodoh di dalam koleksi lemari pakaianmu

Jangan ketinggalan info garage sale, yaa~

Jangan ketinggalan info garage sale, yaa~ via www.cleo.co.id

Barang bekas bukan berarti sudah usang dan nggak bisa diandalkan. Barang secondhand yang dijual di garage sale banyak yang berkualitas sehingga layak dijual lagi. Umumnya, garage sale memang diadakan karena pemiliknya ingin menambah koleksi barang yang lain dan menyingkirkan yang sudah tidak pernah dipakai lagi. Ini artinya, belanja di garage sale merupakan solusi berburu barang bagus dengan harga murah!

Memutuskan untuk berbelanja di garage sale berarti siap untuk rebutan dengan para pemburu lainnya. Oleh karena itu, datanglah lebih awal agar masih banyak pilihan barang bagus yang bisa kamu temukan. Periksa barang yang ingin kamu beli dengan teliti. Jika barang masih terlihat bagus tapi ada sedikit bagiannya yang rusak, sang penjual bisa bermurah hati menurunkan lagi harganya. Karena prinsip garage sale adalah asal semua barang laku semua. It’s a place to get great bargain. Manfaatkan kesempatan! 😀

Karena kamu sudah bekerja keras untuk menghidupi diri, membelanjakan gaji bukanlah hal yang selalu kamu hindari. Asal bisa konsisten menerapkan cara-cara di atas, kamu tidak perlu mengorbankan niatmu untuk tetap hidup sederhana. Selamat berbelanja!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya