Cerita Perjalanan Karierku Jadi Guru PAUD; Awalnya Nggak Sengaja Sampai Akhirnya Jatuh Cinta!

pekerjaan guru paud

*Disclaimer: Ini adalah hasil wawancara penulis dengan narasumber, ditulis dengan sudut pandang orang pertama. Semua datanya riil, tapi demi kenyamanan beberapa data yang bersifat privat tidak akan kami publikasikan.*

Advertisement

Halo, perkenalkan namaku Qonitah Faizatul Fitriyah, usia 22 tahun dan bekerja di bidang pengasuhan dan pendidikan anak atau biasa disebut dengan PAUD. Terdengar menyenangkan ya, bekerja dengan anak-anak lucu nan menggemaskan yang ditemui setiap hari dengan cerita yang ada-ada saja. Padahal sama saja dengan pekerjaan lainnya, kegemasan tersebut juga datang satu paket lengkap dengan hal-hal yang menyebalkan. Kadang hanya bisa tarik napas sambil bilang “Sabar, sabar, untung sayang~”

Selama ini bekerja di pendidikan tingkat PAUD mungkin sering dipandang sebelah mata karena dianggap jenjang ini tidak penting padahal justru ini masa emas. Kalau penasaran bagaimana keseruan pekerjaanku dengan anak-anak, ikuti ceritaku!

Awal mendapat pekerjaan ini karena aku ingin praktik langsung memberi pengasuhan yang baik ke anak sesuai jurusanku saat kuliah

Sudah lulus/ Credit: Qonita via www.instagram.com

Aku ingin praktik langsung sesuai teori dan pembelajaran yang aku dapat di bangku kuliah. Makanya, ku mulai dengan mencari di situs job seeker dan menemukan pekerjaan asisstant educator di Ceria Demangan, Yogyakarta. Aku memasukkan CV, praktik micro teaching, dan wawancara kemudian diterima sejak tahun 2017. Pekerjaan ini sekaligus menjadi pekerjaan pertamaku. Walau ini bukan cita-citaku, tapi seiring berjalannya waktu niatku makin bulat ke dunia ini karena usia anak-anak yang masuk PAUD adalah masa keemasan mereka yang butuh pendampingan orang dewasa.

Kualifikasi yang harus dimiliki oleh pendaftar tentunya senang dengan dunia anak, mampu berkomunikasi dan memahami anak dengan baik, harus memiliki skill yang dapat disenangi anak misalnya menyanyi, menari, dan bermain musik. Selain itu berbahasa asing juga menjadi kualifikasi yang penting bagi para pendaftar, pun kemampuan menulis yang diperlukan untuk menulis capaian perkembangan anak pada buku daily yang nantinya akan dibaca oleh wali murid.

Pekerjaan tak melulu tentang uang dan bonus, ada banyak benefit lain yang aku dapatkan seperti saat masuk ke dunia anak-anak yang penuh imajinasi

Imajinatif/ Credit: Qonita via www.instagram.com

Tugas utamaku menjadi seorang assistant educator ya hanya mengajar, tak ada tugas lain karena aku juga kuliah S2. Gajinya terhitung harian, intensif, bonus dan daycare. Jika digabungkan semuanya maka cukup untuk biaya makan dan biaya transportasi, tapi belum cukup untuk biaya tempat tinggal (misalkan kos) atau untuk keperluan lain misalnya untuk gaya hidup. Namun, untuk gaji educator cukup untuk memenuhi kebutuhan makan, transportasi, tempat tinggal, dan gaya hidup. 

Benefit yang didapatkan oleh asisstant educator sangat banyak, bahkan setiap hari ketika masuk ke ceria akan ada benefit asyiknya berkomunikasi dengan anak, uniknya masuk ke dunia anak yang imajinatif dan pemikirannya masih abstrak melampaui batas, bertemu dengan teman-teman yang asyik bernyanyi dan sharing bersama, serta bertemu dengan wali murid yang macam-macam sifatnya.  Selain itu, benefit lain yang didapatkan adalah saat minitrip atau fieldtrip ke tempat wisata, meskipun agak repot karena memegang beberapa anak dan kebutuhan mereka macam-macam tapi sangat senang bisa menikmati tempat wisata dan berbagi bersama mereka.

Advertisement

Seperti ku katakan di awal, jadi guru PAUD  nggak selamanya nyanyi-nyanyi melulu ada juga momen-momen yang kadang menguji kesabaran

Sabar/ Credit: Qonita via www.instagram.com

Enaknya bekerja di bidang ini adalah seperti kembali ke masa kecil dahulu, senang dengan mengamati perkembangan anak yang tadinya belum bisa bicara kemudian bisa panjang lebar bercerita, yang tadinya masih malu-malu tidak mau bergabung dengan temannya kemudian mau untuk berkomunikasi dan bermain bersama sambil tertawa. Melihat perkembangan anak yang drastis tersebut terasa sangat menyenangkan menjalani pekerjaan ini. Tidak enaknya adalah ketika mood anak tidak membaik saat berangkat ke sekolah, karena mood anak yang buruk bisa menyebabkan berbagai hal yang mengganggu teman lainnya untuk belajar, sehingga kemampuan komunikasi asisstant dan educator di sini sangat diperlukan serta harus sabar karena butuh waktu untuk mengembalikan mood anak agar menjadi bagus lagi.

Untukmu yang ingin terjun ke dunia anak-anak dengan menjadi pengajar di PAUD, menyukai anak-anak dan dunia adalah wajib hukumnya

Harus suka/ Credit: Qonita via www.uajy.ac.id

Tenang saja, di ‘dunia PAUD’ ini jenjang kariernya bagus kok apalagi kini jumlahnya naik drastis dan jenjang ini jadi batas pendidikan paling awal. Kuncinya adalah memang harus menyukai anak, hal tersebut sangat penting dan mendasar. Karena kalau nggak suka sama anak, nantinya juga akan kerepotan dalam mengurusnya terutama saat toliet training atau menemani anak makan. Dua aktivitas tersebut membutuhkan kesabaran yang penuh. Kalau nggak suka sama anak, nanti bisa gak sabar dan malah ditinggal, he he.  

Akan tetapi, di beberapa tempat, PAUD masih dianggap sebelah mata bahkan di daerah pinggiran ada juga yang gajinya masih Rp200.000,00 selama sebulan. Pun stigma masyarakat yang menganggap bahwa jenjang ini tidak penting perlu diubah karena justru inilah saat terbaik dalam perkembangan anak.

Terakhir, anak-anak ibarat kertas putih, tergantung dengan orang-orang disekitarnya yang memberikan warna-warni pada kertas tersebut sehingga menjadi gambar yang bagus.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE