Menilik Pentingnya Penargetan Kontekstual dalam Iklan Digital agar Efektif dan Tepat Sasaran

Iklan kontekstual

Iklan menjadi media promosi yang diandalkan bagi para pebisnis. Khususnya di kanal daring saat ini, banyak sekali konten iklan yang dibuat secara kreatif dan menarik. Namun, masih banyak pelaku bisnis yang belum menampilkan iklan dalam konteks yang tepat. Padahal, dengan perkembangan teknologi saat ini pengiklan bisa mendapat berbagai informasi dari pengguna, sehingga mereka bisa menargetkan iklan dengan lebih tepat sasaran.

Pendekatan untuk menargetkan iklan lebih tepat sasaran inilah yang disebut penargetan kontekstual. Melalui penargetan kontekstual, pengiklan akan lebih mudah meningkatkan performa iklan sehingga mencapai hasil yang optimal. Seperti apa jelasnya penargetan kontekstual ini dapat bekerja?

ADVERTISEMENTS

Penargetan kontekstual bisa jadi menggantikan cookies sehingga iklan digital dapat tayang di topik, waktu, geografis, hingga sentimen yang sesuai

Menilik Pentingnya Penargetan Kontekstual dalam Iklan Digital agar Efektif dan Tepat Sasaran

Ilustrasi iklan |Photo by Joe Yates on Unsplash

Pada 3 September lalu, Indonesian Digital Association (IDA) bersama pionir periklanan kontekstual berbasis teknologi MGID melakukan webinar edukasi terkait penargetan kontekstual dalam periklanan. Adapun tujuan webinar tersebut agar pengiklan dan publisher bisa meningkatkan performa iklannya demi hasil yang optimal.

Dijelaskan sebelumnya kalau penargetan kontekstual bukanlah hal baru di dunia perikanan. Hanya saja, ekosistem periklanan di Indonesia saat ini belum memahami hal tersebut sepenuhnya.

Dalam webinar disebutkan kalau penargetan kontekstual diperkirakan bisa menjadi pengganti cookies, yakni bagian kecil dari data yang dikirim dari sebuah situs web.

Dengan penargetan kontekstual, iklan digital bisa ditayangkan pada topik, kata kunci, waktu, geografis, dan brand safety, perilaku, sampai sentimen yang sesuai. Dengan hadirnya kecerdasan buatan, mesin penargetan kontekstual ini akan bisa menyasar target yang lebih spesifik sehingga tidak ada iklan yang dikeluarkan dengan percuma.

ADVERTISEMENTS

Teknologi computer vision juga bisa membaca konten yang berupa gambar dan juga video

Selain itu, saat ini telah dikenal teknologi computer vision yang memungkinkan mesin menginterpretasikan konten yang berupa gambar ataupun video. Mesin kecerdasan buatan ini juga bisa memahami bahasa mulut sehingga iklan dapat tayang dalam berbagai konten. Dengan begitu, impresi yang didapatkan melalui iklan bukan sekadar banyak, tetapi juga tepat sasaran.

“Teknologi terkini dari MGID yang berupa contextual intelligence adalah salah satu usaha MGID dalam memberikan solusi bagi pengiklan untuk menghasilkan performa yang baik,” tutur Head of Pulisher Development Indonesia dari MGID Moch. Rifki.

Penargetan iklan berbasis kontekstual ini bisa dikatakan menjadi alternatif paling baik di masa mendatang untuk menggantikan cookies, karena menyediakan banyak ragam konteks pada halaman website yang bisa diakses secara umum. Dengan begitu, pengiklan pun dapat melakukan optimasi yang cepat. Sementara pemilik inventori iklan dan publisher, mereka juga akan merasakan performa CPM (Cost Per Mille) yang lebih baik karena penayangan yang lebih efektif.

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor