Lika Liku Karier Sukses Najwa Shihab. Merangkak dari Bawah Juga Sebelum Rintis Media Sendiri

perjalanan karier najwa shihab

Sosok perempuan yang cerdas, tegas, berani dan menginspirasi. Deskripsi itulah yang muncul saat kita mendengar nama Najwa Shihab, seorang presenter berita yang kadang bikin kita merinding karena berani blak-blakan menanyakan hal-hal yang kadang dianggap tabu atau tak berani ditanyakan orang lain kepada narasumber di depan umum. Tapi, karena itulah ia disukai oleh para penggemar dan berhasil memenangkan berbagai penghargaan di bidang jurnalistik.

Advertisement

Tapi ternyata perjalanan karier Mbak Nana, panggilan akrabnya, menuju kesuksesannya saat ini juga tetap melalui dilema-dilema di tengahnya lo. Bahkan sebelumnya jurnalistik bukanlah bidangnya. Kita simak yuk cerita perjalanan kariernya!

Ternyata Mbak Nana sudah cerdas sejak masih sekolah, ia bahkan pernah terpilih pertukaran pelajar ke luar negeri

Yang mana hayo/ Credit: Najwa Shihab via www.instagram.com

Dilansir dari situs Qerja, Mbak Nana ternyata sempat terpilih untuk mengikuti program AFS yaitu program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. Setelah lulus dari bangku SMA kemudian ia berhasil masuk ke Universitas Indonesia di Fakultas Hukum melalui jalur Penelusuran Minat dan Bakat (PMDK). Ia kemudian lulus sebagai sarjana hukum, tapi tak begitu saja terjun ke bidang yang linear dengan jurusannya kuliah karena ia sempat mengalami masa-masa pindah haluan ke bidang yang lain yaitu jurnalistik.

Keputusannya untuk terjun ke dunia jurnalistik dimulai ketika ia magang di televisi swasta pada akhir masa kuliahnya

Sempat magang/ Credit: Najwa Shihab via www.instagram.com

Awalnya Mbak Nana memiliki rencana untuk menjadi hakim atau pengacara makanya mengambil jurusan kuliah hukum. Akan tetapi, di masa akhir kuliah saat ia mengerjakan skripsi atau tepatnya dari Desember 1999 sampai Februari 2000, dia mendapatkan kesempatan magang sebagai seorang jurnalis di Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI). Saat itu ia mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Sekjen PBB, Kofi Annan yang menurutnya paling membekas. Dilansir dari Tempo, kesempatan magang tersebut yang membuat Mbak Nana banting setir dari cita-citanya yang semula.

Advertisement

Karier Mbak Nana kemudian dimulai di Metro TV yang saat itu juga masih merintis karena baru muncul beberapa waktu

Siaran tsunami/ Credit: Medcom via m.medcom.id

Sementara Metro TV mengudara pada 25 November 2000, Mbak Nana sudah bergabung dari bulan Agustus 2000. Di sana ia mendapatkan kode 01 yang menandakan bahwa dirinya adalah reporter pertama di Metro TV di lingkungan Kedoya. 4 tahun kemudian, Mbak Nana sudah berada di jabatan asisten produser Today’s Dialogue. Pada saat itu terjadi tsunami Aceh dan gempa di Nias yang mana tim Today’s Dialogue hanya diminta mengangkat perbincangan namun Mbak Nana justru ingin terjun langsung untuk menilik keadaan. Karena laporan langsung ini, ia mendapatkan sebuah penghargaan yaitu PWI Jaya Award dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Memiliki program talkshow sendiri hingga menjadi pimpinan redaksi di usia yang relatif masih muda, masa ini menjadi masa keemasan baginya

Sekarang/ Credit: Najwa Shihab via www.instagram.com

Hingga saat ini, program Mata Najwa menjadi salah satu program yang digemari masyarakat karena topik menarik, narasumber yang membuat acara makin seru, serta kemampuan Mbak Nana dalam membawakan acara. Ternyata acara ini sudah mengudara sejak 25 November 2009 yang kemudian memenangkan penghargaan Insan Pertelevisian Terbaik yang dipilih juri Panasonic Gobel Awards 2016.

Advertisement

Pada tahun 2012, Mbak Nana juga sudah ditunjuk sebagai wakil pemimpin redaksi Metro TV. Akan tetapi, ia mengaku melepaskan jabatan ini setahun sebelum ia memilih mundur dari Metro TV di tahun 2017. Pengunduran diri ini ditandai dengan episode terakhir Mata Najwa yang bertajuk Catatan Tanpa Titik.

Setelahnya, Najwa Shihab membangun platformnya sendiri bersama dua orang rekan yang bergerak di bidang digital content yaitu Narasi. Proses perjuangan untuk membangunnya hingga sebesar sekarang tak semudah yang dipikirkan bahkan ia sempat takut tak bisa menggaji karyawannya. Namun kini ada ratusan karyawan dan platform-nya memiliki makin banyak peminat. Ia juga merasa lebih bebas untuk berkreasi di sana.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE