6 Perusahaan yang Tak Sengaja Sukses. Awalnya Coba-coba, Eh Ternyata Laris Juga

perusahaan tak sengaja sukses

Saat kamu menanyakan “Gimana ya caranya biar cepat kaya?” kepada orang lain, jawaban yang mungkin akan sering didapatkan adalah “Makanya mulai bisnis.” Akhirnya banyak orang yang memiliki tujuan untuk menjadi kaya raya atau sukses ketika mendirikan sebuah bisnis atau perusahaan. Akan tetapi, ternyata tak semuanya berawal dari niat yang demikian lo. Ada saja orang yang iseng ketika membuat sebuah proyek dan justru bisa menghasilkan salah satu produk yang sukses sampai sekarang.

Advertisement

Ketika mendengar nama-nama perusahaan berikut ini mungkin kamu tak menyangka karena produk-produknya seolah dibikin dengan sangat niat sejak awal. Simak yuk apa saja!

1. Twitter yang sempat ditinggalkan kini semakin ramai kembali dikunjungi. Ternyata platform berbagi ini awalnya cuma proyek sampingan

Saat itu sebuah perusahaan bernama Odeo berpikir untuk berganti haluan dari produk podcast yang mereka buat karena merasa tak memiliki masa depan. Akhirnya mereka berkumpul dalam hackaton di mana selama sehari penuh mereka akan membuat proyek dalam beberapa kelompok. Twitter ternyata bukan bagian dari produk yang dibuat tapi sebuah proyek yang di-endorse oleh tim manajemen perusahaan ketika mereka melihatnya di dinding. Awalnya platform ini dibuat untuk mengirim satu pesan dan dibagikan (broadcast) ke semua teman.

2. Pinterest berawal dari sebuh proyek yang nekat dibuat oleh seseorang yang tak kunjung diperbolehkan membuat aplikasinya sendiri

Pinterest/ Credit: Goo16 via en.wikipedia.org

Orang tersebut adalah Ben Silbermann yang bekerja di Google sebagai seorang customer support. Ia merasa frustasi dan terus mengeluh karena tak kunjung mendapatkan kesempatan untuk membuat produknya sendiri. Akhirnya pacarnya menyarankan untuk berhenti mengeluh dan mulai membuat saja karena toh ia tak akan kehilangan apapun. Akhirnya bersama dua orang temannya, ia memulai membuat Pinterest tahun 2009 dan terus dipakai sampai sekarang.

Advertisement

3. Saat menyebut minuman bersoda mungkin merek Coca-cola langsung muncul di kepala, dulunya minuman ini dibuat untuk pereda sakit kepala lo

Siapa sangka kalau minuman bersoda ini ternyata dibuat oleh seorang apoteker. Tepatnya tahun 1886, John Pemberton tak dapat menemukan obat untuk meredakan sakit kepalanya. Akhirnya ide untuk membuat minuman ini muncul di benaknya. Ia berencana untuk mencampur daun koka dengan kacang koka namun tidak ia lakukan sampai asisten laboratoriumnya tak sengaja mencampur air berkarbonasi ke dalam resepnya. Dari situlah akhirnya tercipta Coca-cola.

4. Post-it mungkin kelihatan sebagai benda yang sederhana namun ternyata produk ini merupakan jadi perlengkapan kantor yang paling banyak dijual lo

Ternyata produk ini dibuat cukup jauh dari rencana awalnya yaitu ketika perusahaan 3M sedang berencana membuat lem super kuat untuk konstruksi pesawat. Silver Spencer malah menemukan lem dengan kekuatan lemah hingga saat kertas dicabut maka tak akan meninggalkan bekas. Lem ini kemudian ditemukan oleh Arthur Fry yang menyarankan untuk membuat produk dengan menempelkan kertas di lem yang bisa diambil kembali. Akan tetapi, produk ini sempat tak laku dan ditolak selama bertahun-tahun hingga akhirnya baru diterima setelah Arthur memberi sampel gratis untuk perusahaan-perusahaan.

5. Mainan anak Play Doh ternyata awalnya dibuat sebagai produk pembersih lo, berganti kegunaan karena seorang guru

Play doh/ Credit: Larry D Moore via commons.wikimedia.org

Play Doh ditemukan sudah sejak tahun 1930 oleh dua orang bernama Joseph dan Noah McVicker secara tak sengaja ketika akan membuat pembersih wallpaper. Seiring berjalannya waktu produk ini malah bukan dikenal sebagai pembersih tapi sebagai mainan anak setelah ada seorang guru yang menggunakannya sebagai proyek untuk kesenian. Sejak saat itu, penjualan ini terus meningkat dan masih terus eksis sampai sekarang.

6. Ferrari awalnya dibuat setelah pendirinya ingin membuat mobil balap untuk dirinya sendiri

Enzo Ferrari ketika tahun 1938 merupakan seorang pebalap yang sedang menuju kesuksesan. Namun, ketika Perang Dunia II berlangsung, perusahaan asal Italia yang membuat mobil balapan untuknya harus tutup. Akhirnya, ia membuat mobil untuk dirinya sendiri namun malah berlanjut menjualnya supaya bisa tetap mendukung finansial untuk kariernya.

Ide memang bisa muncul dari mana saja dan kapan saja bahkan tanpa disengaja. Meskipun demikian, jika memang produk yang diciptakan benar-benar berguna maka penemuan tersebut tetap bisa kok berpotensi membawamu kedalam kesuksesan.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE