Mengurai Jerat ‘Sandwich Generation’; Himpitan Masalah Finansial Diri Sendiri VS Orang Tua

sandwich generation financial

Jika saat ini kamu sudah menikah atau memiliki kehidupan sendiri, tapi masih memiliki beban finansial lain yang ditanggung yaitu orang tua atau anggota keluarga lain seperti adik-adik maka kemungkinan kamu merupakan salah satu bagian dari sandwich generation. Generasi ini banyak ditemui biasanya pada generasi milenial yang baru memulai kehidupan rumah tangga namun orang tuanya sudah tidak bekerja dan tidak pula memiliki uang pensiun, padahal bisa jadi masih ada tanggungan juga.

Advertisement

Hal ini akhirnya memaksamu untuk membagi pengeluaranmu menjadi dua kali lipat sehingga seringkali terasa berat dan sulit untuk menabung. Lalu bagaimana cara mengatasi himpitan finansial para sandwich generation ini? Simak yuk penjelasan selengkapnya!

Sebelumnya mungkin kamu penasaran kenapa kondisi generasi seperti ini disebut sebagai sandwich generation

Sadwich generation/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Jadi, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa keadaan sandwich generation adalah terhimpit layaknya roti lapis di antara kewajiban untuk masih harus memenuhi kebutuhan orang tua namun juga sudah memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan keluarga sendiri termasuk anak-anak. Contohnya saat ini mungkin kamu memiliki cicilan KPR atau harus membelikan popok serta pengeluaran lain bagi anak, namun di sisi lain saat adikmu memerlukan uang untuk membayar sekolah atau rumah orang tua harus direnovasi, maka kamu juga harus siap terlibat untuk membayarkannya.

Langkah pertama yang harus dilakukan jika tak ingin terjebak dalam kondisi seperti ini adalah mengidentifikasi kondisi keuangan sendiri

Identifikasi keuangan/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Hal ini sebenarnya akan lebih baik dilakukan sejak masih belum menikah. Hal yang perlu diidentifikasi adalah jumlah penghasilan serta kebutuhan yang diperlukan. Setelahnya kamu juga bisa mengidentifikasi berapa yang dibutuhkan untuk diri sendiri serta porsi yang akan diberikan kepada orang tua. Pelajari juga aset yang dimiliki oleh orang tua termasuk tabungan serta asuransi jika mereka memilikinya. Setelahnya bicarakan juga utang serta kebutuhan lain hingga kamu bisa memiliki gambaran uang yang akan kamu keluarkan nantinya. Jika tak mampu mencukupi semuanya, sebaiknya dibicarakan juga terus terang.

Advertisement

Jika kamu melihat orang tua memiliki tabungan atau kamu mampu mengusahakannya, maka alokasi asuransi perlu dibuat

Asuransi/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Tak bisa dimungkiri bahwa semakin tua orang akan lebih rentan terkena penyakit yang bisa jadi akan menghabiskan biaya yang cukup banyak. Makanya tak ada salahnya untuk mengalokasikan dana untuk asuransi kesehatan agar lebih terjamin. Hal ini tetap perlu dilakukan walaupun mungkin orang tua memiliki tabungan karena jumlah uang tersebut bisa saja tiba-tiba habis jika harus kembali ke rumah sakit. Bukan hanya orang tua, namun kamu dan keluarga juga sebaiknya mengikuti asuransi kesehatan untuk antisipasi.

Jika kamu merasa terlalu berat, jangan sungkan untuk mendiskusikannya dengan saudara yang lain juga

Diskusi dengan saudara/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Mengurusi orang tua bukan hanya menjadi tugas satu orang saja sehingga jika kamu memiliki saudara yang juga sudah berpenghasilan, tak ada salahnya membicarakan hal ini juga kepada mereka sehingga pengeluaran tak hanya dibebankan kepada satu orang saja. Dari sana, kalian bisa melakukan pembagian sesuai dengan kemampuan dan pastikan kedua belah pihak merasa adil agar tak timbul masalah baru.

Sandwich generation muncul karena literasi keuangan yang rendah di generasi sebelumnya sehingga kamu perlu memotong siklus ini dengan investasi

Advertisement

Investasi/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Kamu bisa mulai melakukan life cycle investment untuk menyiapkan dana di masa depan. Dilansir dari Lifepal, life cycle investment adalah investasi yang dilakukan disesuaikan dengan fase hidup yang terdiri dari 3 fase yaitu masa muda, menjelang pensiun, dan masa pensiun. Yang pertama pada masa muda, kamu sebaiknya mempertimbangkan untuk investasi dalam bentuk saham. Menjelang masa pensiun, investasi sebaiknya dialihkan pada obligasi negara yang cenderung memiliki risiko lebih rendah. Yang terakhir adalah masa pensiun di mana kamu sudah mulai bisa menikmati hasil dari investasi tersebut secara berkala.

Yang perlu diingat, sebelum memutuskan untuk menikah agar kondisi sandwich generation ini tak begitu mengganggu maka sebaiknya perencanaan keuangan sudah dilakukan sejak masih muda. Begitupun dengan tabungan pendidikan untuk anak dan lain sebagainya. Jangan lupa juga untuk menentukan skala prioritas sebelum melakukan pengeluaran. Semangat ya, kalian!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE