Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga Pasangan Baru dengan Gaji Kecil. 3 Juta Sebulan? Bisalah~

Tips mengatur keuangan rumah tangga

Membangun rumah tangga itu sulit, nggak bisa cuma modal cinta saja.

Advertisement

Pernyataan tersebut memang benar adanya. Selain kesiapan fisik dan mental, kamu dan pasangan harusnya juga sudah punya penghasilan yang stabil. Nominalnya nggak harus saklek, tapi setidaknya cukup untuk menghidupi rumah tangga. Cara mengatur keuangan rumah tangga dengan penghasilan minim menjadi sebuah tantangan tersendiri memang, tapi bisa disiasati jika pasangan mau saling terbuka. Selain pemasukan saja, kalian juga harus membicarakan pengeluaran rutin hingga besaran utang yang sedang ditanggung agar pembagian keuangan rumah tangga nanti bisa sesuai posnya.

Ketimbang melimpahkan tanggung jawab keuangan rumah tangga pada sang istri, akan lebih baik jika kalian mau mengaturnya bersama. Uang boleh dipegang istri, tapi setidaknya sepakati berdua tiap kali ada pengeluaran. Melalui ulasan ini, kalian bisa belajar mengatur keuangan rumah tangga dari nol. Buatmu yang juga lagi kebingungan mencari cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 1 juta, jawabannya ada di sini semua.

1. Buat pos anggaran pengeluaran rumah tangga dengan cermat dan tepat. Harus benar-benar pas, agar tak ada bocor halus

persen pengeluaran via nl.pinterest.com

Setelah menjumlahkan seluruh pendapatan, kalian wajib membuat pos pengeluaran yang tepat. Buat yang baru menikah mungkin masih bingung berapa nominal uang yang semestinya boleh dikeluarkan untuk masing-masing pos anggaran. Sebagai gambaran, berikut persentase mengatur keuangan keluarga yang dianjurkan:

Advertisement

Dana sosial 10%
Dana darurat dan investasi 15%
Cicilan 30%
Biaya hidup 30%
Tabungan 10%
Gaya hidup 5%

2. Sesuai rasio keuangan rumah tangga di atas, menyiapkan dana darurat dan investasi wajib kalian lakukan

siapkan dana darurat via economy.okezone.com

Idealnya, dana darurat yang kalian kumpulkan setelah berumah tangga ialah 12 kali pendapatan. Tapi besaran nominal anggaran yang harus dikeluarkan tiap bulan, boleh disesuaikan dengan kemampuan finansialmu. Selain dana darurat, sisihkan juga pendapatan untuk diinvestasikan dan membeli produk asuransi kesehatan. Nantinya, investasi ini dapat kalian gunakan sebagai dana pendidikan anak maupun dana pensiun.

Sedang, asuransi kesehatan bisa dijadikan ‘tameng’ kalau sewaktu-waktu kalian sakit dan butuh biaya yang agak banyak. Tapi sebisa mungkin, pilihlah asuransi kesehatan yang proses klaimnya cepat dan preminya sesuai pendapatanmu.

Advertisement

3. Tips mengatur keuangan rumah tangga baru yang sering luput dari perhatian ialah menjaga rasio utang

hutang maksimal 30 persen via bisnis.tempo.co

Salah satu indikator keuangan rumah tangga yang baik adalah jumlah utang yang tak lebih dari 30 persen penghasilan utama. Hitungan utang ini juga termasuk cicilan KPR maupun kartu kredit bulanan. Lebih baik memang nggak berutang, tapi untuk sekarang agaknya cukup sulit apalagi jika kalian pengin segera punya rumah.

Menurut ahli keuangan, utang sebenarnya boleh saja asal nggak lebih dari rasio yang sudah disebutkan sebelumnya. Kalau lebih dari jumlah itu, bisa-bisa uang bulananmu malah habis untuk bayar utang saja. Nggak bisa ditabung apalagi untuk investasi.

4. Kalau ternyata rasio utangmu cukup tinggi, evaluasi lagi biaya untuk cicilan rumahnya

KPR maksimal 25 persen

Mestinya cicilan KPR tak lebih dari 25 persen kalkulasi gaji. Nah, biar cicilannya ringan dan nggak memberatkan pos pengeluaranmu, belilah rumah sesuai bujet atau dengan memperbesar uang mukanya. Sebisa mungkin carilah KPR dengan bunga terendah dan cek simulasi pembayaran cicilannya sebelum memutuskan untuk membeli.

Kalau memang belum mampu mengambil cicilan, legawa dulu dengan mengontrak sementara. Tapi pastikan untuk rajin mencari informasi, barangkali ada penawaran KPR yang sesuai dengan kemampuan finansialmu.

5. Belanja menggunakan kartu kredit memang lebih mudah, tapi jangan sampai  terlena apalagi keblabasan

jauhi kartu kredit via www.bcdtravel.com

Sebenarnya menggunakan kartu kredit sah-sah saja selama masih dalam kontrol dan memaksimalkan benefitnya. Misalnya, untuk mengambil cicilan barang elektronik tanpa bunga atau melakukan pembayaran digital.

Kalau sekiranya kamu memang bukan orang yang pintar mengendalikan nafsu belanja, baiknya hindari penggunaan kartu kredit. Selain jadi lebih implusif, mau tak mau kalian juga harus membayarkan biaya administrasi kartu kredit yang nominalnya pun lumayan. Kalau pun memang berniat cari promo diskon, sekarang banyak kok bank digital yang juga memiliki banyak program seperti ini.

6. Salah satu cara mengatur keuangan rumah tangga yang lumayan jitu dan mesti dipraktikkan ialah membuat kalender tagihan

bikin kalender tagihan via www.myfrugalhome.com

Tandai tanggal kapan kalian harus membayar tagihan seperti listrik, internet, TV kabel, hingga uang sekolah anak. Biasakan untuk melunasinya di awal bulan biar nggak nunggak dan malah menambah dendanya. Kembali lagi, kalau ternyata biaya tagihan ini lebih dari 30 persen pendapatanmu, baiknya pikirkan untuk berhenti berlangganan yang nggak perlu, TV kabel misalnya. Daripada habis buat bayar langganan nggak jelas, mending alokasikan untuk dana darurat atau investasi.

7. Terapkan perilaku hemat listrik di kehidupan sehari-hari untuk mengontrol pos pengeluaranmu

terapkan perilaku hemat listrik via berkeluarga.id

Jangan anggap remeh tagihan listrik, karena pengeluaran ini bisa memakan lima persen pendapatanmu jika tak dikontrol. Untuk mencegah pembengkakan tagihan listrik, minimalisir penggunaan barang elektronik tak terpakai, misalnya dengan mematikan lampu di siang hari. Selain itu, kalian juga bisa mengakalinya dengan menggunakan barang elektronik hemat listrik dan hindari penggunakan perkakas berdaya besar secara bersamaan serta cabut kabelnya setelah dipakai. Kelihatannya memang sepele, tapi ternyata lumayan berpengaruh di pos pengeluaranmu lo!

8. Cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros bisa juga dengan membandingkan harga dan memanfaatkan promo diskon tiap belanja

berburu promo via economy.okezone.com

Jangan buru-buru memilih barang sebelum membandingkannya. Meski bedanya paling cuma 2 ribu, tapi kalau keseringan, nominal kecil ini ternyata lumayan bisa mempengaruhi pengeluaranmu. Sebelum belanja, ada baiknya jika kalian melakukan survei terlebih dulu di beberapa toko untuk mendapatkan harga terbaik. Kalau perlu jangan cuma cek toko saja, tapi lihat juga marketplace atau toko daring lainnya. Barangkali mereka malah menawarkan diskon yang lumayan bisa membuatmu lebih hemat.

9. Tulis sirkulasi keuanganmu secara rinci dan detail. Pastikan semua pengeluaran harian tercatat agar bisa dijadikan evaluasi untuk bulan selanjutnya

evaluasi pengeluaran via kumparan.com

Metode ini sering diterapkan oleh mereka yang sedang belajar cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 2 juta. Gunakan aplikasi keuangan atau buku catatan khusus untuk menuliskan pemasukan, pengeluaran, dan saldo sisanya. Dari catatan ini, kalian bisa mengetahui mana pos anggaran yang sering mengalami pembengkakan dan mesti ditekan lagi di bulan berikutnya. Agar lebih mudah dipahami, buatlah catatan yang mudah dan bagikan ke pasanganmu supaya bisa dicek bersama.

Kalau dipikir-pikir, gaji sebesar apa pun nggak akan cukup untuk memenuhi gaya hidupmu. Tapi jika kalian mau sedikit menekan ego, gaji sekecil apapun akan sanggup menghidupi. Sebenarnya cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji 3 juta atau berapa pun sama saja metodenya. Kuncinya ada di alokasi anggaran atau rasio pengeluaran yang stabil.

Kalau punya bujet lebih, tak ada salahnya untuk menganggarkan 2,5 persen gaji untuk bersedekah atau berzakat agar uang yang kalian pegang jadi lebih berkah. Semangat, kalian! Ingat, kaya bukan seberapa besar uang yang kamu punya tapi seberapa baik kamu mengelola keuangan, begitu kata Noel Whitteker.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE