5 Hal yang Mesti Dilakukan Setelah Wawancara Kerja. Tetap Aktif, Jangan Cuma Nunggu Doang!

Wawancara

Bagi para pelamar kerja atau pelamar beasiswa, sesi wawancara adalah salah satu tahapan yang cukup menentukan. Karenanya, kamu harus senantiasa menyiapkan diri. Ada banyak jenis-jenis wawancara, namun terdapat beberapa perbedaan antara wawancara psikologis, wawancara beasiswa, dan wawancara kerja. Kendati demikian, wawancara bertujuan untuk mendapat jawaban pasti yang sesuai dengan jati diri ataupun kualifikasi yang kamu miliki.

Advertisement

Kali ini Hipwee nggak akan membahas tentang proses tahapan wawancara pekerjaan atau wawancara lainnya. Melainkan mengenai hal yang perlu kita lakukan setelah selesai melakukan wawancara kerja. Jangan salah, perilakumu setelah proses wawancara juga merupakan sebuah penilaian tersendiri bagi pewawancara lo. Pewawancara adalah orang yang mewawancarai kamu perihal lamaran kerja yang kamu apply, bisa jadi HRD, peninjau, pemberi beasiswa, dan banyak lainnya. Nah, berikut hal-hal yang mesti kamu lakukan setelah melakukan wawancara kerja.

1. Selepas wawacara, kamu harus selalu berterima kasih pada pewawancara. Hal ini memberi kesan apresiasi dan kepercayaan diri dari kita

berterimakasih adalah keharusan/Credit: Pixabay via pixabay.com

Karena wawancara dilakukan untuk mengenal lebih jauh, menilai sifat, perilaku, dan kepercayaan diri seseorang, maka kamu harus mempertimbangkan jawaban dan menjaga kesopanan saat proses wawancara.

Jangan berpikir kalau tugasmu sebagai kandidat selesai setelah wawancara selesai. Banyak orang yang terlena dan nggak memperhatikan apa yang mereka lakukan setelah proses wawancara. Salah satunya adalah menuliskan atau mengucapkan terima kasih pada pewawancara. Hal ini mesti dilakukan untuk menunjukkan apresiasi dan kepercayaan dirimu. Kamu bisa menulis dengan note kecil atau langsung mengucapkannya begitu wawancara selesai. Jika wawancara dilakukan oleh lebih dari 2 orang, pastikan kamu menjabat setiap pewawancara di ruangan tersebut.

Advertisement

2. Ingat pertanyaan-pertanyaan penting dari pewawancara. Hal ini berguna untuk evaluasi jika kamu mengalami kendala atau kesalahan saat proses wawancara

negosiasi/Credit: Unsplash @wocinthechat via unsplash.com

Banyak orang yang nggak lolos setelah proses wawancara. Hal ini sangat wajar mengingat proses wawancara yang cukup menegangkan, apalagi jika wawancara dilakukan antara dua orang secara tatap muka. Biasanya kandidat bakal kehilangan kontrol diri dan menjawab pertanyaan dengan kurang maksimal. Besar kemungkinan, kandidat juga bakal kurang memperhatikan apa yang dikatakan oleh pewawancara dalam keadaan grogi tersebut.

Padahal mengingat pertanyaan penting, instruksi, termasuk hal-hal kecil yang dibahas dalam wawancara akan sangat membantu lo. Usahakan untuk mencatat setiap pertanyaan yang diajukan untuk evaluasi. Harapannya, kamu bisa belajar dari kesalahan dan nggak mengulanginya lagi jika melakukan proses wawancara lain.

3. Selalu ikuti instruksi yang dikatakan oleh perusahaan setelah wawancara. Kamu juga harus rajin menghubungi dan mencari tahu kelanjutan hasil wawancara

menanyakan kabar lewat telefon/Credit: Unsplash @magictype via unsplash.com

Kamu mesti mengikuti instruksi yang diberikan selepas wawancara. Contohnya, saat kamu diharuskan kembali pada waktu tertentu, menghubungi kembali perusahaan pada tanggal yang ditentukan, dan lain sebagainya. Oiya, jangan sampai kamu menghubungi pihak perusahaan lewat media sosial jika nggak diinstruksikan. Selalu ingat untuk menanyakan kabar kelanjutan tes lewat telepon.

Advertisement

4. Jika wawancara sukses dan kamu diterima bekerja, maka kamu harus negosiasikan berbagai hal seperti gaji, bonus, hari libur dan cuti. Hal ini berguna agar kamu nyaman bekerja

negosiasi gaji/Credit: Unsplash @cytonn_photography via unsplash.com

Pengumuman keberhasilan wawancara kerja memang membahagiakan dan terkadang membuat kita terlena. Padahal masih ada hal yang harus dipikirkan setelah diterima bekerja. Misalnya, kamu harus bisa menegosiasikan beberapa hal jika kamu diterima kerja di sebuah perusahaan. Seperti negosiasi gaji, bonus, jam kerja, hari libur, cuti, dan masih banyak hal yang lainnya. Hal ini mesti diperhatikan agar kamu bisa bekerja dengan nyaman tanpa ada keluhan. Negosiasi ini juga adalah bentuk kepercayaan diri dan nilai kamu sebagai seorang pekerja profesional.

5. Agar nggak terlarut pada kesedihan karena jawaban yang nggak diharapkan selepas wawancara, kamu harus tetap mencari pekerjaan lain

mencari pekerjaan lain/Credit: Unsplash @austindistel via unsplash.com

Wawancara biasanya adalah tahap terakhir dalam sebuah perekrutan. Maka dari itu banyak orang yang berharap dan optimis akan diterima jika sudah melakukan wawancara. Padahal berharap terlalu muluk juga nggak baik. Turunkan ekspektasi agar kamu bisa legawa ketika diberi jawaban yang mengecewakan.

Setelah mengikuti proses wawancara, jangan berhenti untuk mencari pekerjaan lain. Hal ini dilakukan sebagai jalan keluar jika kamu menerima jawaban terburuk. Kalau sudah ada cadangan, maka kamu nggak akan larut pada kesedihan dan bakal kembali mencari pekerjaan yang sesuai. Lakukan ini setiap kali selesai proses wawancara agar kamu bisa lekas mendapatkan pekerjaan.

Nah, itu dia beberapa hal yang harus kamu perhatikan setelah melakukan proses wawancara. Semoga saja artikel ini bisa membantu kamu agar lebih berkembang dan mendapatkan pekerjaan atau beasiswa secepatnya. Aminnn~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE