Setiap orang pasti menginginkan punya tubuh yang ideal. Berbagai macam cara dilakukan demi mengantisipasi kegemukan, meski ada diantara mereka yang menginginkan tubuhnya lebih berisi. Mulai dari diet, berolahraga, hingga konsumsi suplemen untuk mengurangi berat badan.

Tahukah kamu? Ternyata ada beberapa hal yang diam-diam menyebabkan badanmu makin melar meski kamu nggak menyadarinya. Kamu hanya tahu bahwa kamu sudah melakukan yang terbaik agar berat badanmu nggak naik lagi.

Advertisement

Nah, biar kamu bisa lebih waspada, hal-hal remeh ini ternyata turut menyumbang lemak dalam tubuh dan menjadikanmu lebih gemuk. Siapa tahu salah satu diantaranya adalah penyebabnya. Yuk, simak!

1. Makan terlalu cepat ternyata berpengaruh terhadap jumlah makanan yang masuk ke mulut. Apakah kamu melakukannya?

makanya, jangan buru-buru

makanya, jangan buru-buru via images.fashionnstyle.com

“Makan terlalu cepat membuat otak kita nggak menyadari bahwa perut sudah penuh,” – Profesor Fisiologi Metabolik di Universitas Nottingham, Ian McDonald.

Studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of American Dietetic Association, menemukan bahwa cewek berusia 40-50 yang makan cepat lebih cenderung menjadi gemuk daripada yang makan lambat. Sedangkan menurut penelitian di Jepang sebelumnya, makan cepat bisa menyebabkan dua kali lipat resiko kelebihan berat badan. Universitas Osaka memantau kebiasaan makan dari 3.000 orang. Mereka menemukan kesimpulan 84 persen cowok yang makan cepat, lebih mungkin untuk mengalami kegemukan.

Advertisement

Pada saat yang sama, hormon ghrelin yang memberi sinyal ketika perut merasa lapar menurun. McDonald mengatakan bahwa diperlukan waktu selama 20 menit untuk memulai makan sampai pesan untuk berhenti sampai ke otak. Sederhananya, ketika kamu makan terlalu cepat maka kamu akan cenderung memenuhi perut dengan makanan berlebih.

2. Alih-alih konsumsi makanan berlabel “low fat” untuk program diet, justru kalori berlebih lah yang akan kamu dapat

low fat

low fat via arogyamasthu.com

Kamu ingin mengurangi berat badan dan beralih ke makanan rendah lemak alias makanan khusus diet? Sebaiknya kamu berhati-hati karena kebanyakan makanan yang diklaim sebagai makanan yang khusus program diet justru menyimpan banyak kalori.

Lemak dalam makanan tersebut akan diganti dengan gula atau bahan-bahan kimia lain yang justru lebih berbahaya ketimbang lemak. Zat gula diserap oleh tubuh dengan sangat cepat, sehingga kamu akan merasa lebih cepat lapar dan semakin sering makan.

Penelitian oleh Pusat Ilmu Kesehatan Texas di San Antonio juga menemukan bahwa, mereka yang mengonsumsi minuman diet harian mengalami 70% peningkatan lingkar pinggang yang lebih besar dibandingkan mereka yang nggak minum.

Nah, mulai sekarang kamu jangan sampai tertipu, ya. Teliti terlebih dahulu kandungan zat di dalam makanan rendah lemak sebelum mengonsumsinya.

3. Melewatkan jam makan normal, misalnya sarapan dirapel dengan makan siang sehingga jadwal makan menjadi kacau

jangan telat makan :(

jangan telat makan 🙁 via fastcompany.com

Banyak orang yang menganggap bahwa melewatkan sarapan bisa menurunkan berat badan dengan cepat. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin sarapan akan beresiko kecil mengalami kegemukan.

Denis Bruner, seorang spesialis obesitas menyatakan bahwa melewatkan sarapan dapat memperlambat proses metabolisme tubuh, akibatnya tubuhmu akan cepat merasa lapar sehingga pada saat jam makan selanjutnya kamu bernafsu untuk makan lebih banyak dan lebih sering nyemil apapun.

Tuh ‘kan? Masih mau diterus-terusin melewatkan sarapan?

4. Hati-hati kalau sering bergaul dengan teman yang juga mengalami kegemukan. Memang bukan penyakit sih, tapi bisa menular!

bisa menular

bisa menular via dailymail.co.uk

Sebuah studi yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine, menemukan bahwa kegemukan bisa jadi disebabkan karena ‘tertular’ lingkungan sekitar. Kesimpulannya adalah memiliki seorang teman atau kerabat yang obesitas juga bisa meningkatkan peluangmu untuk mengalami obesitas pula hingga 50%.

Bukannya menyindir mereka yang punya kelebihan berat badan, lho. Tapi tentu saja kamu sendirilah yang menentukan, apakah kamu termasuk orang yang cepat terpengaruh atau nggak.

5. Siapa sangka kalau ternyata mengenakan pakaian yang dirasa kurang nyaman dapat memicu kegemukan? Ini alasannya

pakai pakaian yang nyaman

pakai pakaian yang nyaman via theminiaturebox.com

Penelitian dari Universitas Wisconsin menemukan bahwa pakaian yang nyaman untuk dipakai sehari-hari (longgar, nggak gerah) dapat meningkatkan motivasi untuk melakukan aktivitas fisik sehingga kalori lebih banyak terbakar.

Dalam hasil studi menyebutkan bahwa partisipan yang mengenakan celana jeans atau celana longgar, berjalan rata-rata 491 langkah lebih banyak sehingga membakar 25 kalori lebih banyak daripada mereka yang mengenakan pakaian bisnis resmi. Mengenakan pakaian kasual setiap hari selama 50 minggu untuk beraktivitas membakar 125 kalori per minggunya.

Sekarang kamu tahu ‘kan manfaat mengenakan pakaian kasual saat beraktivitas?

6. Siapa bilang pola tidur nggak berpengaruh terhadap obesitas? Kamu yang tidur nggak teratur beresiko cepat gemuk

pola tidur kacau

pola tidur kacau via i.huffpost.com

Beberapa orang masih melakukan berbagai kegiatan di waktu malam sehingga waktu tidurnya kurang dari tujuh jam. Studi yang dilakukan Universitas Bristol, Inggris menunjukkan bahwa setiap pengurangan durasi tidur 1 jam sehari dapat meningkatkan lemak tubuh sebanyak 3 persen.

Tidur yang sedikit dapat meningkatkan hormon penstimulasi nafsu makan. Itulah yang menyebabkan kamu akan terus merasa lapar dan memilih makanan yang manis-manis serta penuh kalori ketika terjaga. Nah, cara cepat dan mudah untuk mempertahankan berat badan antara lain dengan melewatkan acara TV favoritmu di malam hari dan pergi tidur lebih cepat.

7. Nggak cuma kurang tidur, kurang minum air putih juga bikin kamu gagal diet. Alhasil, badan jadi melar

jangan sampai dehidrasi

jangan sampai dehidrasi via www.rd.com

Selain menjaga tubuh tetap terhidrasi, minum air secara teratur dapat membantu menurunkan berat badan. Minum air sebelum makan membantu mengontrol porsi makan dan makan makanan yang mengandung banyak air (buah-buahan dan sayuran) akan membuat kenyang lebih cepat, sehingga makan pun jadi lebih sedikit.

Air memberikan manfaat kesehatan pada seluruh bagian tubuh mulai dari kulit, tulang, hingga kesehatan pencernaan. Kurang minum akan membuat tubuh merasa lemas dan seringkali diartikan sebagai rasa lapar. Inilah yang membuat kamu gagal menurunkan berat badan.

8. Olahraga memang solusi mencegah obesitas, tapi jika olahraga dilakukan dalam keadaaan perut kosong, ini justru akan jadi masalah kegemukan

jangan lupa makan dulu

jangan lupa makan dulu via thesportgps.com

Makan sebelum berolahraga bukan hanya membantu tubuh menghindari kehilangan massa otot, tetapi juga memiliki banyak energi untuk berolahraga. Sehingga selepas berolahraga kamu nggak akan kalap atau mengonsumsi makanan lebih banyak daripada biasanya.

Pertimbangkan kembali jika kamu akan berolahraga tanpa makan terlebih dahulu. Kecuali jenis olahraga yang membutuhkan kelenturan tubuh seperti yoga dan pilates. Kalori yang terbakar berasal dari otot, bukan lemak. Karena otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak, maka lebih banyak massa otot yang kamu miliki, akan semakin baik untuk menurunkan berat badan.

9. Minum jus memang baik, tapi mencampurnya dengan susu kental manis itu beresiko obesitas, meskipun tanpa gula

percuma juga kalau pakai susu

percuma juga kalau pakai susu via www.publicdomainpictures.net

Kecenderungan para pelaku diet adalah lebih memilih minum segelas jus tanpa mengonsumsi sumber makanan sedikit pun. Parahnya, jus itu dicampur dengan susu kental manis yang tinggi gula. Hanya makan buah tanpa mengonsumsi makanan lainnya hanya akan membuat kamu kekurangan nutrisi.

Tubuh membutuhkan nutrisi lengkap untuk bisa berfungsi dengan baik, dan semua nutrisi itu nggak bisa didapatkan hanya dengan makan buah. Apalagi jika jus buah ini dicampur dengan susu kental manis, yang ada justru berat badanmu bakal naik. Sama halnya dengan sayuran yang digoreng. Bukannya kamu dapat vitamin, malah menambah lemak dari minyaknya.

10. Kebiasaan memotong makanan bukannya bikin kamu makan lebih sedikit, justru kecenderungannya kamu akan makan lebih banyak dan lebih banyak lagi

jangan terbiasa memotong makanan

jangan terbiasa memotong makanan via pheebsfoods.com

Memotong makanan merupakan kebiasaan sepele yang nggak banyak diperhatikan orang. Memotong makanan menjadi potongan-potongan kecil justru menimbulkan ketertarikan dan minat untuk makan lebih banyak dan terus menerus. Kamu nggak akan terasa kenyang karena menganggap potongan-potongan makanan ini nggak banyak memberikan pengaruh.

Nah, psikologismu lah yang akan diserang. Di mana persepsi bahwa potongan-potongan makanan dianggap akan lebih meminimalisir jumlah yang dimakan, padahal sebaliknya. Uh, sedih, ya 🙁

Kebiasaan-kebiasaan di atas sangat sepele bukan? Tapi setelah tahu dampaknya, kamu nggak boleh lagi menyepelekannya. Segera hentikan dan ubah kebiasaan-kebiasaan sepele tersebut. Semoga usahamu untuk menurunkan berat badan akan lebih lancar dan sukses, ya!

Suka artikel ini? Yuk, follow Hipwee di mig.me!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya