Rasanya jadi agak-agak gimana gitu kalau pasangan lagi krisis keuangan. Mau kasih pinjem, eh… tapi ada yang mengganjal dihati. Mau nggak kasih pinjem, tapi nggak enak juga. Duh, kamu jadi dilema deh gara-gara hal ini. Inginnya memang memberikan bantuan, tapi harus gimana yang biar nggak jadi beban?

Yah namanya juga soal duit, tentu beda jauh sama urusan perasaan. Walaupun sama pasangan, kamu juga nggak jarang buat perhitunngan. Ya ‘kan?

Advertisement

 

1. Jangan menawarkan bantuan dulu sebelum dia cerita jujur ke kamu. Cari tahu mau di ke manakan uang itu

dia memang butuh, tapi kamu harus tahu seperti apa kebutuhannya

dia memang butuh, tapi kamu harus tahu seperti apa kebutuhannya via mashable.com

Kadang kamu bisa tahu dia lagi butuh duit atau nggak dari perilakunya. Misalnya jadi suka puasa, bawa bekal, dan selalu manfaatin wifi. Kamu bisa bertanya ke dia, seperti menyinggung dengan nada bercanda biar nggak marah. Kalau udah jangan paksa dirinya untuk cerita ya, bisa aja kan dia memang belum siap untuk berbagi masalahnya ke kamu.

Tunggu momennya aja, nanti dia juga akan bilang ke kamu. Dari ceritanya nanti dirimu bisa tahu dia butuh duitnya seperti apa, terdesakkah atau masih bisa diatasi dalam beberapa waktu.

2. Kamu berhak kepoin dia sampai mendalam. Kali aja mau beliin kado adek-adekannya

kamu harus kepoin dia

kamu harus kepoin dia via www.cosmopolitan.com

Advertisement

Minjem duit ke pasangan biasanya menjadi pilihan awal saat lagi butuh pinjaman. Kepanikan yang lagi menyelimuti dirinya itu dapat membuatmu langsung inisiatif memberikan bantuan. Padahal kamu sendiri juga belum tahu duitnya akan digunakan untuk apa.

Makanya, kamu perlu nih kepoin dia dulu sampai mendalam biar duit yang kamu kasih pinjam nanti nggak salah sasaran. ‘Kan nggak lucu kalau ternyata dia pinjem duit untuk beliin kado orang ketiga. Hiks!

3. Pacaran sih pacaran. Tapi kamu juga harus tahu dia mau balikin uangnya kapan

harus dibicarain balikin uangnya kapan

harus dibicarain balikin uangnya kapan via www.scoopwhoop.com

Meski kamu memberikan pinjaman ke pacar, tapi harus disertai kejelasan kapan pengembaliannya. Bahkan, kalau bisa sejak awal udah dibicarakan. Apalagi kalau uangnya berjumlah besar, perlu banget tuh dilakukan hitam di atas putih.

Nggak cuma soal waktu pegembalian duit, tapi juga cara balikinnya dengan mengangsur atau tunai. Apalagi kalau statusnya masih pacaran.

4. Bukan cuma cinta dan sayang saja yang sekadaranya, tapi pinjaman berupa uang juga ~

uang juga sekadarnya saja

uang juga sekadarnya saja via josephdominick.photoshelter.com

Kamu tentu tahu kalau dalamnya perasaan nggak ada yang tahu. Walau begitu, sebaiknya sayangi dan cintai pasangan sewajarnya saja dan jangan berlebihan. Untuk perasaan saja seperti itu, apalagi soal meminjamkan uang. Dalam hati kamu memang ingin sekali membantu sepenuhnya, tapi berikanlah sesuai kemampuan.

Jangan kamu paksakan kalau bantuan yang dibutuhkannya nggak sanggup kamu iyakan. Toh yang penting kamu udah membantu dan ikhas meringankan beban hidupnya ‘kan?

5. Kamu patut curiga kalau dia keseringan ngutang. Jangan-jangan, dia matre…

jangan-jangan dia matre

jangan-jangan dia matre via fridaywereinlove.com

Kecurigaan kamu perlu ditunjukkan saat dia jadi krisis keuangan melulu dan minjem duit ke kamu. Bahkan, rasa penasaranmu ini harus ditelusuri kalau dia ternyata nggak cuma minjem uang ke kamu saja. Biar nggak jadi kebiasaan, makanya kamu harus cari tahu kayak gimana kebutuhannya soal duit.

Jangan-jangan kesayanganmu ini matre :”)

Inginnya memang membantu, namun jangan sampai apa yang kamu berikan ini malah membuatnya jadi nggak mandiri. Lagipula nggak menutup kemungkinan juga kalau dia memanfaatkan kebaikanmu ‘kan? Atau bisa saja dia pakai duit pinjeman kamu untuk menyenangkan teman tapi mesranya. Duuuh, syeedih…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya