Siapa yang suka pakai cuka pas makan bakso?

Selain jeruk nipis, asam jawa, atau belimbing sayur, rasa asam juga bisa didapat dari cuka. Cita rasa asam segar yang terkandung dalam cuka lumayan banyak juga penggemarnya. Meski ada beberapa yang nggak suka makanannya ditambahkan cuka, entah karena baunya yang menyengat atau nggak cocok sama rasanya.

Advertisement

Ternyata, cuka nggak cuma satu jenis saja lo. Cuka yang tersedia di pasaran itu cukup banyak jenisnya. Apalagi kalau kamu lihat resep-resep masakan yang ala-ala resto tuh, pasti ada cuka jenis tertentu yang jadi bahannya, dari yang beraroma rempah, buah-buahan, hingga biji-bijian. Biar nggak keliru pakai, yuk kenalan dulu sama aneka macam cuka berikut!

1. Cuka putih atau yang biasa disebut cuka masak ini yang sering dipakai untuk campuran bakso atau acar

Cuka putih ini warnanya bening dengan aroma yang cukup tajam karena berasal dari gula yang difermentasi menjadi alkohol lalu disuling hingga menjadi asam asetat. Orang-orang banyak menyebutnya cuka masak, cuka dapur atau cuka bakso karena sering dicampurkan ke kuah bakso dan dijadikan campuran acar.  Tingkat keasamannya sekitar 5 persen, makanya kalau berlebihan, rasanya nanti jadi agak tajam di lidah. Harganya cukup miring dan mudah ditemukan di pasar tradisional.

2. Cuka apel yang warnanya cokelat kekuningan nggak hanya dipakai untuk masak tapi juga bagus untuk kesehatan kalau rutin dikonsumsi

Cuka ini terbuat dari fermentasi sari atau ampas buah apel. Makanya, rasanya pun mirip buah apel yang manis, kecut, dan segar. Biasa digunakan sebagai campuran salad dressing atau campuran saus tomat dalam hidangan pasta. Kamu pun bisa bikin telur rebus yang utuh dan nggak retak dengan mencampurkan cuka apel ke dalam air perebus, atau pun dipakai untuk marinasi daging agar lebih empuk. Kalau rutin dikonsumsi, cuka apel baik manfaatnya buat tubuh lo!

3. Cuka beras umumnya dipakai di beberapa negara Asia seperti Tiongkok, Korea, Vietnam dan juga di Indonesia. Bisa digunakan untuk beberapa masakan tertentu

cuka beras via thebalancingact.com

Advertisement

Dari namanya, kita bisa tahu kalau cuka ini merupakan fermentasi dari beras. Nggak hanya dari beras putih, hampir semua jenis beras juga difermentasikan menjadi cuka dan masing-masing punya rasa yang unik. Semakin terang warnanya, maka aroma dan rasanya semakin ringan. Aroma dari cuka beras secara umum lebih ringan dari cuka buah atau biji-bijian. Makanya, cuka beras sering dipakai untuk acar, sushi, bumbu tumis, salad dressing dan saus.

4. Cuka yang dibuat dari fermentasi minuman buah anggur (wine) alias cuka anggur sering digunakan pada masakan Eropa atau mediterania

cuka anggur merah dan putih via www.diet-health.info

Ada dua jenis cuka anggur, yakni cuka anggur merah dan cuka anggur putih, tergantung pada wine yang digunakan. Cuka anggur merah punya tekstur yang pekat dan kental, biasanya digunakan untuk marinasi daging merah seperti sapi atau babi agar lebih juicy. Selain itu, cuka ini digunakan juga untuk membuat acar, salad dressing, hingga campuran dessert.

Kalau cuka anggur putih berwarna bening atau kekuningan dengan rasa yang lebih kecut dari cuka anggur merah, biasanya dipakai untuk marinasi daging-dagingan berwarna putih seperti ayam atau ikan. Selain itu juga bisa dipakai untuk campuran saus hollandaise dan saus bearnaise pada masakan Prancis, hingga campuran sup dan aneka masakan stew. Selain itu, cuka ini juga cocok sebagai campuran dalam pembuatan cuka buah atau cuka rempah rumahan

5. Cuka balsamik dikenal sebagai bahan masakan yang serba bisa. Mulai dari tumisan sampai salad buah cocok semua

cuka balsamik via fountainavenuekitchen.com

Cuka ini awalnya ditemukan di wilayah Modena dan Regino Emilia, Italia. Merupakan hasil dari fermentasi white wine varietas Trebbiano yang difermentasi dalam tong kayu selama 3-12 tahun. Warnanya cokelat pekat dengan aroma dan rasa asam cuka yang kuat, manis, dan kompleks. Perpaduan rasa manis dan asam membuat cuka ini cocok dengan segala jenis hidangan, mulai dari tumisan asin, sayur-sayuran, hingga buah-buahan. Sayangnya, cuka balsamik yang tradisional sudah susah didapatkan, jadi kamu bisa coba cuka balsamik campuran yang sudah melalui proses modern.

6. Ada juga cuka buah yang dihasilkan dari buah-buahan dengan kadar gula tinggi seperti beri, tomat, dan ceri

cuka buah via www.nwkidney.org

Cuka buah ini nggak memerlukan perasa tambahan karena sudah mendapatkan asam alami dari buah-buahan. Warna yang dihasilkan juga tergantung dari buah-buahan yang digunakan, misalnya cuka raspberry berwarna kemerahan. Biasanya digunakan untuk salad dressing dan penambah rasa pada saus daging panggang.

Sekarang kamu tahu kan kalau cuka itu nggak cuma yang ada di meja warung-warung bakso aja? Jangan keliru ya kalau misalnya kamu pengen belanja cuka nantinya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya