Punya teman yang bijak dan baik itu memang menyenangkan. Kamu gak pernah ragu bertanya padanya setiap hari, meminta pendapatnya dan mendengarkan saran yang ia berikan. Kapan pun kamu menemui masalah dalam hubungan dengan pacar atau pekerjaan, teman yang bijak selalu bisa kamu andalkan untuk mencari opini kedua yang (mudah-mudahan) baik bagi kamu.

Namun untuk urusan keuangan, kamu harus jadi lebih bijak saat mendengar nasihat dari temanmu, karena kamu yang paling mengerti dengan kebutuhan dan keuanganmu sehari-hari. Berikut ini adalah saran keuangan yang paling sering kamu dengar dari teman-teman yang justru gak boleh kamu ikutin. Apa saja dan kenapa saran-saran tersebut justru tidak baik bagimu? Nih ya Hipwee paparkan alasannya:

1. “Kalau kamu sanggup bayarnya ya udah, beli aja!”

Murah kok cyin via alliedvl.com

Advertisement

Saat nongkrong atau keliling mal sama teman, secara gak sadar kita sering terjabak dalam gaya hidup orang lain, yakni temanmu sendiri. Padahal keuanganmu menggambarkan gaya hidupmu, bukan gaya hidup yang ia jalani. Gak jarang kamu merasa gengsi dan tertekan saat mendengar temanmu bilang, “Udah beli aja, kamu kan ada uangnya” atau “Murah kok, bro ambil aja”. 

Murah dan mahal adalah ukuran kamu, jangan gunakan ukuran mereka. Walaupun kamu ada uang dan sanggup membeli bukan berarti kamu juga harus membeli apa yang temanmu punya. Karena yang kamu beli seharusnya barang yang kamu butuhkan, bukan barang yang teman kamu inginkan kamu juga punya.

2. “Gesek kartu kredit aja… Duit gratis gak dipake …”

Biar letaknya di dompet, ini bukan duit ya

Biar letaknya di dompet, ini bukan duit ya

Gak itu gak gratis, malah kamu harus bayar biaya lebih dan berbunga. Salah satu saran terburuk yang bisa diberikan teman ialah menyemangati kamu untuk pakai kartu kredit. Ia menekankan bahwa bank udah memberikan kamu ‘duit gratis’ buat dihabiskan.

Advertisement

Kalau kamu beneran terpaksa mau pakai kartu kredit untuk sesuatu yang gak kamu sanggup lunasi, pikirkan apakah barang/jasa tersebut beneran kamu butuhkan. Apakah sepadan dengan ditelepon tiap hari oleh penagih dari bank? Apa kamu mau catatan kredit kamu buruk dan pinjaman KPR kamu di masa depan ditolak? Pikir lagi.

 3. “Ngapain lulus cepat-cepat, bayar kuliah mahal malah lulus cepat, nikmati aja dulu, bro!”

Kapan lulus?

Kapan lulus?

Saran yang paling sering diucapkan oleh teman yang punya nasib sama sebagai mahasiswa yang kelamaan di kampus. Mahasiswa Abadi, kalau kata orang. Kuliah untuk mendapatkan ilmu emang hal yang baik. Tapi sampai kapan kamu mau menghabiskan uang (orang tua) untuk membayar biaya kuliah? Uang sebanyak itu mungkin bisa dimanfaatkan buat buka usah kecil-kecilan, lho.

Lagipula, bukankah kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak uang justru bisa datang selepas kamu “bebas” dari kekangan kewajiban di kampus? Dengan ijazah di tangan, kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau. Ingin melamar kerja, bisaaaa. Mau buka usaha sendiri juga silahkan. Nah, terus apa dong faedahnya kelamaan di kampus?

4. “Mau cepat kaya? Invest semua uang kamu di pasar modal…”

Bukan duit instan

Bukan duit instan via www.businessinsider.com.au

Peraturan pertama dalam pasar modal: semua investasi punya resiko. Semakin besar iming-iming keuntungannya, semakin besar pula resiko yang kamu tanggung. Tanpa bermaksud menakut-nakuti, tapi itu artinya kamu gak boleh menyuntikan seluruh uangmu ke pasar modal dengan membeli saham di satu perusahaan.

Coba bayangkan kalau perusahaannya bangkrut atau perusahaan tersebut menipu kamu, lenyaplah sudah uang kamu. Daripada investasi di satu skema pasar modal dan di satu perusahaan, sebarkan dana kamu ke beberapa perusahaan. Satu lagi yang penting: jangan habiskan semua modalmu. Selalu simpan untuk dana darurat.

5. “Hidup cuma sekali, kita traveling ala kaum jetset, yuk!”

Syallala bidu

Syallala bidu

Kapan lagi foya-foya di negeri orang kayak Syahrini?” Hmmm… Ajakan yang menggiurkan but no, thanks.

“Duit bisa dicari, kapan lagi nikmati momen begini?” Tapi bukankah lebih asik menikmati momen sambil menghemat uang? Traveling itu bukan sekedar jalan-jalan, menginap di hotel, makan di restoran mahal dan belanja sepuas perut.

Traveling adalah kepuasan batin saat bertemu dan mencicipi budaya baru, terpesona melihat tempat baru dan berkenalan dengan orang-orang baru. Pada akhirnya traveling akan membuat kamu menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, bukan lebih boros.

6. “Tabung aja semua duit loe, aman gak akan habis!”

Putar uang

Putar uang via www.huffingtonpost.com

Mengeluarkan uang dengan boros itu buruk, tapi menyimpan semua uangmu di tabungan juga gak bagus. Rajin menabung memang sifat yang terpuji, itu adalah salah satu cara untuk menyimpan kekayaan.

Tapi kalau kamu mau maju dan jadi lebih kaya kamu harus bikin uang itu bekerja buat kamu. Mulailah berinvestasi dengan membaca buku-buku pengetahuan, terutama pengetahuan soal bisnis, dan mencari-cari ide bisnis yang nantinya bisa kamu mulai sendiri. Hanya dengan memutar uang lewat usaha atau bisnis, uangmu bisa berkembang dan terus bertambah. Jangan cuma didiamkan di tabungan saja!

Teman kita emang punya hati yang bersih dan hanya ingin kita bahagia, namun kalau dalam masalah uang, (yang kamu cari sendiri dan habiskan untuk dirimu) nanti dulu, Bro! Gak semua saran mereka layak kamu dengarkan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya