Jika disinggung soal penampilan, cewek memang nggak pernah main-main. Bisa dibilang hampir setiap cewek bakal memberikan penampilan terbaiknya, terutama pada busana dan riasan wajah. Tapi, karena pertama kali saat bertemu orang lain yang dilihat dan dinilai adalah wajah, para cewek pun rela berjam-jam meriasnya. Oleh karena itu, berbagai macam kosmetik dengan merek yang berbeda-beda mereka gunakan demi menunjang penampilan.

Padahal, belum tentu semua kosmetik sukses mempercantik wajah. Justru bisa jadi malapetaka buat kulit, terutama kulit wajah.

Hal tersebut memang benar-benar terjadi, buktinya terdapat 7 kasus cewek di dunia (termasuk Indonesia) yang kulitnya rusak gara-gara produk kecantikan. Alih-alih mereka pakai agar wajah dan penampilannya makin terlihat mempesona, tapi malah sebaliknya.

Hipwee Tips sudah merangkumnya untukmu, supaya nantinya lebih berhati-hati. Ini dia…

1. Anna Pursglove benar-benar membuktikan kalau malas membersihkan wajah sebelum tidur bisa berakibat fatal. Begini kronologinya…

kamu males bersihkan wajah via next.liberation.fr

Advertisement

Debu yang menempel dan bekas kosmetik menumpuk bisa jadi bahaya. Jangan sampai wajahmu jadi sarang bakteri, komedo dan jerawat meradang!

Percaya atau tidak, kamu yang malas membersihkan wajah bisa merusak keindahan kulit dengan sendirinya. Hal ini terjadi pada Anna Pursglove yang dengan sengaja nggak bersihkan make-up sebelum tidur karena dia ingin tahu seperti apa wajahnya nanti.

Wanita yang berprofesi sebagai penulis di Daily Mail ini mencoba nggak membersihkan wajahnya selama sebulan dan terbukti memang mengalami kerusakan. Kulitnya jadi kemerahan karena iritasi, muncul jerawat-jerawat kecil, dan kusam. Secara tak langsung, penampilan Anna pun terlihat lebih tua 10 tahun dari usianya sekarang. Belum lagi terdapat fakta kalau kulitnya ini mengalami pigmentasi, pembuluh darah rusak, pori-pori membesar, dan meningkatnya kerutan-kerutan pada wajah.

Proses regenerasi kulit selalu terjadi saat kamu tidur, sehingga elastisitasnya kian terjaga. Daripada membahayakan, jangan lagi deh malas bersihkan wajah!

2. Sah-sah saja kok pakai krim pemutih. Tapi kalau asal dan nggak memperhatikan komposisi UInya, kasus Rahmatiah ini juga bisa menimpamu!

jangan asal tergiur iklan via www.entrepreneur.com

Stop berpikiran kalau wajah cantik itu harus putih! Kulit cantik itu ya kulit yang sehat.

Kejadian ini dialami oleh Rahmatiah yang wajahnya rusak akibat pakai krim pemutih dan penghilang jerawat. Dia tertarik membeli karena ingin memiliki wajah cerah, lalu temannya menyarankan untuk membeli produk pemutih.

Pada akhirnya, dia memilih membeli produk kecantikan tersebut di Pasar Kalindo, Belitung. Wajahnya seketika gosong karena diketahui kosmetiknya mengandung merkuri.

Baca selengkapnya soal komposisi kosmetik di sini, ya!

3. Lebih jelilah memilih produk pelembab wajah, agar kasus kulit wajah melepuh seperti Mooney tak lagi terulang

ruam-ruam via www.dailymail.co.uk

Ada baiknya sebelum membeli produk kecantikan, ketahui dulu jenis kulitmu. Dengan begitu, kamu bisa cari tahu bahan kandungan apa saja yang bisa diterima dan tidak oleh kulitmu. Seperti yang terjadi pada Mooney, wanita ini mengalami perubahan drastis pada wajahnya akibat pakai pelembab wajah dari kosmetik ternama – Clarins. Wajahnya jadi penuh bercak merah dan terlihat seperti terluka.

Setelah ditelusuri, ternyata wanita yang telah berkepala 5 ini alergi terhadap kandungan methylisothiazolinone (MI) pada kosmetik itu. Para ahli pun mengungkapkan larangan penggunaan MI terhadap produk kecantikan, karena tingkat alerginya tinggi.

4. Please, jangan pernah tergiur promo facial murah yang ada di pasaran! Seorang beauty blogger mengalami jerawat parah setelah mencobanya

jangan asal murah! via www.bunbunmakeuptips.com

Facial wajah mestinya jadi salah satu cara untuk mencerahkan dan memuluskan wajah. Sayangnya, cara ini malah merusak wajah seorang beauty blogger dari Singapura – Bun bun. Pemilik blog bunbunmakeuptips.com ini mengatakan pada laman blognya kalau setelah facial dia tak merasakan apa-apa, bahkan malam harinya pun demikian.

Tapi, keanehan mulai muncul keesokan harinya. Yaitu muncul bintik-bintik yang menyerupai jerawat baru tumbuh dan ruam-ruam merah. Ketika dia mendatangi tempat facial-nya, mereka mengatakan kalau hal itu adalah reaksi pada wajah Bun bun karena kulitnya sensitif. Dia pun kembali dan dapat perawatan.

Sayangnya tetap saja tak mengubah penampilan, malah memperparah. Wajahnya pun menjadi sangat berminyak dan benjolannya makin bertambah. Pada akhirnya diketahui kalau bahan-bahan yang digunakan saat facial nggak cocok pada kulit, sehingga wajahnya jadi alergi.

Begini reaksi alergi dari facial yang Bun bun alami:

inilah yang terjadi via www.bunbunmakeuptips.com

Bun bun menyarankan kepada kita semua untuk lebih berhati-hati dalam memilih setiap produk kecantikan, TERMASUK yang disarankan dokter. Konsultasikan secara detail tentang kandungan dan dampak dari produk kecantikan yang kita pilih, agar reaksi alergi dan kulit meradang tak menghantui.

5. Lyn Gregory; kulit tengkuk dan telinga melepuh parah setelah alergi cairan pewarna rambut. Ngeri!

gara-gara pewarna rambut via www.dailymail.co.uk

Selain kosmetik, ada juga produk kecantikan seperti pewarna rambut yang menyebabkan malapetaka. Hal ini dialami oleh Lyn Gregory, sehabis mewarnai rambut, tubuhnya mengeluarkan reaksi di bagian tengkuk dan leher. Tengkuk dan leher wanita yang berasal dari Poole, Dorset, ini memerah, bengkak, melepuh, dan mengeluarkan cairan. Dia mengaku butuh sekitar 8 minggu untuk kembalikan kulitnya seperti dulu.

Pihak perusahaan cat rambut yang digunakan Lyn, Schwarzkopf Live Colour mengaku telah memberikan kompensasi dan mereka pun menyesal tentang reaksi cat rambut yang terjadi pada Lyn.

FYI, sebelumnya Lyn telah memakai produk pewarna rambut dari merek yang sama maupun berbeda, anehnya tak terjadi apa-apa. Baru kali ini saja.

6. Karena tergiur ekstensi atau teknologi memanjangkan bulu mata, mata cantik Louise Jackson jadi korbannya

ekstensi bulu mata via www.vemale.com

Kalau kamu lakukan ekstensi bulu mata palsu buat memperindah area mata, sepertinya perlu dipikirkan kembali. Karena terdapat kisah cukup mengenaskan akibat mencoba memanjangkan bulu mata. Iritasi dan mata bengkak adalah 2 di antaranya.

Adalah wanita bernama Loiuse Jackson yang melakukan ekstensi bulu mata menjelang hari pernikahan. Saat melakukan di salon, Louse dilarang membuka matanya. Nah, setelah ekstensi udah selesai, Louise malah tidak bisa membuka matanya.

Louise mengaku kalau saat itu matanya melekat, sayangnya pihak salon menganggap hal itu wajar karena terjepit semata. Ketika dipaksa membuka, rasa sakit begitu terasa dan dia melihat kalau bulu mata aslinya tercabut. Louise pun berusaha untuk mengobatinya dengan menelepon seorang teman yang merupakan ahli kecantikan. Namun ketika menurutinya untuk gunakan baby oil, mata Louise malah bengkak dan dia memilih pergi ke rumah sakit. Dokter rumah sakit pun mengatakan kalau bola mata Lousie lah yang tergores.

Selain Louise, ada lagi Melanir Beck yang merasakan matanya pedih, sakit, dan memerah. Diketahui kalau lem yang digunakan bikin alergi parah.

7. Obat jerawat bisa bikin kehilangan jabang bayi? Cek kisah satu ini!

bersama sang suami via www.dailymail.co.uk

Sebagai calon ibu, mempunyai anak dari rahim sendiri adalah suatu hal yang ditunggu-tunggu. Sayangnya, kebahagiaan itu ditunda karena kejadian tak disangka, salah satunya gara-gara obat jerawat. Sarah Sharma harus kehilangan jabang bayinya akibat obat jerawat yang dia gunakan. Obat ini dinilai punya efek yang sangat kuat dan nggak cocok buat wanita hamil.

Sebelumnya, sang dokter yang memberikan obatnya ini telah mengecek dan memastikan kalau Sarah tak sedang hamil. Namun, ternyata perkiraannya ini meleset karena janin Sarah masih sangat dini. Dokter pun mengatakan jika tetap dibiarkan, sang jabang bayi akan mengalami masalah serius pada jantung dan jadi abnormalitas. Meski diberikan ganti rugi, tetap saja calon bayi yang dinanti-nanti ini nggak bisa hadir kembali.

Jerawat yang dialami Sarah dianggap terlalu banyak dan mengganggu, oleh karena itu dia minta untuk diobati dengan obat yang mengandung bahan Isotretinoin – katanya ampuh buat jerawat. Sayangnya jenis obat itu memang nggak baik buat ibu hamil karena dapat membahayakan jabang bayi. Sarah sendiri telah memakai obat itu sekitar 1 minggu, lalu mulai merasa nyeri dan kram perut.

Pihak rumah sakit pun berikan kebijakan baru, yaitu obat-obatan tertentu bisa dikonsumsi dengan sebelumnya dilakukan tes kehamilan atau tes lainnya dalam jeda waktu 1 bulan agar tak terjadi lagi.

Kasus-kasus yang terjadi akibat penggunaan produk kecantikan ini bisa jadi pelajaran berharga buatmu. Oleh karena itu, sebelum menggunakannya, ada baiknya kamu ketahui dulu jenis kulit dan komposisi apa saja yang ada di dalam produk kecantikan itu.

Seperti kisah Asmida pada artikel sebelumnya yang bisa kamu jadikan pembelajaran berharga selamanya. Hati-hati ya, Girls 🙂

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya