Deodoran selalu jadi andalan untuk mengatasi keringat yang berlebih. Dengan memakai deodoran rasanya kita sudah bisa terbebas dari bau badan dan keringat yang ngecap di pakaian. Padahal fungsi deodoran sama sekali bukan mencegah atau menahan munculnya keringat, lho! Deodoran dioleskan pada bagian tubuh tertentu untuk mencegah bau badan yang disebabkan oleh bakteri.

Karena faktanya pakai deodoran itu nggak bisa sembarangan dan buat mencegah bau ketek doang, berikut Hipwee Tips sajikan apa sih deodoran dan bagaimana sih cara kerjanya bagi tubuhmu?

1. Deodoran dan antiperspirant itu beda. Mulai sekarang, jangan asal pilih dan suka saja

Ini deodoran apa bukan? via huffingtonpost.com

Jika kamu termasuk orang aktif yang memiliki keringat berlebih, maka seharusnya kamu menggunakan antiperspirant, bukan deodoran. Antiperspirant menghentikan lonjakan keringat, sementara deodoran hanya melapisi bagian tubuhmu dengan wewangian.

Kalau tujuanmu untuk mengurangi jumlah keringat yang mengucur, maka deodoran bukanlah pilihan yang tepat.

2. Hanya menggunakannya di bawah lengan, padahal bagian tubuh lain yang sering terlipat juga butuh deodoran

Advertisement

Bagian bawah lutut juga perlu deodoran via emtalks.co.uk

Kebanyakan orang mengira bahwa deodoran memang diciptakan untuk melindungi dan membuat ketek jadi lebih wangi. Padahal deodoran juga bisa digunakan pada anggota tubuh lain, lho!

Misalnya saja di bagian belakang lutut, atau yang lebih penting lagi di paha bagian dalam untuk memebantu mencegah terjadinya iritasi pada kulitmu.

3. Jangan langsung mengoleskan deodoran setelah bercukur, kalau tidak ingin rasa perih mendera

Bercukur via huffingtonpost.com

Setelah bercukur, kulitmu biasanya akan iritasi atau paling tidak terasa sedikit lebih sensitif. Jika kamu mengoleskannya secara langsung usai bercukur, pasti kamu akan merasakan perih yang lumayan di daerah tersebut. Lebih baik memberi jeda beberapa saat setelah bercukur, baru kemudian mengoleskan deodoran.

4. Mengoleskan deodoran setelah mulai berkeringat adalah hal percuma, bagai memaksa bubur untuk menjadi nasi lagi 🙁

Ketek berkeringat via reference.com

Memakai deodoran akan jadi percuma kalau kamu memakainya setelah keringat itu muncul di tubuhmu. Bau badan sudah telanjur menyerangmu dan tidak mudah untuk menghilangkannya jika sudah seperti itu. Deodoran harusnya kamu gunakan sesaat setelah selesai mandi, sehingga dapat berfungsi untuk mencegah bau badan akibat keringat berlebih.

5. Menggunakan deodoran terlalu banyak, padahal nggak ada hubungannya juga dengan tingkat kewangian tubuhmu

Menggunakannya terlalu banyak via huffingtonpost.com

Mengoleskan deodoran terlalu banyak pada bagian tubuhmu justru bisa berdampak kurang baik pada kulitmu. Cukup satu atau dua olesan saja kalau ingin menggunakan deodoran. Toh sudah cukup wangi ‘kan?

6. Memilih yang baunya terlalu agresif malah bisa bikin bau badanmu jadi aneh. Begini penjelasannya…

jangan terlalu nyengat via jobwiser.si

Karena semua produk yang kita pakai sudah ada wewangiannya, dari mulai sampo, sabun, sikat gigi dan parfum. Bayangkan kalau kamu memilih bau deodoran yang terlalu agresif, bau itu akan berkompetisi dengan semua bau yang sudah kamu pakai. Hasilnya bau badanmu malah jadi aneh karena kombinasi semua bebauan dari produk-produk yang kamu gunakan.

7. Tidak tahu bagaimana cara menghilangkan noda bekas deodoran di baju adalah kesalahan fatal. Sayang bajunya!

Noda deodoran yang nggak bisa hilang via getdeogo.com

Menghilangkan noda bekas deodoran memang sulit-sulit gampang dilakukan. Untuk hasil yang lebih efektif kamu sebaiknya menggunakan sikat gigi untuk menyikatnya.

Jika noda itu sudah telanjur membandel, gunakan cuka putih atau cairan spiritus sebagai pengganti detergen untuk mencucinya.

Lalu, ada berapa kesalahan yang ternyata selama ini kamu lakukan?

Suka artikel ini? Yuk, follow Hipwee di mig.me!