Kamar tidur merupakan area pribadi yang menjadi tempat beristirahat setelah seharian lelah beraktivitas. Bukan hanya sebagai tempat untuk tidur, kamar juga kerap menjadi area belajar, bekerja atau sekadar leyeh-leyeh saja menghabiskan waktu. Kamar yang rapi dan bersih tentu jauh lebih bikin betah daripada kamar yang sumpek dan berantakan kan? Malas membersihkan kamar bukan saja cenderung membuat kamu tak nyaman, tapi juga bisa jadi sarang kuman penyakit dan tungau. Hii!

Kamar yang sumpek, lembap dan jarang dibersihkan memang berisiko jadi rumah bagi tungau. Nggak cuma jadi ‘penghuni’ tambahan di kamarmu, tungau juga berisiko menimbulkan banyak reaksi alergi yang berbahaya bagi kesehatan. Apa saja sih tandanya kalau ada tungau di kamarmu dan bagaimana mengatasinya? Yuk simak ulasan Hipwee Tips kali ini!

1. Berdasarkan banyaknya spesies tungau yang ada, gejala akibat gigitan tungau pun bisa beragam lho

Gigitan tungau pada umumnya

Advertisement

Dilansir dari alodokter.com, Sarcoptes scabiei, tungau debu rumahan, dan Demodex merupakan jenis tungau yang paling umum dijumpai melekat dan mengiritasi kulit di beberapa bagian tubuh. Beberapa jenis tungau lainnya, seperti tungau burung, tungau tikus, tungau babi, dan tungau jerami juga diketahui dapat melekat pada kulit. Gigitan mereka dapat menimbulkan gatal serta iritasi, atau sekadar menyebabkan kulit kering. Duh, nyebelin banget kan?

2. Tungau merupakan serangga parasit yang bisa hidup pada seorang individu, yang kemudian menyerang tubuh dan mengisap darah individu yang dijangkitinya itu

Dengan ukuran panjang tubuh kira-kira 2,3-3,6 mm (kecil banget!), tungau dapat hidup pada pakaian dan perabot rumah tangga, terutama seprai tempat tidur milik individu yang terjangkit tungau. Ia baru akan berpindah ke tubuh manusia sebagai inang barunya saat sudah dewasa dan mulai memasuki fase kebutuhan untuk makan. Karena sifat alami ini, tungau jarang terdeteksi pada permukaan kulit, sehingga penderita bingung mengenai penyebab iritasi kulit yang dialaminya. Hayo, yang biasa garuk-garuk parah saat malam hari patut curiga nih karena mereka memang paling aktif saat malam hari.

3. Ternyata di permukaan sofa atau bantal yang ada di rumah kamu bisa ada setidaknya sekitar 2 juta tungau yang hidup. Lalu bagaimana tungau tersebut bisa hidup?

Hii, serem! via travel.tribunnews.com

Dilansir dari halosehat.com, tungau juga hidup dari mengonsumsi serpihan kulit manusia. Secara ilmiah, tubuh manusia selalu berkeringat hampir setiap saat. Ketika berkeringat, sel-sel kulit mati manusia akan terkelupas dan tertinggal di tempat-tempat manusia berada, seperti misalnya di tempat tidur, sofa, bantal, dan karpet. Nah, kalau jarang dibersihkan, sel-sel kulit mati yang menempel di tempat-tempat tersebut akan dimakan oleh tungau dan menyebabkan perkembangan tungau menjadi sangat pesat.

4. Bahaya tungau juga bisa kita jumpai dari kotoran yang dihasilkan oleh tungau tersebut. Saat tungau mengeluarkan kotoran, kotoran tungau tersebut akan bercampur dengan debu

Kotoran tungau juga bahaya lho! via hydroclean.id

Advertisement

Saat debu yang telah bercampur dengan kotoran tungau itu beterbangan, debu tersebut akan menginfeksi manusia dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, tepatnya reaksi alergi, misalnya asma, pilek dan bersin atau gatal-gatal. Terlebih yang memang sudah ada bakat alergi, ini bakal memperparah kondisi kamu.

5. Untuk menghindari kamarmu jadi sarang tungau, bisa dimulai dengan meminimalkan bahan yang disukai oleh tungau

Tungau sangat suka di kapuk dan di karpet via www.pressofatlanticcity.com

Tungau sangat menyukai tempat-tempat seperti kasur, bantal dan sofa yang terbuat dari kapuk. Jika memungkinkan, ganti kasur, bantal dan sofa kamu menggunakan bahan dari busa atau dakron. Seandainya terpaksa, penggunaan benda-benda menggunakan kapuk masih bisa dilakukan, namun sebaiknya gunakan pembungkus plastik sebelum melapisinya menggunakan seprai. Hindari pula penggunaan karpet di kamar tidur karena bisa jadi debu bercampur tungau akan menginfeksi kamu ketika tidur.

6. Sulit mengidentifikasi tungau karena ukurannya yang sangat kecil. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengecek apakah ranjangmu dihuni tungau atau tidak adalah melakukan beberapa hal berikut ini

Harus jeli nih pas ngecek via tipsbangneo.blogspot.com

Memadamkan semua lampu dan mengecek permukaan dan pinggiran kasur dengan menggunakan flashlight bisa dilakukan untuk mengidentifikasi, apakah di kasurmu dihuni tungau atau tidak. Selain itu kamu pun bisa memasang lem double tape berperekat kuat untuk menjebak para tungau yang berseliweran di kasur. Cara ketiga adalah dengan mengecek sela-sela atau bawah kasur. Mereka selalu mencari celah untuk menghindari paparan cahaya. Nah, kumpulan tungau ini kadang meninggalkan semacam sisa-sisa atau serpihan di sudut kasur, bawah kasur atau di bantal. Serpihan berupa kulit atau kerangka tungau tersebut bisa kamu cari dan saat kamu mencurigai sisa-sisa serpihan kerangka tungau, jangan ragu untuk segera membersihkannya.

7. Untuk membasmi tungau kamu wajib rajin-rajin bebersih. Salah satunya dengan nggak malas jemur kasur serta perintilannya

Jangan malas jemur kasur, Gaes! via www.dekoruma.com

Tungau pada umumnya nggak tahan dengan panas. Jadi salah satu cara paling praktis untuk membasmi dan mencegah tungau menyerang kamarmu adalah dengan rajin menjemur kasur, bantal, guling, bedcover dan boneka-bonekamu di bawah sinar terik matahari dan digebuk-gebuk dengan penggebuk debu. Lakukan ini minimal seminggu sekali agar kamarmu selalu aman dari tungau. Kamu juga nggak boleh malas mengelap perabotan dan meja kursi dengan lap basah serta mengepel basah kamar sampai ke kolong meja, kasur dan sudut-sudut berdebu.

8. Cara lain menghilangkan tungau adalah dengan mencuci semua perlengkapan rumah yang mungkin menjadi sarang tungau dengan air panas

Cuci dalam air panas agar tungaunya bisa mati via www.presscleaners.com

Mulai dari bantal, guling, sprei, selimut, karpet, hingga slip cover sofa bisa kamu cuci bersih di dalam air panas agar tungau mati. Kamu pun bisa menambahkan deterjen anti bakteri agar tungau tidak kembali bersarang lagi serta pastikan kamu mencuci perlengkapan tersebut secara rutin. Setelah mencuci, jangan lupa untuk menjemur semuanya sampai benar-benar kering agar tidak lembap dan apek. Perlu kamu tahu, tungau suka hidup di tempat yang lembap lho! Yuk, anak kos yang suka malas mengganti seprai, stop deh kebiasaan ini agar kamu nggak berbagi kasur dengan tungau!

9. Kondisikan suhu dan kelembapan ruangan pada titik yang ideal. Pastikan kamarmu nggak terlalu lembap atau terlalu gelap

Rajin jaga kebersihan dan menjaga ventilasi ruangan agar tetap sejuk dan kering via www.pexels.com

Tungau dapat berkembang biak dengan sangat cepat  di dalam ruangan yang gelap, hangat, berdebu dan juga lembap. Untuk mencegah hal tersebut,usahakan untuk rajin membuka jendela kamar agar udara dan sinar matahari bisa masuk ke dalam ruangan. Sirkulasi udara penting agar kamarmu nggak lembap dan jadi sasaran empuk tungau dan kuman bakteri.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan apakah kamarmu sekarang sedang dihuni tungau atau nggak? Yuk lebih rajin menjaga kebersihan kamar supaya kesehatan tetap terjaga. Nggak mau kan kamu bolak balik batuk atau bersin, gara-gara kamarmu dimeriahkan tungau nakal? Apalagi kalau kulitmu juga sampai iritasi dan alergi gara-gara tungau. Ugh, nggak mau kan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya