6 Pertimbangan Penting Sebelum Adopsi Hewan. Sama Kayak Punya Anak

Biar kamu nggak asal pelihara aja dan ternyata malah nyakitin hewannya

Di masa pandemi ini, siapa yang suka kepikiran pengin adopsi hewan karena kesepian atau bosan? Apalagi kalau habis lihat video hewan lucu, pasti makin kepengin. Emang gampang banget, ya, gemes sama mereka. Di sisi lain, adopsi hewan bakal tetap jadi keputusan yang sulit karena mereka bukan buat dilihat lucunya doang. Hewan tetap makhluk hidup yang perlu dirawat dengan baik sehingga butuh komitmen besar.

Advertisement

Mungkin kamu merasa siap buat elus-elus atau peluk peliharaan kamu, tapi, apa kamu punya cukup waktu, ruang, dan uang untuk mereka? Jadi, apa aja, nih, yang harus dipertimbangkan sebelum adopsi hewan?

1. Pastikan dirimu benar-benar siap berkomitmen

Anak Kucing Aneka Warna

Beragam Jenis Anak Kucing | Photo by Pixabay from Pexels via www.pexels.com

Hewan butuh makan, minum, main, dan masih banyak lagi setiap harinya. Yakin kamu punya waktu dan energi yang memadai untuk melatih dan merawat mereka? Kamu nggak bisa seenaknya meninggalkan hewan peliharaan kamu saat sibuk atau capek, lo. Hayo? Kalau kamu ragu, artinya kamu perlu memikirkan keputusan kamu lagi, tuh~

2. Cocokkan karakteristik hewan dengan gaya hidupmu

Kucing dan Anjing

Kucing dan anjing akur bersahabat | Photo by Snapwire from Pexels via www.pexels.com

Kalau kamu memilih berdasarkan tingkat keimutannya, takutnya malah jadi pilihan yang nggak tepat! Sifat hewan itu berbeda-beda. Ada yang aktif, clingy, suka menyendiri, dan masih banyak lagi. Jangan sampai kamu telantarkan karena nggak sesuai dengan apa yang kamu inginkan.

Advertisement

Kalau kamu seringnya aktif di luar rumah, kamu bisa coba pelihara hewan yang less needy, kayak ikan atau hamster. Kalau kamu lebih punya banyak waktu, kamu bisa merawat anjing atau beberapa jenis kucing yang enerjik. Needy atau enggak, bukan berarti kamu bisa seenaknya mengabaikan mereka, ya. Kamu harus tetap memberikan mereka sedikit waktu kamu.

Jangan lupa, bulu anjing dan kucing juga sering rontok. Kalau terbiasa sama rumah yang bersih, yakin kamu bisa menyesuaikan diri dengan rumah yang “berbulu”? Kenali dulu tipe atau jenis hewan yang kamu minati, dan jangan stuck sama satu jenis hewan aja! Tetaplah terbuka untuk berbagai pilihan, karena pada akhirnya, kamu perlu memilih hewan yang bisa kamu handle. 

3. Jangan lupa, cocokkan juga dengan lingkunganmu

Seseorang Memegang Hamster

Seseorang memegang hamster dalam tangannya | Photo by Lucas Pezeta from Pexels via www.pexels.com

Advertisement

Lingkungan jadi salah satu masalah yang suka dilewatkan, nih. Misalkan kamu tinggal di apartemen, kamu nggak bisa sembarangan membawa hewan masuk dan perlu meminta izin terlebih dahulu. Kalau nggak dapat izin, bisa-bisa peliharaan kamu dikembalikan atau ditinggalkan gitu aja. Pikirkan juga masalah suara. Pas kamu kerja seharian, yakin peliharaanmu enggak akan berisik? Gimana kamu ngatasinnya kalau mereka mengganggu tetangga?

Kamu pun perlu keep in mind kalau anjing suka ruangan luas untuk berlarian, kucing dan hewan yang lebih kecil membutuhkan lebih sedikit ruang, dan ayam dan bebek akan membutuhkan tempat berlindung di luar ruangan dan tempat untuk berkeliaran. Banyak banget, kan, pertimbangannya? Hewan apa pun yang kamu pilih nantinya untuk dibawa pulang, pastikan kamu sudah mengevaluasi ruang yang bisa kamu sediakan untuk mereka, ya!

4. Edukasi diri soal apa yang baik dan buruk untuk hewan

Dua Kelinci Makan Rumput

Dua kelinci yang sedang makan rumput | Photo by Pixabay from Pexels via www.pexels.com

Ada baiknya kamu mencari tahu terlebih dahulu kebutuhan calon hewan peliharaanmu agar nantinya mereka nggak stres. Sampai sekarang, masih banyak konsepsi yang salah terhadap hewan peliharaan, yang malah membuat mereka nggak bisa hidup dengan nyaman.

Misalnya, kalau kamu mau pelihara hamster, kamu tidak perlu takut mereka kesepian. Hamster adalah hewan yang teritorial sehingga lebih baik ia hidup sendiri. Untuk masalah space, masih banyak orang yang membelikan hamsternya kandang yang imut dan kecil. Padahal, ruangan sempit malah dapat memicu stres pada hamster. Menurut Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals, kandang hamster sekecil-kecilnya harus berukuran 30x15x15 inci (75x40x40 sentimeter).

Masih banyak lagi fakta-fakta tentang hewan peliharaan yang pastinya harus kamu riset terlebih dahulu, seperti anjing dan kucing yang nggak boleh diberi makan anggur, kismis, atau cokelat. Mau mencari tahu tentang teman-teman berbulu kita menunjukkan komitmen dalam memelihara mereka dan menandakan kalau kita sayang dan peduli sama mereka. Pastinya kita ingin hewan peliharaan kita sehat dan bisa bertumbuh dengan baik, kan?

5. Amankan isi dompetmu untuk biaya perawatan

Hewan Sedang Diperiksa

Hewan Sedang Diperiksa Dokter | Photo by Mikhail Nilov from Pexels via www.pexels.com

Biaya untuk hewan peliharaan kita harus selalu jadi prioritas utama. Banyak banget, lo, orang yang harus melepaskan hewan peliharaan mereka karena pengeluaran yang tinggi. Perawatan dokter, proses sterilisasi, grooming, makanan, vitamin, training, mainan, dan itu belum semua. Biaya ini masih bisa bertambah dengan cepat sesuai kebutuhan.

Mengutip dari Paw Indonesia, biaya perawatan untuk anjing per bulannya berkisar antara Rp 740.000-Rp 1.900.000. Untuk kucing, berkisar antar Rp500.000-Rp1.000.000 per bulan. Sementara untuk hewan peliharaan yang lebih kecil butuh biaya sekitar Rp300.000-Rp800.000 per bulan. Itu belum termasuk pengeluaran tidak rutin seperti suplemen dan vitamin seharga Rp 200.000-Rp 350.000 dan mainan beserta aksesoris yang sifatnya opsional.

Jangan lupa, di masa awal pemeliharaan, perlu dilakukan pengecekan medis tahap awal dengan kisaran harga Rp 150.000-Rp 200.000. Teman berbulu kita juga harus divaksin lengkap yang memerlukan biaya sebesar Rp 200.000-Rp 350.000. Belum lagi proses sterilisasi untuk jantan seharga Rp 350.000-Rp 600.000 per ekor dan untuk betina seharga Rp 700.000-Rp 1.000.000.

Nah, lo. Udah berhasil bikin dompet kamu menjerit belum, nih?

6. Persiapkan diri untuk menjaga mereka sepanjang hidupnya

Dua Anak Anjing

Dua Anak Anjing Bermain | Photo by Chevanon Photography from Pexels via www.pexels.com

Gimana? Apa kamu masih berniat untuk memelihara hewan atau prosesnya terlalu ribet untuk kamu? Pertimbangan-pertimbangan berat yang sudah disebutkan di atas membantu kamu untuk berkomitmen jangka panjang untuk merawat hewan peliharaan seumur hidupnya. Lama? So pasti, karena rata-rata hidup hamster 2-3 tahun, kelinci 8-12 tahun, anjing 10-15 tahun, dan kucing 20 tahun.

Bakalan seru banget, sih, berbagi hidup sama hewan peliharaan kamu! Perlu diingat, itu cuma akan terealisasi kalau kamu bersedia dalam hal waktu, uang, tanggung jawab, dan kasih sayang yang diperlukan demi kehidupan hewan peliharaan.

Untuk bisa menemukan hewan peliharaan yang tepat, kamu butuh kesabaran. Ada baiknya, kan, menunggu yang “sempurna” itu datang? Nggak perlu buru-buru menyerah kalau hewan-hewan yang kamu minati belum cocok sama kamu. Percaya, deh. Suatu saat, kamu pasti bakal senang banget kalau kamu tahu kamu berhasil kasih rumah yang nyaman untuk calon peliharaan kamu nanti.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE