6 Bahaya Pewarna Makanan Bagi Kesehatan Sesuai Jenisnya. Hati-hati, ya!

Bahaya pewarna makanan bagi kesehatan

Pewarna makanan kerap kali digunakan untuk menambah penampilan makanan agar menarik untuk dimakan. Biasanya penggunaan pewarna makanan juga tertera pada kemasan makanan yang kamu beli. Dilansir dari Healthline, tingkat konsumsi pewarna makanan buatan telah meningkat 500% dalam 50 tahun terakhir, dan anak-anak adalah konsumen terbesar.

Advertisement

Namun, perlu kamu ketahui bahwa di balik cantiknya warna makanan yang ingin kamu beli tersebut rupanya terdapat bahaya pewarna makanan bagi kesehatan. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut apa saja sih jenis pewarna makanan yang berbahaya dan apa dampaknya bagi kesehatan, simak penjelasan berikut ini, ya!

1. Tartrazine dapat menyebabkan alergi, insomnia, hingga kerusakan kromosom

Tartrazine | Credit: Foto oleh Akshat Soni dari Pexels

Pewarna makanan tartrazine atau yellow 5 menghasilkan warna kuning yang menarik pada makanan, inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk memakannya. Sayangnya, di balik menariknya warna kuning yang cantik tersebut, terdapat dampak yang tidak baik untuk kesehatan. Jika mengonsumsi makanan yang mengandung pewarna makanan ini, maka dapat menimbulkan gangguan kesehatan, seperti alergi, insomnia, asma, penyakit limfoma, dan kerusakan kromosom.

Selain itu, efek negatif yang terjadi apabila pewarna makanan tartrazine ini dikonsumsi berlebihan oleh anak akan mengakibatkan terhambatnya penyerapan zink sehingga menyebabkan penurunan pertumbuhan, meningkatkan risiko infeksi dan flu, melemahnya memori atau daya ingat, hingga dapat menurunkan konsentrasi.

Advertisement

2. Biru berlian bisa menimbulkan kerusakan sel saraf dan kanker

Biru Berlian | Credit: Foto oleh Foodie Factor dari Pexels

Pewarna makanan biru berlian atau yang kerap disebut dengan blue 1 ini biasanya terdapat pada camilan ataupun permen. Meskipun bernama biru berlian, tetapi pewarna makanan ini bisa terdapat pada makanan yang tidak terlihat berwarna biru sekalipun. Kelebihan konsumsi makanan yang mengandung pewarna makanan biru berlian ini juga akan berdampak negatif pada kesehatan, seperti kerusakan sel-sel saraf dan kanker, alergi, kerusakan kromosom, hingga dapat menimbulkan perubahan perilaku.

3. Allura red, pewarna makanan merah ini bisa menimbulkan gangguan hiperaktif pada anak

Allura Red | Credit: Foto oleh ROMAN ODINTSOV dari Pexels

Pewarna makanan Allura red atau Red 40 ini merupakan salah satu pewarna makanan yang paling sering dikonsumsi. Adapun bahaya pewarna makanan ini untuk kesehatan adalah dapat menyebabkan reaksi alergi yang disebut hipersensitivitas. Selain itu, pewarna makanan ini juga dapat meningkatkan hiperaktif pada anak. Biasanya Allura red terdapat pada makanan yang dipanggang, sereal, minuman, dan permen.

4. Pewarna karamel, berdampak negatif karena mengandung kontaminan penyebab kanker

Cola | Credit: Photo by Daniel Santiagø on Unsplash

Meskipun sepertinya karamel adalah makanan yang enak, tetapi ternyata berbeda dengan pewarna karamel. Pewarna makanan yang satu ini biasanya digunakan pada permen atupun cola. Adapun efek samping yang akan kamu rasakan tergantung pada varian pewarna karamel apa yang kamu makan. Namun, pewarna karamel ini ketika diproduksi bersama dengan amonia akan mengandung kontaminan penyebab kanker, yaitu 2-methylimidazole (2-MI) dan 4-methylimdiazole (4-MI).

Advertisement

5. Sunset yellow dapat menyebabkan alergi hingga dapat memicu munculnya tumor testis

Sunset Yellow | Credit: Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels

Pewarna Sunset yellow atau Yellow 6 disinyalir dapat memicu munculnya tumor testis atau adrenal. Selain itu, jika dikonsumsi secara berlebihan juga akan menyebabkan hiperaktif, asma yang parah, dan dapat meningkatkan kegelisahan.

6. Rhodamin B dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan

Rhodamin B | Credit: Photo by @U11116 from Pixabay

Pewarna makanan Rhodamin B adalah pewarna tekstil yang kerap kali disalahgunakan untuk pewarna makanan. Tentu saja, pewarna makanan ini adalah pewarna makanan ilegal. Jika kamu tak sengaja menyentuhnya langsung, maka akan menyebabkan iritasi pada kulit. Tetapi jika kamu memakan makanan yang mengandung pewarna makanan ini, maka dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaanmu.

Tak apa jika sewaktu-waktu makan makanan yang mengandung bahan pewarna buatan, tapi jika berlebihan, waspada dampak buruknya bagi kesehatan, terutama pada anak-anak. Akan lebih baik jika menggunakan bahan pewarna makanan dari bahan-bahan alami yang sudah pasti aman dan minim risiko.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE