7 Cara Mengatur Uang Bulanan Mahasiswa. Bisa Nabung dan Lebih Hemat

Cara mengatur uang bulanan mahasiswa

Semasa sekolah mungkin kamu belum dihadapkan dengan persoalan keuangan karena rata-rata masih diberi uang saku harian dan tinggal dengan orang tua. Biasanya, memasuki dunia kuliah, banyak anak yang mulai dipercaya untuk hidup mandiri di kos. Masa kuliah ini menjadi momen bagi anak kos untuk bisa mengatur uang saku dari orang tua untuk memenuhi segala kebutuhan.

Advertisement

Nggak selalu berjalan mulus, kadang masih ada yang bingung dalam mengatur keuangan supaya pengeluaran nggak membengkak. Nah, kali ini Hipwee akan memberikan beberapa cara mengatur keuangan yang bisa dicoba untuk para mahasiswa. Kira-kira apa saja ya yang bisa dilakukan? Yuk simak ulasan berikut!

1. Kamu bisa mulai dari menentukan apa saja yang menjadi sumber pemasukan

Sumber pemasukan | Photo by Sharon McCutcheon on Unsplash

Biasanya para mahasiswa masih mendapatkan uang saku dari orang tua untuk biaya hidup dan keperluan sehari-hari. Selain itu, mahasiswa yang mendapatkan beasiswa biasanya juga mendapatkan uang saku per bulan atau beberapa kali dalam satu tahun. Nah, kedua hal ini yang menjadi sumber pemasukan bagi para mahasiswa. Kamu juga bisa memperluas sumber pemasukan dengan mengambil pekerjaan paruh waktu yang nggak mengganggu waktu kuliah dan belajar.

Misalnya, kamu mengambil pekerjaan menjadi freelancer. Freelance ini juga terbilang luas, kamu bisa menjadi freelance graphic designer, freelance writer dan masih banyak lagi. Selain itu, kamu juga bisa mengajukan diri menjadi asisten dosen, pekerja paruh waktu di bagian administrasi kampus dan juga guru les privat. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan lebih banyak sumber pemasukan tanpa merepotkan orang tua dan nggak menyita waktu belajar.

Advertisement

2. Setelah itu, tentukan juga apa saja yang menjadi sumber pengeluaranmu

Sumber pengeluaran | Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Setelah mencatat dari mana saja sumber pemasukanmu, kamu juga perlu mencatat hal apa saja yang menjadi sumber pengeluaran setiap bulan. Misalnya, membayar sewa kos, pulsa telepon dan internet, biaya kuliah, uang transportasi, uang makan, uang untuk keperluan sehari-hari di kos (detergen, sabun, pasta gigi, dan lain-lain), uang pembelian buku, fotokopi, print dan juga alat tulis.

Catat semua pengeluaran bulananmu secara rinci dan detail supaya kamu tahu besaran biaya yang harus kamu keluarkan dalam satu bulan.

3. Susun rencana anggaran pengeluaran supaya kamu tahu detail alokasinya

Anggaran pengeluaran | Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Selanjutnya, kamu bisa membuat rencana anggaran keuangan atau membuat pos untuk masing-masing pengeluaran. Hal ini untuk mencegah sumber pemasukanmu terpakai untuk hal lain yang sifatnya kurang perlu. Kamu bisa menggunakan amplop dan beri nama masing-masing pengeluaran supaya keuangan lebih tertata. Kalau mau yang versi digital, kamu bisa menggunakan bantuan aplikasi keuangan yang kini sudah banyak tersedia.

Advertisement

4. Kamu juga bisa menyisihkan sedikit dari pemasukanmu untuk ditabung

Anggaran menabung | Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash

Terdengar klasik, tapi menabung memang memiliki banyak manfaat dan berguna untuk menjaga keuangan bulanan kita. Kamu bisa menyisihkan sedikit dari sumber pemasukanmu untuk ditabung atau ketika kamu menerima uang dari sanak saudara, sisihkan sebagiannya untuk ditabung. Kamu bisa menabung dengan cara konvensional menggunakan celengan atau menabung di bank.

Tabungan ini bisa membantu untuk mencapai tujuan yang kamu inginkan. Misalnya, kamu pengin mengganti laptop atau membeli printer, kamu bisa buat target menabung untuk beberapa bulan agar bisa membelinya tanpa perlu mengeluarkan uang banyak dalam waktu satu waktu.

5. Jangan lupa juga untuk alokasikan dana darurat. Penting kalau ada keperluan mendesak

Dana darurat | Photo by NeONBRAND on Unsplash

Selain menabung, kamu juga bisa menyisihkan sumber pemasukanmu untuk dana darurat. Yup, dana darurat dan tabungan ini berbeda lo. Tabungan biasanya diperuntukkan untuk mencapai beberapa tujuan yang sudah kamu tetapkan dari awal. Sedangkan dana darurat adalah dana cadangan yang digunakan ketika ada keperluan atau kebutuhan yang mendesak agar nggak mengganggu pos pengeluaran bulananmu.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tabungan bisanya digunakan ketika kamu hendak mencapai tujuan tertentu, misalnya membeli laptop atau ponsel. Sedangkan dana darurat akan berguna ketika kamu berada di kondisi mendesak, misalnya kendaraanmu mengalami kerusakan atau mogok di jalan. Kamu bisa menggunakan dana darurat untuk memperbaiki kendaraanmu ke bengkel.

6. Manfaatkan kartu mahasiswa untuk mendapatkan potongan harga di minimarket atau restoran

Kartu mahasiswa | Photo by Avery Evans on Unsplash

Siapa bilang kartu mahasiswa hanya berguna untuk masuk ke perpustakaan kampus? Kamu juga bisa memanfaatkan kartu mahasiswa untuk mendapatkan potongan harga ketika berbelanja kebutuhan di minimarket atau supermarket. Biasanya, pusat perbelanjaan di sekitar kampus kerap memberikan promo atau diskon untuk para mahasiswa.

Selain minimarket, kamu juga bisa memanfaatkan kartu mahasiswa untuk mendapatkan potongan harga di restoran. Lumayan kan, jadi bisa menghemat pengeluaran dan dananya bisa kamu alokasikan ke tabungan atau dana darurat.

7. Terakhir, kamu juga perlu bijak mengelola keinginan dan mengendalikan pembelian yang sifatnya impulsif

Kendalikan diri | Photo by freestocks on Unsplash

Ini dia tahapan yang paling sulit di antara lainnya karena kita harus berperang dengan diri sendiri. Ketika sudah menetapkan rencana anggaran, kadang ada saja godaan untuk membeli sesuatu yang sifatnya impulsif. Kalau sudah begini, kamu harus mengingat lagi apa yang sedang menjadi prioritasmu. Kamu boleh kok sesekali berbelanja ke mal atau berkunjung ke coffee shop untuk menghilangkan penat, tetapi kalau setiap hari pengeluaranmu akan membengkak lo 🙁

Nah, itu dia beberapa cara untuk mengatur uang bulananmu supaya pengeluaran bisa terkendali. Semoga bermanfaat, ya!

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE