Cara Menulis Daftar Riwayat Hidup yang Baik dan Benar. Singkat Saja!

Daftar riwayat hidup alias CV ini sebaiknya tidak dibuat asal-asalan, kalau mau dilirik HRD perusahaan impian

Selain surat lamaran, daftar riwayat hidup atau yang lebih dikenal dengan CV (Curriculum Vitae) adalah salah satu elemen yang wajib dilampirkan jika ingin melamar pekerjaan. Secara umum, daftar riwayat hidup berisi tentang biodata singkat, jenjang pendidikan, pengalaman kerja, keahlian yang dimiliki, dan lain-lain.

Advertisement

Pada dasarnya, daftar riwayat hidup bisa dibuat dengan cara diketik menggunakan komputer atau tulis tangan. Cara tersebut tergantung pada permintaan perusahaan yang dilamar karena setiap perusahaan memiliki kebijakannya masing-masing.

Buat kamu para pemula atau fresh graduate yang hendak bekerja dan baru pertama kali mencoba membuat daftar riwayat hidup, ada baiknya untuk memperhatikan hal-hal apa saja yang harus tercantum dalam daftar riwayat hidup.

1. Paparkan informasi singkat tentang dirimu, nggak usah kepanjangan

cara membuat daftar riwayat hidup

profil singkat | photo by cottonbro from Pexels

Hal pertama yang harus kamu tulis adalah info tentang dirimu. Info tersebut antara lain nama lengkap, tanggal lahir, domisili, dan status perkawinan. Jabarkan kelebihan dan kekurangan dirimu dalam bentuk narasi singkat. Jangan terlalu panjang ya, supaya HRD yang baca tidak cepat bosan.

Advertisement

2. Cantumkan pendidikan terakhir saja, nggak perlu dari SD juga

cara membuat daftar riwayat hidup

pendidikan terakhir | photo by Anna Shvets from Pexels

Kamu cukup menuliskan pendidikan terakhirmu saja. Misalnya kamu adalah lulusan S1, maka tulis fakultas, program studi, IPK terakhir, tahun kelulusan, dan nama kampusmu. Tidak perlu menjabarkan pendidikanmu dari SD. Itu tidak diperlukan sama sekali.

3. Tentu saja jelaskan mengenai pengalaman kerjamu beberapa tahun terakhir

cara membuat daftar riwayat hidup

pengalaman kerja | photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Jika kamu memiliki pengalaman kerja, maka tulis di mana kamu pernah bekerja dan berapa lama masa kerjamu. Ini akan menjadi pertimbangan HRD apakah kamu layak untuk diterima bekerja atau tidak. Apalagi jika pekerjaan yang kamu lamar menuntut pengalaman kerja sebelumnya. Maka tulislah job description pada pekerjaanmu yang sebelumnya dengan singkat dan jelas.

Lain lagi ceritanya jika kamu merupakan fresh graduate yang belum memiliki pengalaman bekerja. Maka pada bagian pengalaman ini, kamu ganti dengan proyek yang pernah kamu kerjakan selama kamu sekolah atau kuliah. Tentunya proyek tersebut harus relevan dengan posisi yang kamu lamar, ya!

4. Keahlian atau keterampilan juga nggak kalah pentingnya. Cantumkan juga, ya!

cara membuat daftar riwayat hidup

keahlian | photo by Sora Shimazaki from Pexels

Jika kamu melamar di posisi akuntan, maka keahlian yang kamu miliki pun harus sesuai dengan posisi yang dilamar, misalnya mampu menggunakan program accurate, mampu membuat laporan keuangan, dan lain-lain. Begitu pula kalau kamu melamar posisi marketing, maka kamu harus memiliki kemampuan negosiasi, kelancaran berkomunikasi, dan hal yang relevan lainnya. Intinya, keahlian dengan posisi yang kamu lamar harus nyambung, ya.

Itu dia beberapa tips singkat cara membuat daftar riwayat hidup yang baik dan benar. Ke empat poin tadi adalah hal yang harus tertera dalam daftar riwayat hidupmu. Semoga kamu berhasil mendapatkan pekerjaan yang kamu impikan, ya!

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Introvert

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE