8 Cara Merawat Kelinci dari Anakan Sampai Beranak Nanti. Sehat, Lincah, dan Nggak Cepat Mati

Cara merawat kelinci

Ada banyak jenis hewan yang umum dipelihara orang di rumahnya. Kelinci menjadi salah satu hewan yang dijadikan kesayangan pemiliknya selain kucing dan anjing. Tak hanya kelinci pedaging yang bakal diambil dagingnya untuk dikonsumsi, ada juga jenis kelinci hias berbulu lembut, unik, dan menggemaskan yang dipilih sebagai peliharaan, biasanya oleh mereka yang memiliki anak kecil. Tentunya cara merawat kelinci berdasarkan jenisnya ini punya kebutuhan masing-masing.

Advertisement

Kelinci sebenarnya mudah beradaptasi dengan gaya hidup di rumah, asalkan kebutuhannya terpenuhi. Pada umumnya, umur kelinci bisa mencapai 5 hingga 10 tahun, bahkan lebih. Agar kelinci berumur panjang, sehat, dan bahagia hingga beranak pinak, kamu perlu melakukan beberapa perawatan khusus, mulai dari menyediakan kandang yang nyaman dan hangat, makanan yang gizinya seimbang, dan waktu khusus bagi si kelinci untuk bermain dan berlarian. Nah, buatmu yang baru pertama kali memelihara kelinci, simak dulu cara merawat kelinci yang benar agar nggak cepat matinya.

1. Pilih dulu jenis kelinci hias yang akan kamu pelihara. Jangan lupa periksa kesehatannya sebelum fix diangkut ke rumah

jenis kelinci via kelinci-bagus.blogspot.com

Tahu nggak sih kalau di Indonesia itu ada kurang lebih 30 jenis kelinci hias yang bisa dipelihara? Beberapa di bawah ini adalah yang favorit:

  • KelinciĀ English Lop
  • KelinciĀ French Lop
  • KelinciĀ Holland Lop
  • KelinciĀ American Fuzzy Lop
  • KelinciĀ Fuzzy Lop
  • KelinciĀ Dutch
  • Kelinci Anggora
  • Kelinci Hias Lokal
  • Kelinci Himalaya
  • KelinciĀ Flemish Giant
  • KelinciĀ Netherland Dwarf
Advertisement

Ketimbang membeli di toko hewan peliharaan, biasakan untuk memilih mengadopsi di petshop. Cara merawat kelinci pun berbeda-beda tergantung jenisnya. Biasanya, semakin langka jenis kelinci, semakin rumit dan mahal biaya perawatannya. SebelumĀ  mengadopsi, periksa kesehatannya dari kondisi matanya. Kelinci sehat punya mata yang terlihat bulat, segar, dan nggak sayu. Pilih kelinci yang usianya sudah melebihi 3 bulan ā€” yang nggak gampang kena penyakit ketimbang kelinci yang baru saja lahir.

2. Kelinci harus hidup berdampingan biar umurnya panjang. Jangan sungkan pelihara lebih dari satu kelinci, ya!

cari pendampingnya via review.bukalapak.com

Cara merawat kelinci di rumah adalah dengan nggak membiarkannya hidup sendirian. Kelinci termasuk hewan sosial, kebanyakan akan jauh lebih bahagia ketika berpasangan atau hidup bersama-sama dengan kelinci lainnya. Pertimbangkan untuk mengadopsi sepasang kelinci, ya!

3. Menyediakan kandang kelinci yang layak dan nyaman ditinggali adalah salah satu cara merawat kelinci agar cepat besar

membuat kandang kelinci via www.dzargon.com

  • Kandang kelinci harus berukuran minimal lima kali ukuran kelinci agar kelinci bisa berbaring dan berdiri dengan kaki belakangnya tanpa menabrak kepalanya di atas kandang, serta ruangan kosong yang bisa diisi dengan air, makanan, juga kotak kotoran kelinci.
  • Pilih kandang kelinci yang alasnya datar, tebal, dan halus seperti papan. Bagian sisinya terbuat dari kawat khusus.
  • Lapisi lantai dengan kardus, jerami, atau bubur kayu daur ulang yang biasa dijadikan camilan (digigiti) agar gigi kelinci sehat dan kuat. Letakkan kotak kardus di dalam kandang untuk tempat persembunyian. Kelinci memang suka bersembunyi.
  • Tempatkan kandang kelinci di dalam ruangan yang terhindar dari listrik, bahan kimia, tanaman, atau perabotan rumah yang membahayakan. Kelinci nggak bisa menoleransi suhu ekstrem, apalagi pada musim panas. Juga mudah stres jika dekat dengan ancaman hewan (buas) lain.
Advertisement

4. Cara merawat kelinci hias selanjutnya adalah menyiapkan kotak kotoran

siapkan kotak kotoran via www.everybodygoesblog.com

Kelinci memiliki kecenderungan alami untuk buang air kecil dan besar di satu area. Nah, manfaatkan kebiasaan kelinci ini dengan menyiapkan kotak kotoran berukuran cukup besar yang diberi alas jerami atau koran. Letakkan beberapa kotak kotoran di pojok-pojok ruangan.

5. Menyediakan makanan, minuman, dan camilan yang bergizi seimbang dan hindari jenis makanan tertentu

beri makan sayuran hijau via pulaukelinci.blogspot.com

Cara memelihara kelinci di rumah yang sangat penting diperhatikan adalah pemberian makanan.

  • Makanan utama kelinci adalah rumput jerami, jenis timothy, oat, dan brome adalah yang terbaik.
  • Berikan juga sayuran berdaun hijau gelap seperti daun selada, peterseli, daun ketumbar dan lainnya.
  • Kelinci menyukai camilan berupa buah-buahan yang nggak terlalu manis seperti apel, bluberi, pepaya, stroberi, pir, persik, prem, atau melon.
  • Bisa juga gunakan pelet (dalam jumlah kecil) sebagai suplemen untuk sayuran hijau tua, bukan sebagai pengganti atau makanan utama.
  • Sediakan air minum yang bersih dalam botol atau mangkuk. Selalu ganti air dan bersihkan wadahnya setiap sehari sekali.
  • Hindari memberi makan tomat, kol, jagung, kacang-kacangan, kacang polong, kentang, bit, bawang merah, bambu, biji-bijian, dan banyak lagi lainnya. Jangan juga terlalu banyak kasih wortel ke kelinci karena wortel mengandung banyak gula.

6. Berikan waktu kelinci untuk berolahraga, bermain, juga beristirahat dengan tenang

biarkan bermain di luar via www.youtube.com

  • Biarkan kelinci bermain ke luar kandang selama beberapa jam agar dia melompat dan berlari-larian.
  • Kelinci suka mengunyah kotak kardus atau kertas yang terbuat dari serat kayu.
  • Kalau kamu ingin mengenalkan kelinci satu dengan lainnya, jangan mencampurnya langsung. Lakukan bertahap.
  • Untuk memegang kelinci, letakkan satu tangan di bawah bagian depan kelinci dan tangan lainnya di bawah punggungnya. Angkat dengan hati-hati dengan kedua tangan dan bawa ke tubuhmu. Jangan biarkan tubuh kelinci menggantung, jangan pernah mengangkat perut, dan jangan pernah mengangkat kelinci di telinganya.
  • Masukkan kembali kelinci ke kandang jika hari menjelang sore dan biarkan dia beristirahat.

7. Cara merawat kelinci yang baru lahir juga mesti hati-hati, kalau nggak, anak kelinci malah rentan mati

merawat kelinci yang masih bayi via www.youtube.com

  • Periksa anak kelinci setelah 2 hari kelahirannya. Cek apakah anaknya lahir dalam keadaan sehat, mati atau cacat. Kalau ada anak kelinci yang mati, segera pisahkan.
  • Pastikan kondisi induknya nggak stres atau kelaparan, karena nanti bisa memakan anaknya sendiri. Jangan juga memegang anak kelinci, karena beberapa induk kelinci nggak mau menyusui anaknya yang berbau tangan manusia.
  • Kalau induknya mati, berikan susu formula (SGM atau Bebelove) menggunakan pipet hewan tiap 2 jam sekali. Kamu akan menyusuinya sampai usia 6 bulan.
  • Pastikan kelembapan udara dan suhu ruangan tetap stabil.
  • Anak kelinci yang baru lahir belum memiliki bulu sehingga rentan terhadap gangguan hewan kecil yang membuatnya gatal dan terluka. So, jaga kandangnya dengan baik.
  • Jangan biarkan kotoran kelinci mengendap lama di kandang, langsung bersihkan kalau sudah menumpuk banyak.
  • Saat ingin memindahkan bayi kelinci yang nggak kebagian susu untuk disusui mandiri, langkah pertama adalah memancing indukan agar menjauh dari anaknya. Setelah indukan menjauh, baru ambil bayinya.

8. Cara merawat kelinci agar tidak cepat mati tentunya dengan menjaga kebersihan baik kandang maupun kelincinya sendiri

menggosok bulunya via www.99.co

Bersihkan kandang kelinci setiap minggu. Singkirkan jerami atau serutan kayu kotor dari dalam kandang. Lalu cuci kandang dengan air hangat yang dicampur sabun. Bilas hingga bersih dan keringkan. Isi kembali kandangnya dengan jerami atau serutan bersih. Cara merawat kelinci yang benar juga dengan memastikannya tetap dalam pengawasan saat kamu membersihkan kandang.

Kelinci nggak perlu dimandikan, kecuali kalau benar-benar kotor dan kelinci nggak mampu membersihkan diri dengan baik. Cukup gosok badan kelinci dengan sikat lembut untuk membersihkan bulunya setiap 1-2 hari. Selanjutnya adalah membawa kelinci ke dokter setidaknya sekali dalam setahun untuk pemeriksaan rutin. Semoga info tentang cara merawat kelinci yang benar ini bermanfaat, ya!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

salt of the earth, light of the world

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE