6 Langkah Bikin Catatan Kaki di Halaman Skripsi. Beda lo dengan Daftar Pustaka, Hati-Hati~

Catatan kaki

Bagi kamu pejuang skripsi, pasti tahu betul istilah catatan kaki. Catatan di bagian bawah halaman ini kerap membingungkan karena punya ketentuan penulisan tersendiri. Jadi masih sering  dijumpai catatan kaki dengan urutan yang salah. Misalnya nama penulis justru ditulis setelah judul. Padahal, setiap penulisan karya tulis ilmiah harus berdasarkan sumber yang jelas. Fungsi catatan kaki menunjukkan bahwa apa yang kamu tulis bukan sekadar asumsi tapi berdasarkan referensi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Makanya, membuat catatan kaki nggak boleh diabaikan. Apalagi menulisnya dengan asal-asalan, ya.

Advertisement

Nah, biar kamu nggak lakukan kesalahan ini lagi dan lagi, Hipwee punya tips cara membuat catatan kaki di skripsi. Saat menulis catatan kaki, coba ikuti 6 langkah di bawah ini.

1. Langkah pertama yang wajib kamu lakukan adalah memperhatikan unsur catatan kaki. Unsur-unsur ini harus ada, ya!

Langkah pertama: perhatikan tiga unsur catatan kaki di skripsi. | Photo by Zen Chung via www.pexels.com

Catatan kaki yang benar itu  harus memuat 3 unsur. Apa saja? Ada nama penulis atau pengarang, judul tulisan, tahun penerbitan tulisan, dan nomor halaman. Ketiganya harus ada di catatan kaki. Namun unsur-unsur ini bisa diabaikan lo. Syaratnya, kutipan yang kamu ambil berasal dari koran, majalah, atau internet.

Sering kali catatan kaki dari internet hanya berisi 2 unsur: nama penulis dan judul artikel. Tapi ada unsur tambahan yakni tanggal terbit dan alamat URL artikel yang dirujuk. Sementara itu, 3 unsur catatan kaki kerap digunakan untuk catatan kaki dari buku atau jurnal. Penulisannya pun harus berurutan. Di bagian inilah, banyak mahasiswa sering lakukan kesalahan.

Advertisement

Contoh catatan kaki dan urutan penulisan yang benar:

¹Mario Vargas llosa, Matinya Seorang Penulis Besar (Yogyakarta: Immortal Publishing dan Octopus, 2018), hlm. 14.

2. Menulis catatan kaki nggak  boleh asal-asalan. Ada ketentuan yang harus diperhatikan

Advertisement

Lankah kedua: perhatikan ketentuan menulis catatan kaki. | Photo by Tirachard Kumtanom via www.pexels.com

Berbeda dengan penulisan lainnya, penulisan catatan kaki punya pakemnya sendiri. Ada ketentuan catatan kaki yang harus dipahami agar kamu nggak salah nulis. Sebagai langkah antisipasi, coba deh kamu pelajari beberapa ketentuan catatan kaki berikut ini.

  • Catatan kaki diletakkan di bagian bawah halaman
  • Ditulis dengan 1 spasi
  • Harus diberi nomor. Ada di bagian depan sebelum catatan kaki; kecuali dan di atas.
  • Gunakan istilah `ibid` untuk mengacu sumber yang sama. Misalnya ada dua kutipan di satu halaman. Sumber kutipannya sama. Maka cukup tulis `ibid`, tanpa harus menuliskan catatan kaki lagi.
  • Bila sumber yang dipakai tidak berurutan, kamu bisa tuliskan istilah `cit`.

Ketentuan di atas cuma contoh kecil saja. Masih ada ketentuan lain yang bersifat teknis. Jadi kamu perlu perhatikan ketentuannya dengan cermat.

 3. Setelah memahami unsur dan ketentuannya, kamu bisa mulai menulis catatan kaki. Awali dengan menulis nama pengarang/penulis

Langkah ketiga: tulis nama penulis atau pengarang di catatan kaki. | Photo by ready made via www.pexels.com

Sebenarnya, penulisan catatan kaki hampir mirip dengan daftar pustaka. Salah satu perbedaaan catatan kaki dan daftar pustaka adalah penulisan nama pengarang/penulis. Nama penulis dalam catatan kaki tidak perlu menggunakan format: nama belakang, nama depan. Format ini hanya dipakai di daftar pustaka.

Lantas bagaimana kalau di catatan kaki? Sesuai dengan ketentuannya, nama penulis di catatan kaki ditulis lengkap tanpa harus nama belakang terlebih dahulu. Perhatikan catatan kaki dari jurnal berikut ini. Nama penulis ditulis lengkap tanpa harus mendahulukan nama belakang.

¹Gemala Rabi’ah Hatta, “Rekam Medis dan Kesehatan (Medical Records) dalam Kedudukannya sebagai Penunjang Kesehatan Nasional”, dalam Berita Arsip Nasional, No. 26, Juni 1988 (Jakarta: ANRI, 1988), hlm. 5

Kamu pasti pernah menemukan buku, jurnal, atau tesis yang ditulis lebih dari satu orang. Nah, penulisannya pun berbeda lo. Misalnya ada dua orang penulis, maka tuliskan nama penulis 1, tambahkan kata penghubung ‘dan’, nama penulis kedua. Contohnya Maria Olga dan Saputra Wijaya.

Bila penulisnya lebih dari tiga orang, kamu cukup tuliskan penulis pertama kemudian bubuhkan kata ‘dkk’ setelahnya. Contoh: Agus Kurniawan, dkk.

4. Langkah selanjutnya, tulis judul tulisan dengan benar. Ada yang pakai tanda kutip, dicetak miring, atau ditulis tebal

Langkah keempat : tulis judul di catatan kaki. | Photo by Jonathan Borba via www.pexels.com

Menulis judul di catatan kaki juga nggak bisa sembarang. Sekilas menuliskan judul ini tampak mudah. Tapi nggak banyak yang tahu kalau judul dalam catatan kaki dapat ditulis bermacam-macam. Ada yang pakai tanda kutip, dicetak miring, atau ditulis tebal. Jadi jangan heran bila menemukan judul dalam catatan kaki yang ditulis dalam format yang berbeda.

5. Kemudian menuliskan penerbit. Nggak cuma nama penerbitnya, tapi masukkan identitas yang lain juga

Langkah kelima: tulis nama penerbit atau sumber tulisan. Jangan lupa cantumkan waktu tulisan diterbitkan. | Photo by Ingo Joseph via www.pexels.com

Setelah menuliskan judul tulisan, lalu tulis identitas penerbit. Identitas ini nggak hanya nama penerbit. Kamu juga harus masukkan kota tempat penerbitan dan tahun tulisan diterbitkan. Identitas penerbit ini bisa kamu cek di lembar awal buku yang dirujuk. Semua informasi yang dibutuhkan untuk tulisan catatan kaki ada di situ. Kalau kamu ambil kutipan dari koran, maka bagian nama penerbit bisa diganti dengan nama koran. Lengkapi pula dengan tanggal artikel itu dipublikasikan, ya.

6. Jangan sampai ketinggalan, halaman catatan kaki. Ini urutan terakhir dalam penulisan catatan kaki

Urutan terakhir: tuliskan nomor halaman di catatan kaki. | Photo by Jess Bailey Designs via www.pexels.com

Halaman dalam catatan kaki biasanya ditulis ‘hlm’, ‘hal’, atau ‘p’. Kamu bisa memilih salah satu dari ketiganya. Yang terpenting, kamu harus konsisten dengan pilihan itu. Setelah menuliskan hlm, tambahkan nomor halaman. Contohnya, hlm. 89 aatau bisa juga hal.89.

Itu dia cara membuat catatan kaki dalam skripsi. Semoga kali kamu nggak bikin kesalahan dua kali; keliru menuliskan urutan penulisan nama, judul, hingga nomor halaman di catatan kaki. Jangan sampai terbalik-balik lagi urutannya. Selamat mencoba, ya.

Gelombang resesi mulai menghampiri, bagaimana kalian mempersiapkan diri menghadapinya? Isi survei berikut ini.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE