Payudara merupakan salah satu bagian tubuh cewek dengan tekstur kulit yang lembut sehingga sifatnya sangat sensitif. Bukan nggak mungkin jika area sekitar payudara kadang kala terasa gatal, terutama bagian puting susu. Jika sudah gatal, rasanya keinginan untuk menggaruk nggak tertahankan lagi. Sayangnya, menggaruk puting susu ternyata hanya bisa menghilangkan gatal sementara saja. Namun bisa menimbulkan risiko kerusakan pada kulit, terutama pada daerah puting. Kulit nantinya akan berwarna merah, pecah-pecah serta menebal.

Berikut adalah beberapa faktor penyebab puting susu gatal yang perlu kamu ketahui. Biar nggak ‘gegabah’ saat menggaruk lagi.

1. Aktivitas harian yang padat termasuk juga olahraga. Dalam hal ini, keringat jadi agen penyebab gatalnya

Aktivitas padat dan olahraga via couponasaurus.com

Penyebab puting gatal umumnya kerap terjadi pada cewek yang aktif berkegiatan. Terutama jika sehari-harinya bergelut dengan aktivitas yang padat, terlebih jika terlalu lama di bawah sinar matahari yang menyebabkan keringat berlebih. Termasuk juga olahraga yang sangat memungkinkan terjadinya gesekan antara payudara dengan bra ataupun baju yang dikenakan. Gesekan ini juga mengikutsertakan keringat di dalamnya, yang kemudian menyebabkan gatal dan akan menimbulkan iritasi hingga luka pada puting susu jika menggaruknya berulang kali.

Untuk mengatasinya, kamu bisa memakai krim yang dapat melindungi puting dari gesekan seperti petroleum jelly atau bisa juga menempelkan plester medis pada puting.

2. Rasa gatal pada puting payudara karena bersentuhan dengan parfum, sabun, serta baju yang terbuat dari wol dan serat buatan

Advertisement

Pemakaian parfum via www.gorge.net.au

Payudara yang notabenenya sangat sensitif, bisa mengalami ruam, iritasi dan gatal-gatal karena penggunaan pewangi atau parfum yang mengandung bahan pengawet. Terutama kerap dialami oleh cewek berkulit kering atau sensitif. Begitu pun penggunaan sabun yang mengandung deterjen dapat menyebabkan kulit di sekitar puting menjadi kering, mudah terkelupas, sehingga timbul gatal-gatal dan mudah mengalami iritasi. Lain lagi dengan serat buatan yang teksturnya kurang nyaman jika tergesek dengan puting susu.

Untuk mengatasinya, gunakan sabun yang memiliki pH seimbang, memiliki kandungan susu di dalamnya dan sesuai dengan jenis kulitmu.

3. Mengenakan bra yang sama berhari-hari alias malas ganti. Ihhh, mau sampai kapan jorok begitu?

Malas ganti bra via www.sheknows.com

Kerap kali, beberapa cewek malas mengganti bra karena dianggap belum begitu kotor untuk dicuci. Malas mengganti bra adalah kebiasaan buruk yang dapat menimbulkan gatal-gatal di area puting payudara. Memakai bra selama berhari-hari memungkinkan bra menjadi lembap dan mudah dihinggapi berbagai macam bakteri dan jamur penyebab gatal-gatal. Jika diterus-terusin, bakteri dan jamur ini akan cepat berkembang biak dan bercampur dengan bakteri lain hasil radikal bebas melalui keringat dan debu.

4. Temperatur udara yang terlalu panas juga jadi penyebab terjadinya gatal-gatal pada puting susu

Suhunya sedang panas via www.today.com

Saat kondisi udara terlalu terik dan lembap, akan menyebabkan suhu tubuh ikut meningkat dan kelenjar keringat akan memproduksi keringat lebih aktif daripada saat kita berada pada ruangan yang sejuk. Keringat yang keluar dengan debit lebih banyak mempermudah bakteri yang dihasilkan dari radikal bebas tercampur dengan keringat tersebut dan menyebabkan iritasi dan timbul gatal-gatal.

5. Serangan eksim di seputar payudara juga akan memengaruhi kondisi puting karena sifatnya yang mudah menyebar

Kena eksim via www.cottonique.com

Eksim atau dermatitis merupakan kelainan kulit dengan ciri peradangan atau bengkak, kemerahan, dan rasa gatal. Jika eksim ini dialami di sekitar payudara, maka kemungkinan akan bisa menyebar ke area puting dan menyebabkan iritasi dan gatal-gatal. Tak hanya gatal-gatal, eksim juga mampu memperburuk keadaan karena menyebabkan kulit menjadi lebih kering, bersisik, kemerahan hingga pengerasan kulit. Berita buruknya, jika eksim sampai diperparah oleh bakteri bernama staphylococcus aureus, maka kondisinya akan menjadi kronis atau jangka panjang. Konsultasikan ke dokter untuk segera mendapat perawatan, ya!

6. Masa kehamilan dan menyusui juga turut menjadi penyebab gatalnya puting susu. Begini penjelasannya…

Ibu hamil dan menyusui via blog.pregistry.com

Payudara pada wanita hamil akan mengalami perubahan bentuk, meregang dan membesar seiring bertambahnya usia kehamilan. Selain peregangan kulit area payudara yang menyebabkan gatal-gatal, pemakaian bra yang terlalu sempit juga menyebabkan gatal-gatal serta iritasi.

Berbeda dengan ibu menyusui yang cenderung mudah mengalami infeksi pada jaringan payudaranya termasuk puting susu atau yang disebut dengan mastitis. Salah satu penyebabnya adalah kemungkinan mengalami penyumbatan air susu atau terekspos bakteri. Mastitis ini bisa membuat puting gatal, bengkak, merah disertai nyeri atau sensasi terbakar saat menyusui. Selain itu, mastitis juga bisa disebabkan karena ASI telah terkontiminasi dengan zat kimia berbahaya. Misalnya, wanita menyusui yang masih saja merokok, maka racun dan zat berbahaya pada rokok akan masuk pada jaringan payudara, menurunkan kualitas ASI, dan menyebabkan infeksi pada puting susu.

7. Bukan menakut-nakuti, tapi gatalnya puting susu juga ditemukan sebagai gejala kanker payudara

Bisa jadi kanker via www.verywell.com

Jenis kanker payudara yang meninggalkan rasa gatal pada puting dan paling sering terjadi disebut paget’s disease. Selain gatal, gejala yang ditimbulkan di antaranya adalah gatal yang luar biasa, kemerahan, benjolan pada payudara, puting menjadi rata atau masuk ke dalam, keluar cairan dari puting, puting terasa seperti kulit jeruk, serta perubahan kulit puting atau payudara menjadi lebih menghitam. Segera periksakan ke dokter jika mengalami gatal yang nggak wajar, terlebih jika disertai benjolan di sekitarnya. Belum tentu kanker memang, tetapi ada baiknya kamu tetap waspada.

Mengingat payudara maupun puting merupakan salah satu organ tubuh vital yang dimiliki oleh kaum hawa, alangkah baiknya mulai dari sekarang kamu perhatikan kebersihan dan kesehatannya. Meski kerap dialami, namun bukan berarti gatal-gatal pada puting susu ini boleh kamu sepelekan ya, Girls!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya