Waktu kamu kecil dulu, toko buku mungkin sudah menjadi semacam surga. Kamu betah berlama-lama di sana dan membaca koleksi cerita yang ada, walau harus berdiri atau melantai berjam-jam. Kamu pun bermimpi menjadi salah satu orang yang bukunya dijual di sana — namamu terpampang di rak bestseller dan karyamu yang selanjutnya akan selalu dinanti pembaca.

Tapi sebenarnya, sejak saat ini pun kamu bisa menyalurkan hobimu menulis dan mendapatkan imbalan uang sebagai balasannya. Tak perlu menunggu sampai kamu menyelesaikan draf kumpulan cerpen atau novel untuk menyemen nama sebagai seorang penulis. Kamu juga bisa mengembangkan diri lewat channel-channel berikut ini!

Sambil mencoba mengirim naskah ke media massa, buatlah blog pribadi. Bukan buat senang-senang saja; hobimu bisa digarap serius dengan ini.

Bermula dari cerpen.

Bermula dari blog pribadi via 4.bp.blogspot.com

Advertisement

Sembari mencoba mengirim naskahmu ke berbagai media, buatlah blog pribadimu agar apa yang kamu tulis bisa dibaca publik dengan mudah. Berbagai topik bisa kamu ulas di sini, entah itu kuliner, otomotif, traveling, interpersonal, hobi, hingga hal-hal berat macam agama atau politik. Yang patut kamu perhatikan adalah rutinitas postingan dalam blog yang harus dijaga, mutunya yang tak boleh main-main, serta gaya penulisan serta topik yang harus menarik. Soalnya, blog ini bukan hanya diary pribadi tempatmu curhat, melainkan juga caramu memperkenalkan diri dan karyamu kepada pembaca luas.

Selain itu, kamu juga harus serius dalam mengatur style blogmu, tampilan antar muka blogmu, dan menjaring koneksi dengan blogger-blogger lainnya. Tak perlu beli domain dulu kok, pakai saja domain address yang gratisan seperti .blogspot.com dan .wordpress.com. Jangan kaget jika blogmu berhasil, kamu akan mendapatkan tawaran membuat buku atau bahkan tampil di acara talkshow.

Ada juga situs yang menawarkan para penggunanya menulis cerpen bersambung atau bersama-sama

Skripsi adalah sahabat yang menemani sisa akhir perjuanganmu

menulis cerita bersambung bisa jadi salah satu pilihan via reviewtouchscreenmonitor.blogspot.com

Pilihan kedua yang mayoritas penulis ambil adalah sebagai penulis cerita bersambung, apalagi buat kamu yang bakat berfantasi cerita dan menguasai dasar-dasar storytelling yang baik (penokohan, jalan cerita, dialog, dan latar belakang). Cerita yang kamu tulis bisa dinikmati secara online, diterbitkan oleh media cetak, ataupun bisa diolah oleh komikus menjadi cerita bergambar.

Advertisement

Cerpen-cerpenmu bisa kamu publikasikan secara gratis dan diapresiasi melalui situs-situs penulis cerita macam kemudian.com atau wattpad.com.

Dipadukan dengan kemampuan bermain musik, kembangkan kemampuanmu dengan menjadi penulis lirik

Om Ebiet, musikalisasi puisi yang powerful dan menyayat hati

Om Ebiet, musikalisasi puisi yang powerful dan menyayat hati via www.ebietgade.com

Suka mencipta karya tulis yang bergaya seni dan beraliran sastra, apalagi bila kamu memang piawai bermain alat musik? Menjadi penulis lirik atau penulis puisi adalah hal yang pas buatmu. Bahkan, kamu bisa berlatih dengan perform di kafe-kafe dengan band-mu sendiri, untuk melakukan musikalisasi puisi ala Ebiet G.Ade, atau nge-band ala Letto.

Menjadi penulis naskah juga bisa melatih kelihaianmu merangkai kata. Kamu bisa merintis karier ini dengan membuat film indie bersama teman-teman sebaya

Membuat film

Membuat film via www.konfrontasi.com

Menjadi penulis naskah akan mengembangkan sensitivitasmu pada plot cerita. Kamu pun dituntut untuk mampu mengembangkan karakter dengan sempurna, agar filmmu masuk akal. Selain itu kamu juga akan dipaksa mengembangkan cerita yang unik dan khas, namun juga bisa menjual agar diterima penonton, sekaligus sederhana agar bisa menekan biaya produksi.

Saat ini sudah banyak kompetisi-kompetisi film indie yang diselenggarakan di kampus dan kotamu. Ada juga berbagai komunitas film yang siap menerima talent-talent baru. Termasuk kamu, yang ingin menjadi penulis naskah dan benar-benar melatih kemampuan storytelling-mu.

Punya film, novel, atau band favorit dalam hati? Kamu bisa lho membuat fanfiction dari sini!

Bikin fanfic

Bikin fanfic via www.northeastern.edu

Tidak jarang para penikmat cerita film atau novel jadi geregetan akibat apa yang mereka saksikan tidak sesuai dengan ekspektasi. Mengapa ini begitu, mengapa tokoh ini akhirnya jadian dengan itu, mengapa ibu dari main character mati, dan segudang ketidak-puasan lainnya. Walhasil, banyak penulis yang memilih membuat alternate story dari cerita aslinya, dan mereka dikenal sebagai fanfiction writer.

Buat kamu yang dekat dengan film, apalagi adalah anak komunitas Jepang, biasanya menjadi fanfic writer bukanlah pilihan yang asing bagimu. Jika sukses menarik massa, bukan tidak mungkin kamu akan ditawarkan menulis buku oleh penerbit. Bukankah novel 50 Shades of Grey awalnya adalah fanfiction serial Twilight?

Piawai membedah dan menelaah isu-isu terkini? Cobalah mengirimkan tulisanmu ke kolom opini di media cetak maupun online

Rhenald Kasali, dosen yang sering menelaah isu-isu kontemporer lewat kolom koran

Rhenald Kasali, dosen yang sering menelaah isu-isu kontemporer lewat kolom koran via rhenaldkasali.com

Mungkin kamu tidak cekatan mencipta cerita, namun pandai menilik fenomena. Tentu saja kemampuan ini tetap bisa mengantarkanmu menjadi seorang penulis profesional, khususnya menjadi kolumnis atau pengamat di media cetak maupun online. Ada banyak sekali media yang menyediakan ruang khusus bagi kreasimu. Bagi kamu yang mahasiswa, pilihlah media yang menyediakan kolom opini khusus untuk mahasiswa tingkat sarjana. Dengan begini, tulisanmu tidak perlu bersaing susah-susah dengan dosen, politikus, atau orang dewasa yang memang sudah punya nama. Perlahan-lahan ketika kamu sudah memiliki nama sendiri, barulah kirimkan tulisanmu itu ke kolom opini untuk umum.

Jangan harap karyamu akan diterima hanya dengan sekali kirim. Mungkin kamu perlu mengirimkan naskahmu 4-5 kali sebelum dimuat, karena harus terlebih dahulu memfamiliarkan namamu dengan redaktur kolom tersebut. Jangan lupa, jika ingin tulisanmu cepat dimuat, ambillah tema yang aktual alias responsif dengan apa yang jadi buah bibir masyarakat saat itu. Analisis juga gaya bahasa dan pandangan editorial koran tersebut. Jadi bukan hanya kejelasan argumenmu saja yang harus kamu perhatikan. Sudut pandang dan tema pun sesungguhnya benar-benar krusial.

Tidak pandai bersastra, dan tidak tajam mengupas fenomena, tapi ahli akademik? Kenapa tidak menyusun tulisan saja dari skripsimu?

Sungguh-sungguh bikin skripsi

Sungguh-sungguh bikin skripsi via www.cfadheli.blogspot.com

Menulis buku atau artikel jurnal akademik bukan pilihan yang jelek. Justru sebaliknya, prestisenya melimpah! Bisa jadi, hasil tulisanmu lebih jelas dan lebih membantu para mahasiswa dan akademisi memahami fenomena-fenomena tertentu, dibandingkan buku-buku yang jadi acuan selama kuliah. Tentu kamu pernah ‘kan mendapatkan buku acuan kuliah yang penerjemahannya amburadul?

Sejak sekarang, sungguh-sungguhlah menggarap skripsi. Berinisiatiflah membantu perkuliahan di jurusanmu dengan menjadi asisten dosen atau ikut proyek dosen. Ini akan memuluskan jalanmu dalam menerbitkan tulisan akademik dalam bentuk jurnal atau buku. Dan jika akhirnya tulisanmu dijadikan rujukan dan acuan dari penelitian-penelitan penting ataupun tugas akhir mahasiswa, bukankah amalan baikmu bertambah karena membantu orang?

Apapun jalan yang kamu pilih, menggoreskan pena dan merajut kata selalu menjadi surga dunia untukmu layaknya segelas kopi di pagi yang berembun. Jangan berhenti menulis dan berlatih, dan semoga berhasil mempraktikkan isi artikel ini!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya