Buat yang Merasa Main Media Sosial Udah Nggak Sehat Lagi. Coba ‘Diet’ Sebentar Yuk, 30 Hari Aja!

Diet media sosial

Sebagian orang mungkin menganggap jika media sosial adalah bagian dari kehidupan mereka. Mulai dari bangun tidur, di sela-sela kesibukan, di mana pun, di berbagai kegiatan apa pun, hingga pergi tidur lagi, media sosial selalu digunakan di setiap ada kesempatan. Bahkan, ada yang tiap 10 menit merasa harus membuka notifikasi atau sekadar scrolling time line tanpa tujuan. Hayo siapa nih yang sampai begini?

Melansir dari Medium, di tahun 2019 Indonesia menempati posisi ke-7 dunia dalam penggunaan media sosial. Rata-rata orang Indonesia menghabiskan waktu 3 jam 16 menit tiap hari untuk bermain media sosial. Angka tersebut pastinya meningkat saat pandemi, di mana orang lebih sering melihat informasi dan melakukan komunikasi lewat media sosial.

Orang-orang menggunaan media sosial | Credit by Camilo Jimenez on Unsplash

Sobat Hipwee, berapa lama nih biasanya kamu main media sosial tiap hari?

Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi bisa memicu beberapa masalah kesehatan, lo. Secara fisik penggunaan media sosial yang berlebihan memicu mata yang lelah, otot leher dan jari tangan terasa kaku, hingga sakit kepala. Selain itu, juga bisa menyebabkan kelelahan mental seperti cemas, kurang percaya diri, over thinking dan lain sebagainya.

Beberapa orang mungkin juga merasa kurang menikmati hidup dan kehilangan momen di sekitar karena terlalu asyik bermain media sosial. Hal ini tentu berdampak pada masalah komunikasi dan hubungan sosial di dunia nyata. Apalagi penggunaan media sosial dalam waktu lama bisa menyebabkan rasa malas, hingga beberapa pekerjaan harus tertunda.

Nah, kalau kamu merasa kebiasaan main media sosial udah nggak sehat dan menyebabkan beberapa masalah di atas, yuk coba tantangan Hipwee Premium untuk melakukan diet media sosial, berani nggak?

Jika media sosial sudah menjadi candu, kelelahan fisik serta mental mulai mengganggu, inilah saatnya kamu harus mulai ‘diet’!

Main media sosial bikin capek | Credit by Mikotorav Photographer on Pexels

Kebutuhan mengakses media sosial tiap orang memang berbeda-beda, karena ada yang menjadikannya sekadar hiburan, alat komunikasi, bahkan ada yang bekerja lewat media sosial. Berbagai kebutuhan tersebut didukung oleh arus informasi yang sangat cepat, beragam dan terhubung dengan berbagai macam orang. Kemudahan akses informasi ini membuat pengguna merasa up to date karena bisa mengikuti perkembangan informasi. Namun, di sisi lain justru menyebabkan kecanduan, lo.

Melansir dari Healthline, setiap kali menggunakan media sosial, sinyal dopamin

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day