10 Pemborosan Terbesar yang Bikin Gaji Sering Habis di Tengah Bulan

Ayo, cek lagi penyebab uangmu habis secara misterius di tengah bulan

“Sis, pinjam duit dong, seratus ribu. Aku habis duit nih, udah sekarat! Plis bantuin ya…”

“Lah, Beb…kok cepet amat bokeknya? Bukannya kita baru gajian dua minggu lalu, ya?”

Advertisement

Pernah mengalami baru saja gajian dan nggak merasa belanja apa-apa yang mahal tapi tahu-tahu tengah bulan isi saldo sudah sekarat? Nah lho, bisa jadi ini karena kamu nggak sadar sama bocor halus keuanganmu. Bocor halus keuangan adalah ‘kebocoran’ akibat pengeluaran kecil yang dianggap remeh sehari-hari tapi akibatnya bisa fatal karena duit jadi rembes terus, padahal mungkin kita punya pemasukan yang lumayan.

Mungkin terkesan sepele, tapi yuk kita coba hitung-hitungan sedikit deh. Dengan asumsi kamu makan di luar habis rata-rata 800.000 per bulan, belum ditambah ongkos parkir dan lain-lain kira-kira selama 1 tahun berapa banyak uangmu bakal terbuang tanpa disadari?

  • Makan di restoran atau kafe Rp 800.000
  • Parkir di mal Rp 50.000
  • Jajan makanan ojek online Rp 300.000
  • Langganan yang tidak digunakan Rp 200.000
  • Beli barang diskonan Rp 200.000

Jumlah penghematan per bulan Rp­­­ 1.550.000

Jumlah penghematan per tahun Rp 18.600.000

Advertisement

Bayangkan seandainya kita bisa memangkas pengeluaran yang nggak perlu, kita bisa berhemat sampai 18 jutaan lebih per tahun. Jumlah segitu bisa digunakan untuk liburan, untuk menabung atau berinvetasi, lo! Nah, biar kamu nggak terus mengalami bocor halus keuangan, 10 kebiasaan sepele ini sebaiknya kamu hindari mulai dari sekarang!

1. Malas mengumpulkan uang receh atau pecahan seribuan di kamar. Pas butuh bayar jajan atau parkir, harus mecahin duit besar gara-gara nggak punya stok duit kecil

Jangan sepelekan uang receh!

Sadar nggak, dibanding menyimpan uang seratus ribuan utuh, menyimpan uang recehan atau pecahan membuat kamu lebih boros karena belanja jadi nggak terkontrol karena ya di pikiran kita belanjanya cuma seribu atau lima ribu. Padahal kalau ditotal, bisa jadi kita jajan nggak penting sampai lima puluh ribu sehari.

Baca konten menarik seputar cara mendapat side job: Cara Jadi Penulis Fiksi Wattpad yang Dibayar. Dibocorkan Ahlinya, nih~

Advertisement

2. Suka tarik uang tunai di ATM beda bank atau nggak pernah mau ribet meminta bank yang sama saat mau transfer uang

Jangan malas cari ATM yang sama dengan bank kamu

Meski terkesan sepele, coba kalkulasikan deh berapa banyak uang tujuh ribuan yang dipotong bank itu kamu relakan begitu saja?

3. Suka kepincut ajakan teman untuk jajan padahal sudah makan atau ikut-ikutan pesan makanan pakai ojek online padahal masih kenyang

Lapar mata melulu

Kesulitan menahan nafsu makan juga bisa jadi penyebab bocor halus keuangan lho. Jajan 15.000 perak tapi tiap hari, kira-kira seminggu sudah habis berapa, Sis?

4. Suka tergiur diskon untuk barang berkualitas rendah atau malah sebenarnya nggak butuh-butuh amat

Belanja melulu padahal udah tongpes

Stop kebiasaan suka jajan barang diskon nggak penting. Masih banyak sepatu tapi ada diskon gede-gedean di mal? Hati-hati berujung pada belanja impulsif ya, guys.

5. Gengsi minta kembalian, padahal kamu berhak lho. Nggak usah takut dibilang pelit, toh itu hak kita, kan?

Kembalian besar atau kecil, minta aja kalau memang perlu

Kecuali kamu memang sudah bertekad jadi seorang filantropis, jangan terlalu gengsi saat penjual lupa memberikan uang kembalian seribu atau dua ribu rupiah (bahkan 500 perak). Duit segitu kalau dikumpulin lumayan ‘kan?

6. Enggan berburu paket pulsa internet murah. Sepele tapi yakinlah kalau tiap bulan dilakoni pasti terasa signifikan bedanya

Rajin cari tahu tempat jual paket murah

Internet sekarang posisinya sudah hampir setara dengan pulsa telepon, sama-sama sangat penting. Jadi biar kesejahteraan tetap terjaga, jangan malas mencari promo atau beli paket pulsa internet murah ya.

7. Suka memesan minum saat makan di luar. Ya kalau sesekali sih mungkin nggak apa-apa, tapi kalau setiap makan pesan minum terus, bisa bangkrut bandar

Kadang suka tergoda minum di luaran

Ya mungkin nggak akan bangkrut beneran sih, tapi alangkah lebih hemat lagi kalau kamu bawa botol minum sendiri. Sudah hemat, lebih higienis pula ‘kan?

8. Lebih mementingkan harga murah daripada kualitas saat membeli barang esensial. Padahal awetnya beda jauh!

Agak mahal boleh, asal sesuai kualitas dan daya beli kamu ya

Lebih baik agak sabar sedikit menabung untuk beli barang berkualitas tapi awet dipakai daripada beli sesuatu yang sebulan sudah buluk dan rusak. Misalnya nih kayak sepatu atau tas, mending beli yang agak mahal tapi bagus daripada abal-abal tapi habis itu minta diganti lagi.

9. Ogah masak di rumah dan sukanya makan di luar. Hati-hati, ini salah satu bocor halus paling besar akibatnya lho

Ngafe murah tapi kalau berkali-kali sama saja borosnya

Setiap hari nongkrong di kafe dan mall. Makan sekali duduk Rp 50.000 saja kalau dikali berapa hari dampaknya lumayan bikin dompet sekarat lho. Coba jatahkan waktu nongkrong sebulan berapa kali, biar pengeluaran lebih terkontrol.

10. Kurang bijak saat memanfaatkan fasilitas. Misalnya nih, langganan internet dan tv komplit, padahal tv juga sebenarnya jarang nyala di rumah

Yuk lebih pintar lagi hitung-hitungannya!

Kalau kamu cuma butuh internet, mending fokus berlangganan internet saja daripada mubazir menggunakan paketan yang nggak digunakan maksimal.

Ingat, bocor halus bisa terjadi saat kamu melakukan pengeluaran yang terkesan kecil tapi karena dilakukan terus menerus jadi menumpuk dan bahayanya kalau sampai jumlahnya melampaui 5% penghasilan bulanan kamu. Ya memang nggak ada salahnya sih memanjakan diri sesekali dengan jalan-jalan dengan sahabat atau membeli barang yang sudah lama kamu idamkan. Tapi ingat untuk selalu mengontrol uang agar tak terbuang percuma demi hal yang bahkan kamu lupa buat apa. Lebih para lagi kalau bocor halusnya dimodali hutang (baca: kartu kredit). Yuk, lebih cermat lagi dalam mengelola keuangan, biar nggak bokek terus di tengah bulan~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An avid reader and bookshop lover.

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE