Di era digital yang memungkinkan produksi smartphone keluaran terbaru main gencar, banyak orang yang malah jadi lupa diri dan mengabaikan etika ketika menggunakannya. Tak peduli orang lain lagi, yang penting dirinya sudah terbekali dengan gawai yang teknologinya paling mutakhir. Ini yang dikhawatirkan, lama-kelamaan rasa peduli terhadap orang lain jadi berkurang karena kesibukan. Iya, sibuk main gawainya masing-masing. “Nggak perlu ketemu langsung lah, lewat chatting juga bisa”, begitu katanya. Duh, miris, ya!

Nggak percaya? Salah satu contohnya adalah ketika kamu dikirimi broadcast lucu-lucuan yang sebenarnya nggak lucu di grup WA. Sesekali mungkin terhibur, tapi kalau keseringan ya malesin juga. Nah, biar aktivitasmu selama menggunakan ponsel nggak bikin ilfeel orang lain, simak etika saat menggunakan ponsel, terutama saat berkirim pesan berikut.

1. Hindari memberikan ucapan terima kasih tanpa disertai dengan nama orang yang dituju dan alasannya. Lawan bicaramu jadi nggak merasa dihargai lo!

hindari ucapan singkat tanpa disertai namanya via unsplash.com

Advertisement

“Thanks ya Weli udah mau bantu gue pindahan kosan”

Seringkali kita memberikan ucapan seperti ‘terima kasih’ secara sekilas. Ucapan yang sopan ini sebaiknya disertai dengan nama orang yang dituju lengkap dengan alasannya. Terlihat basa-basi memang, tapi cara ini penting kamu lakukan untuk menghargai orang lain atas bantuan atau sekadar perhatian yang diberikan orang lain. Sepele lo, tapi sukses bikin orang merasa diapresiasi.

2. Manfaatkan fitur direct message buat rumpi seru atau menanyakan suatu hal yang penting. Ingat, media sosial bukan cuma milik kalian saja

manfaatkan fiturnya via unsplash.com

Unggahan teman di medsos memang menarik untuk dikepoin, pengennya ngomentarin foto maupun video yang diunggahnya. Lucunya, terlalu asyik berkomentar malah berlanjut saling meledek atau bahkan menanyakan suatu hal yang penting atau personal — mumpung orangnya lagi online. Maklum, chat WA pun sering nggak dibalas. Orang lain pun jadi jengah dengan obrolan kalian yang kelewat personal. Padahal kan ada fitur direct message lo!

3. Jangan keseringan main ponsel melulu, kamu butuh sosialisasi nyata juga. Apalagi lagi kalau lagi kumpul bareng atau lagi ada di momen tertentu saat kamu dihadapkan dengan banyak orang

jangan sibuk sama ponsel terus via unsplash.com

Advertisement

Kalau udah getol banget pegang ponsel, ujung-ujungnya jadi keseringan ngecek-ngecek sekalinya ada notifikasi. Wajar sih, tapi kamu perlu ingat kalau dirimu juga butuh sosialisasi nyata yang nggak bisa dilakukan via digital. Kamu bakal dianggap nggak sopan kalau terus-terusan menghadap ponsel saat menghadiri suatu acara atau lagi kumpul bareng.

4. Kalau kamu butuh banget ngobrol sama seseorang saat itu juga, baiknya  chat dia sambil menanyakan “Kamu lagi sibuk nggak?”

tanyakan dulu kepadanya via unsplash.com

Lagi butuh banget bicara sama seseorang bukan berarti kamu bisa bebas menghubunginya kapan pun kamu mau. Memang sih kalau cuma nanya iseng nggak masalah, tapi kalau keperluan penting dan butuh waktu untuk membicarakannya, kamu harus bertanya dulu, “Kamu lagi sibuk nggak? Aku ada perlu nih”.  Toh, saat kamu lagi sibuk dan orang lain sedang butuh kamu, kamu juga merasa lebih nyaman ketika ditanya kayak gitu dulu, kan?

5. Gunakan bahasa formal dan nggak terlalu banyak emotikon di grup kantor. Mau seakrab apa pun, citramu di sana adalah sebagai seorang profesional yang beretika

gunakan bahasa sedikit formal via unsplash.com

Ketika kamu punya grup kantor yang fokus bahas kerjaan — di dalamnya ada atasan dan isinya cenderung serius, kamu disarankan untuk menggunakan bahasa formal dan menghindari penggunaan emotikon. Hal ini penting untuk menjaga citra profesionalmu. Tapi kalau atasanmu yang memulai bercanda, nah baru deh boleh ikutan bercanda dengan kalimat yang sedikit santai dengan emotikon yang wajar.

6. Keseringan kirim broadcast ke grup WA biar ramai. Awas nanti kamu malah di-kick karena dianggap ‘ganggu banget’

masa kirim broadcast terus via unsplash.com

Kirim broadcast kalau isinya info diskon atau berbagi promo sih nggak apa-apa. Tapi beda ceritanya kalau kamu broadcast yang isinya jokes nggak jelas. Kalau kamu tetap melakukannya, meski demi seru-seruan semata, yang tabah aja deh karena kemungkinan besar kamu bakal di-kick dari grup lo. Habisnya ganggu banget sih~

7. Membandingkan ponsel itu wajar, tapi jangan sampai julid maksimal

membandingkan ponsel via unsplash.com

“Hp lo jadul banget. Tuh baru dipakai sebentar langsung nge-hang”

Kebiasaan yang nggak pernah hilang kalau udah pegang ponsel adalah membandingkan ponsel kita dengan ponsel orang lain. Secara nggak sadar, kita jadi meremehkan, bahkan sampai menyakiti mereka lo. Padahal tiap orang punya alasan masing-masing terkait pemilihan ponsel yang dimilikinya. Jadi, mending nggak usah banding-bandingin deh!

Terlalu asyik main ponsel bikin kita lupa kalau perlu etika dalam penggunaannya. Demi menjaga hubunganmu dengan orang lain, lebih baik mulai perhatikan gimana caranya menggunakan ponsel yang benar, sopan, dan nggak menyinggung orang lain, ya. Kan demi kebaikanmu juga~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya