Adakah diantara kamu yang mengalami nyeri dan pendarahan hebat saat menstruasi?

Selain kanker serviks, si ‘pengacau’ gangguan reproduksi yang dialami cewek juga bisa berupa kista atau mioma. Kedua penyakit ini termasuk ke dalam tumor jinak penyebab sulit hamil yang keluhannya hampir sama, namun sebenarnya punya perbedaan cukup signifikan. Banyak cewek yang kurang menyadari kelainan ini karena dalam kasus yang ringan, kista atau mioma nggak menimbulkan keluhan yang berarti. Alhasil penanganannya pun kerap terlambat karena penyakit ini sudah berstatus stadium lanjut.

Advertisement

Agar kamu lebih bisa mengenali gejala dan menghindari risiko berbahayanya, pahami perbedaan antara kista dan mioma yang telah Hipwee rangkum berikut ini.

1. Perbedaan pada isinya: kista terbentuk dari cairan abnormal yang menumpuk, sedangkan mioma terbentuk dari sel-sel yang terus tumbuh

berbeda isinya via hipwee.com

Kista merupakan tumor jinak yang terbungkus kantung berisi cairan abnormal dan menempel pada indung telur. Sedangkan miom, mioma atau fibroid adalah jaringan di otot rahim yang berkembang menjadi tumor jinak atau kerap disebut dengan daging tumbuh. Meski keduanya termasuk dalam tumor jinak yang nggak berbahaya, namun jika dibiarkan berkembang, maka akan berubah menjadi ganas dan berisiko mengancam organ reproduksimu lho!

2. Perbedaan dari wujudnya: kista berbentuk kantung berisi cairan, sedangkan miom berbentuk gumpalan serabut otot

bentuk dan teksturnya berbeda via hipwee.com

Secara bentuk atau teksturnya, kista dan miom memiliki perbedaan yang nyata. Umumnya, kista berbentuk menyerupai kantong yang berisi cairan. Tekstur dan warna cairannya sendiri bermacam-macam tergantung dari jenis kista yang dimiliki. Sedangkan miom berupa serabut otot yang membentuk semacam kumparan hingga membentuk semacam bola padat tanpa inti.

3. Perbedaan dari tempat pertumbuhannya: keduanya sama-sama sering tumbuh di rahim, tapi juga bisa tumbuh di area tubuh lain

letaknya berbeda via hipwee.com

Advertisement

Kista biasa tumbuh di rahim, saluran telur, indung telur, vagina, hingga daerah vulva atau bagian luar alat kelamin cewek. Pada kasus yang jarang, kista juga bisa tumbuh di gusi. Sedangkan miom sebagian besar tumbuh di dalam dinding rahim. Sebagian kecil ada yang tumbuh di leher rahim dan menyebabkan kemandulan karena akan mengganggu masuknya sperma ke rahim.

4. Perbedaan dari gejalanya: kista lebih dominan pada nyeri yang dirasakan, miom cenderung besar pengaruhnya ke siklus

Nyeri pada perut via lifehacks.io

Keluhan yang dirasakan penderita kista dan miom memang hampir sama dan nyaris nggak ada bedanya. Pada kista, gejala biasanya baru muncul saat kantung kista membesar, yakni kram perut yang hebat saat menstruasi, nyeri di perut bagian bawah, sering merasa ingin pipis atau BAB, pada kondisi lanjut bisa teraba benjolan pada daerah perut. Sedangkan pada miom, nyeri panggul baik saat menstruasi maupun berhubungan badan, pendarahan haid yang melebihi batas normal, siklus haid nggak rutin, perut terasa penuh, sebagian juga mengeluhkan frekuensi buang air kecil yang tinggi.

5. Perbedaan dari penyebabnya: kista bisa tumbuh alami tanpa sebab yang pasti, miom lebih banyak disebabkan karena faktor hormonal

Pola makan yang nggak sehat via greatist.com

Kista bisa tumbuh secara alami di dalam tubuh cewek, terutama pada cewek yang sedang berada di dalam masa subur. Meski belum diketahui secara pasti penyebabnya, diduga kista disebabkan karena pencemaran bahan kimia yang karsinogen. Faktor keturunan, penyumbatan pada saluran yang memengaruhi aliran keluarnya cairan, atau kondisi medis seperti sindrom ovarium polikistik mungkin punya peranan dalam perkembangan kista.

Sedangkan miom banyak dipengaruhi oleh faktor hormonal, terutama estrogen. Miom cenderung bertambah besar dengan cepat selama kehamilan dan menyusut saat menopause. Faktanya, cewek dengan haid pertama di bawah usia 10 tahun berisiko tinggi terkena miom. Faktor lain seperti ketidakseimbangan emosi, misalnya sering stres, daya tahan tubuh rendah, dan gaya hidup yang nggak seimbang juga menjadi penyebab miom.

6. Perbedaan dari cara pengobatannya: jika dibandingkan dengan miom, penanganan pada kista lebih mudah dilakukan

Penanganan oleh dokter via www.health.com

Karena pertumbuhan kista kebanyakan terpisah dari jaringan normal di dalam rahim, kista relatif nggak membahayakan dan mudah ditangani. Ahli medis membagi kista menjadi dua macam, yakni kista non-neoplastik yang sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2-3 bulan. Dan kista neoplastik yang harus diangkat melalui operasi.

Sedangkan pada miom, terutama yang mengganggu kesuburan, bisa ditangani dengan terapi hormon, pengobatan herbal hingga melalui operasi pengangkatan. Pada beberapa kasus, pengangkatan miom disertai dengan pengangkatan rahim karena dianggap sudah mengancam nyawa penderita.

Kelainan organ reproduksi seperti kista dan miom bisa dideteksi sedari dini dengan rutin screening ke dokter saat mulai merasakan gejala-gejala yang disebutkan di atas. Dan yang lebih penting lagi adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Semakin cepat miom dan kista ovarium terdeteksi dan diobati, maka akan menurunkan risiko gangguan yang lebih parah, sehingga kamu pun berkesempatan untuk hamil dan punya keturunan kelak. Semoga membantu, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya