Bagi banyak orang, cuaca panas bisa jadi sangat mengganggu. Keringat yang terus mengucur di sekujur tubuh dapat membuat mereka jadi tidak bisa konsentrasi melakukan pekerjaannya. Saat di kamar pun demikian. Suhu yang terlalu panas akan membuatnya kesulitan tidur karena kondisi yang tidak nyaman. Alhasil, tidak sedikit orang memutuskan untuk memasang AC di ruangannya agar terbebas dari hawa panas. Malah banyak lo yang sampai memasangnya di setiap sudut rumah. Hmm…

Namun sayangnya, tidak semua orang bisa menikmati teknologi AC ini dengan alasan keterbatasan biaya. Belum lagi listrik yang mesti dibayar tiap bulan bisa saja membengkak. Kalau menjelajah situs-situs e-commerce sih harga AC ini memang paling murah sekitar Rp 2 jutaan. Itu pun biasanya belum sama ongkos pemasangan. Nah, tapi tenang aja, kali ini Hipwee Tips sudah merangkum sederet alternatif pendingin ruangan lain selain AC, tentunya yang harganya cukup terjangkau. Yuk, simak bersama~

1. Mau masih ngekos atau sudah berkeluarga, kipas angin jadi barang alternatif non AC paling populer. Selain murah, ukurannya juga macam-macam

Kipas angin jadi alternatif paling populer via aceh.tribunnews.com

Advertisement

Mayoritas orang yang bujetnya kurang untuk membeli AC mungkin akan memilih kipas angin sebagai gantinya. Kipas angin memang jadi salah satu pilihan tepat sebagai pengganti AC. Karena selain murah, barang ini tersedia dalam berbagai jenis dan ukuran, kecil sampai besar. Ada juga yang khusus dipasang di dinding atau di meja. Jadi bisa pilih sesuai kebutuhan. Tapi ternyata, kalau sudah panas banget, kadang kipas angin saja tidak cukup. Karena angin yang keluar malah jadi hangat. Nah, soal ini sebenarnya ada solusinya yang akan kita bahas di poin nomor 2..

2. Kalau kipas angin kurang dingin, bisa ditambah cooling pack lho. Pemasangannya juga mudah

Ditambah cooling pack via rumahlia.com

Kipas angin memang tidak selamanya bisa mendinginkan. Karena pada dasarnya, benda itu akan mengeluarkan angin yang suhunya tidak jauh berbeda dengan suhu di sekitarnya. Kalau lagi panas banget ya tidak heran kalau angin yang keluar malah cenderung hangat. Untuk menjawab masalah ini sebetulnya bisa pakai cooling pack. Bentuknya mirip bantal leher. Nah, cooling pack ini bisa dipasang di kipas angin. Tapi sebelumnya harus dibekukan dulu di dalam freezer selama kurang lebih 4 jam. Setelah itu baru dipasang ke bagian belakang kipas angin, jadi angin yang keluar jadi lebih dingin.

3. Kalau ada bujet lebih, biasanya orang akan ‘lari’ ke air cooler. Harganya lebih murah dari AC, tapi kualitasnya 11 12~

Air cooler via www.tatacliq.com

Selain 2 benda di atas, ada juga air cooler. Air cooler ini sebenarnya bentuk lebih mutakhir dari cooling pack. Benda ini bisa memberikan kesejukan setara AC. Bedanya, air cooler butuh ‘bahan bakar’ es batu agar udara yang keluar bisa dingin. Setiap air cooler punya kapasitas penampungan bahan bakar yang berbeda-beda. Kalau kapasitasnya di bawah 10 liter, risikonya ya harus bolak-balik mengisi ulang bahan bakar. Harganya yang relatif terjangkau dengan kualitas hampir setara AC inilah yang jadi alasan kenapa banyak orang memilih benda ini sebagai pengganti AC. Kisarannya cuma Rp 500 ribu sampai Rp2 jutaan saja lho.

4. Jangan salah, exhaust fan tidak cuma bisa dipasang di dapur saja lho. Ada juga yang bisa dipasang di kamar atau ruangan lain dalam rumah

Exhaust fan via e227.info

Advertisement

Exhaust fan sebenarnya mirip dengan kipas angin. Harganya pun tidak jauh beda. Benda ini biasanya dipasang di ventilasi atau di atas jendela dan pintu rumah. Cara kerja exhaust fan ini menyerap udara panas dalam ruangan sehingga kualitas udara jadi lebih segar. Jadi sebetulnya meski sekilas mirip kipas angin, tapi exhaust fan punya cara sendiri untuk menjaga udara di dalam ruangan menjadi lebih segar. Karena tidak memancarkan angin secara langsung ke tubuh, exhaust fan dinilai lebih sehat dari kipas angin.

5. Selain exhaust fan, ada juga ventilating fan. Mirip sih, tapi ternyata fungsinya beda guys

Ventilating fan via thewirecutter.com

Secara visual, ventilating fan memang mirip banget sama exhaust fan, pun dengan harganya. Tapi ternyata benda ini punya fungsi yang lebih baik dan lebih canggih dibanding ‘kembaran’nya. Selain bisa menyerap panas di dalam ruangan, ventilating fan juga bisa menarik udara dari luar masuk ke dalam. Jadi kita yang berada di dalam rumah bisa merasakan hawa yang lebih sejuk.

6. Tidak hanya soal teknologi, kamu juga bisa mencoba cara yang lebih alami seperti memelihara tanaman hidup di dalam rumah. Lumayan ngaruh lho!

Tanaman hidup di dalam ruangan via www.urbanjunglebloggers.com

Cara termudah dan termurah dari semua yang sudah disebut di atas sebenarnya adalah dengan memelihara tanaman hidup di dalam rumah. Tanaman hidup yang ditaruh dalam pot bisa membantu meningkatkan kadar oksigen di dalam ruangan. Jika ditempatkan di lokasi strategis sudut-sudut rumah dan rajin disiram setiap hari, tanaman ini bisa mengurangi suhu panas di rumahmu. Sedikit tips, pilihlah tanaman hijau yang berdaun gelap, karena bisa menyerap sinar matahari lebih optimal. Selain tanaman pot, kamu juga bisa memelihara tanaman rambat, karena tanaman ini dapat menyerap radiasi solar dan melepaskan uap air, sehingga membuat suhu dalam rumah lebih sejuk.

Jadi gimana? Ada pilihan yang membuatmu tertarik?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya