Pernahkah kamu melihat bintil-bintil putih di hidung bayi yang baru lahir? Bentuknya memang mirip dengan jerawat, hanya saja ukurannya sangat kecil. Nah, bintil-bintil inilah yang disebut dengan milia atau jerawat batu.

milia pada bayi via www.thebeautyinsider.tv

Ya, milia atau jerawat bayi memang banyak dijumpai pada bayi yang baru lahir. Berbeda dengan jerawat, milia ini sama sekali nggak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya seiring waktu. Namun, bagaimana jika milia terjadi pada orang dewasa? Apa bedanya dengan jerawat dan bagaimana cara mengatasinya?

Milia adalah benjolan sangat kecil berwarna putih yang muncul di permukaan kulit, dapat terjadi pada siapapun dan nggak mengenal usia serta jenis kelamin

begini penampakan milia pada orang dewasa via lintangrinastiti.blogspot.co.id

Bintil-bintil kecil atau milia ini merupakan kantong kecil pada kulit yang berisi keratin (protein yang membentuk lapisan luar kulit, biasanya ditemukan dalam jaringan kulit, rambut dan sel-sel kuku). Keratin ini terperangkap di bawah jaringan epidermis kulit dan membentuk milium, milium yang berkelompok inilah yang disebut milia. Biasanya milia muncul pada daerah sekitar mata, pipi, hidung, dan dagu.

Ada beberapa penyebab terjadinya milia dan biasanya dikaitkan dengan beberapa jenis kerusakan kelenjar keringat pada kulit, seperti:

Advertisement
  • Paparan sinar matahari secara terus-menerus
  • Kemerahan karena masalah kulit
  • Luka bakar
  • Penggunaan jangka panjang dari krim yang mengandung steroid
  • Prosedur skin resurfacing seperti dermabrasi atau laser resurfacing

Tapi, kamu nggak perlu kuatir, milia bisa hilang dengan sendirinya selama beberapa minggu.

Dan jika kamu merasa milia ini sangat mengganggu penampilan, ikuti tips untuk mencegah dan mengatasinya berikut ini, ya!

1. Rutin membersihkan wajah untuk mencegah kotoran menyumbat pada pori-pori kulit yang berpotensi menimbulkan milia

jangan malas, ya! via acne-coconut-oil.com

Bersihkan wajah minimal dua kali sehari tiap pagi saat mengawali aktivitas dan malam hari sebelum tidur. Lakukan pembersihan dan dilanjutkan dengan mencucinya dengan sabun wajah. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penyumbatan kotoran di pori-pori kulit sehingga kulit wajah senantiasa bersih, segar dan terhindar dari masalah kulit termasuk milia.

2. Gunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) yang menjadi pemicu kerusakan kelenjar keringat

pakai tabir surya via makeupandbeauty.com

Salah satu efek negatif dari paparan sinar UV adalah menebalkan kulit. Dengan menebalnya jaringan epidermis, maka keratin yang berada di bawahnya pun semakin sulit keluar. Dengan menggunakan tabir surya, maka akan meminimalisir efek buruk sinar UV pada kulit. Pilih produk tabir surya yang bebas minyak (oil free) yang akan melindungi kulit dari bahaya sinar UV tanpa menyumbat pori-pori.

3. Lakukan eksfoliasi kulit atau pengelupasan sel kulit mati dengan bahan-bahan alami, seperti…

scrub lemon dan gula via www.lesliereese.com

Lemon dan gula

  • Campurkan dua sendok makan gula pasir, perasan setengah buah lemon, dan satu sendok teh minyak zaitun.
  • Oleskan campuran tersebut ke wajah dan biarkan selama 20-30 menit. Bilas dengan air hangat.

Madu

  • Campur madu dan oatmeal, aduk sampai menjadi pasta.
  • Oleskan pada wajah dan biarkan selama beberapa menit. Bilas dengan air hangat.

Tepung jagung dan cuka apel

  • Campur tepung maizena dan cuka apel hingga membentuk pasta.
  • Oleskan pada wajah dan biarkan sekitar 25 menit. Bilas dengan air hangat.

4. Oleskan krim retinol untuk merangsang pergantian sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen

mengoles krim retinol via www.health.com

Retinol merupakan krim yang yang mengandung vitamin A, efektif bekerja untuk merangsang pergantian sel-sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen. Nggak hanya itu, retinol juga merupakan anti oksidan yang mampu menangkal radikal bebas.

Kamu cukup mengoleskannya pada titik-titik timbulnya milia. Gunakan seukuran kacang polong di bagian kulit yang terdapat milia setiap malam menjelang tidur. Sebelum menggunakannya, cuci muka hingga bersih dan biarkan sekitar 30 menit sampai kering.

Namun, sebaiknya hindari mengoleskan krim retinol di area kelopak mata karena bisa membuat iritasi dan terasa pedih di mata.

5. Atau, kamu bisa menghilangkan milia dengan bantuan dokter spesialis. Jangan lupa konsultasikan dulu sebelumnya, ya!

mending ke dokter ahli kulit aja via www.vkatz.com

Jika ingin menghilangkan milia di wajah, kamu perlu bantuan profesional. Dermatologis atau dokter ahli kulit bisa menentukan perawatan yang tepat untuk kebutuhan dan jenis kulitmu. Meskipun kamu bisa mengeluarkan milia sendiri di rumah menggunakan jarum, namun hal ini nggak dianjurkan karena bisa menyebabkan infeksi dan bekas luka yang sulit hilang.

Pengobatan yang dapat dilakukan contohnya chemical peels, microdermabrasion, maupun laser. Beberapa alternatif lain meliputi cryotherapy yang biasanya ditujukan untuk milia pada area sensitif seperti kelopak mata yang lebih baik nggak diolesi krim retinol. Meski memakan biaya lebih, treatment seperti ini nggak akan menimbulkan bekas karena dilakukan secara profesional oleh ahlinya.

Jika kamu mengalami milia atau kenal dengan seseorang yang punya keluhan seputar milia, jangan ragu untuk membagikan informasi ini, ya. Semoga bermanfaat!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya