Sudahkah Kamu Menyimpan Sikat Gigi dengan 6 Cara ini? Pakai Helm Sikat Justru Riskan lo!

menyimpan sikat gigi

Menggosok gigi merupakan salah satu hal wajib yang harus dilakukan setiap hari untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Selain menggosok gigi, kita juga harus memperhatikan cara penyimpanan sikat gigi agar nggak jadi sarang kuman. Yang jadi pertanyaan, sudah benarkah cara menyimpan sikat gigimu selama ini?

Advertisement

Jika merasa masih belum benar karena sembarangan menaruh sikat gigi, Hipwee Tips akan membagikan caranya. Yuk, disimak bersama!

1. Agar terhindar dari kuman, jauhkan sikat gigimu dari wastafel dan toilet

jangan dekat westafel via hellosehat.com

Saat sedang membilas, air toilet dan wastafel akan terciprat hingga dua meter ke segala arah. Jika kamu menempatkan sikat gigimu di sekitar wastafel atau toilet, cipratan airnya yang mungkin telah bercampur dengan sisa-sisa sabun atau air kotor dapat berpindah dengan mudah ke bulu sikat gigimu. Alih-alih membersihkan gigi, kotoran malah menumpuk kotoran di gigimu. Duh, jangan deh!

2. Kamu juga dianjurkan untuk menyimpan dan meletakkan sikat gigi dengan posisi bulu sikat menghadap ke atas dan gagang sikat dibagian bawah

bulu di atas via hellosehat.com

Cara ini bertujuan untuk membuat bulu sikat gigi mendapatkan sirkulasi udara yang baik dan jadi nggak lembap. Sebab sikat gigi yang lembap cenderung menjadi sarang berkembangnya bakteri dan kuman.

3. Setelah menggunakan sikat gigi, bilaslah dengan air mengalir sampai bersih

dicuci dengan air mengalir via zact.id

Bilas sikat gigi yang kamu gunakan untuk menggosok gigi dengan air mengalir. Pastikan nggak ada lagi sisa kotoran gigi maupun pasta gigi yang tertinggal. Pasta gigi yang tertinggal di sikat gigi merupakan tempat favorit bagi bakteri untuk tinggal.

4. Kamu juga nggak diperbolehkan untuk berbagi sikat gigi dengan orang lain, ya!

jangan berbagi sikat gigi via www.cnnindonesia.com

Bakteri dalam rongga mulut setiap orang berbeda-beda, jika kamu berbagi sikat gigi dengan orang lain, bisa jadi bakteri orang lain menempel ke mulutmu. Bahkan, seramnya, kebiasaan berbagi sikat gigi juga dapat meningkatkan penularan penyakit dan meningkatkan risiko infeksi lo!

5. Jika kamu sering menyimpan sikat gigi di dalam lemari, sebaiknya hal ini nggak lagi dilakukan

jangan disimpan di tempat tertutup via jadistore.com

Kebiasaan ini ternyata kurang baik, pasalnya menyimpan sikat gigi di dalam wadah tertutup atau sengaja menutup ujungnya akan membuat bulu sikat gigi menjadi lembap. Lingkungan lembap adalah lingkungan yang paling disukai bakteri untuk tumbuh lebih cepat. Akibatnya, sikat gigi justru menjadi sarang bakteri.

Advertisement

6. Pastikan untuk rutin mengganti sikat gigi setiap tiga hingga empat bulan sekali

sikat gigi rusak via suryamalang.tribunnews.com

Jika belum sampai tiga atau empat bulan namun bulu sikat gigi sudah melebar, maka kamu juga wajib mengganti sikat gigimu. Sikat gigi yang bulu-bulunya sudah melebar nggak akan lagi efektif membersihkan rongga mulut kita.

Kalau sedang terkena flu, demam, batuk, sakit tenggorokan, sariawan, atau masalah mulut lainnya, segera ganti sikat gigi setelah sembuh. Pasalnya, saat kamu menyikat gigi ketika sedang sakit, virus-virus yang ada akan menempel di bulu sikat gigi dan bisa membuat penyakit kambuh lagi.

Itulah tadi penjelasan singkat mengenai cara menyimpan sikat gigi agar bebas dari kuman dan bakteri. Kuman dan bakteri memang sejatinya ada di mana-mana, dan nggak mungkin jika sikat gigi bisa 100 persen bebas dari kuman dan bakteri. Namun, dengan melakukan cara-cara di atas, senggaknya kamu bisa meminimalisir kuman yang ada bukan?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE