Bukan Oplas Ya, Perawatan Botoks itu Khusus Atasi Kerutan dan Bikin Kencang Wajah. Amankah?

Perawatan botox

Ketika mendengar kata botoks, beberapa orang mengaku nggak begitu paham apa fungsi dan bagaimana aplikasinya. Tahunya ya cuma disuntik aja, buat mengencangkan kulit (katanya). Ada juga yang menyamakan botoks dengan filler. Padahal kedua treatment ini berbeda. Namanya juga perawatan, pastilah ada manfaat baiknya untuk kulit. Tapi memang, kalau dilakukan dengan sembarangan, perawatan botoks ini bisa merugikan. Efeknya ngeri. Mungkin ini yang bikin orang-orang takut untuk menerapkannya.

Advertisement

Biar nggak sekadar menerka-nerka, ada baiknya kamu ketahui beberapa info penting terkait perawatan botoks yang sebenarnya telah banyak dimanfaatkan oleh figur publik di sekitar kita. Siapatahu kamu tertarik untuk mencoba.

1. Botoks adalah salah satu prosedur antipenuaan untuk meminimalisir munculnya kerutan dan tanda penuaan lainnya

protein dari bakteri via www.e3aclinic.com

Botulinum toxin atau botoks merupakan protein yang dihasikan oleh bakteri Clostridium botulinum. Botoks ini dimanfaatkan dalam dunia dermatologi salah satunya untuk mengatasi kerutan dan kulit yang mengendur yang muncul akibat ekspresi wajah atau pergerakan seperti tersenyum, mengernyit, menangis, dan cemberut.

2. Protein ini akan disuntikkan ke bawah kulit lalu ia akan melemaskan kontraksi otot

merilekskan otot via www.cosmopolitan.com

Botoks bekerja menghambat sinyal saraf asetilkolin (penggerak) yang ada dalam otot dan membuatnya menjadi lebih rileks. Nah, ketika otot-otot wajah rileks, permukaan kulit akan lebih halus dan mengencang, sehingga berbagai kerutan di wajah pun tersamarkan. Efek ini akan terlihat optimal 5-7 hari setelah penyuntikan.

Advertisement

3. Botoks nggak serta merta menghilangkan kerutan di wajah selamanya, tapi hanya menyamarkannya sementara

efeknya sementara via www.youtube.com

Efek botoks yang menyamarkan kerutan dan garis-garis pada wajah ini hanya bertahan selama 3-6 bulan dan akan menghilang seiring berjalannya waktu. Karena hanya melumpuhkan bagian otot yang disuntik dan efeknya hanya sementara, suntikan perlu diulang untuk mengurangi refleks otot yang bikin kerutan di wajah. Disarankan dengan dokter yang sama, ya!

4. Karena sifatnya hanya sementara, botoks nggak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Asal ditangani oleh dokter yang terkualifikasi dan dengan dosis yang dianjurkan

efek sampingnya nggak bahaya via www.tessamachen.com

Efek samping yang paling sering muncul adalah reaksi setempat pada area suntikan, seperti memar, kemerahan, dan nyeri di area suntik. Kamu akan merasa kebas pada area wajah yang disuntik, tapi akan kembali melakukan pergerakan dan ekspresi yang normal dalam beberapa hari. Selain itu kamu juga mungkin akan mengalami sakit kepala, mual, lemah otot, serta reaksi alergi dari bahan tertentu yang terkandung dalam botoks.

Namun, efek botoks bakal lebih ngeri kalau nggak dilakukan oleh dokter ahli, dosis berlebihan, atau secara sembarangan.

Advertisement

5. Meski sama-sama menawarkan perawatan kulit dengan cepat dan minim sayatan, botoks dan filler itu berbeda, ya!

botoks dan filler berbeda via marcosdermacare.com

Botoks berfungsi untuk mengatasi kerutan yang muncul akibat kerja otot ekspresi atau pergerakan otot wajah. Sedangkan filler digunakan untuk mengisi atau mengoreksi area wajah yang mengalami kekosongan atau ingin lebih ditonjolkan, seperti pipi, hidung, bibir, dagu, pelipis, atau kantong mata.

6. Jadi, botoks itu aman nggak sih sebenarnya?

botoks aman kalau dilakukan oleh ahlinya via uptownfmdental.com

Suntik botoks sudah disetujui untuk sejumlah prosedur medis tertentu sejak 1989. Namun, baru tahun 2001, FDA (Food and Drug Administration) Amerika menyetujui penggunaan botoks untuk perawatan kecantikan kulit. Namun kembali lagi, botoks paling aman diberikan oleh dokter yang berpengalaman, memiliki lisensi, dan terampil tentunya.

Suntik botoks memang telah banyak digunakan untuk menyamarkan kerutan dan menjaga kulit tetap kencang. Namun, bagaimana pun, perawatan alami yang tanpa efek samping tentu lebih sehat dan aman. Jadi, pastikan kamu konsultasikan dulu ke dokter ahli sebelum memutuskan untuk perawatan botoks, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

salt of the earth, light of the world

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE