Setiap memasuki pergantian musim, biasanya kita akan diserang sebuah virus yang menyebabkan bersin-bersin, sakit tenggorokan, serta hidung mampet. Lalu ketika ditanya “Sakit, ya?” oleh orang lain, kita dengan enteng akan menjawabnya dengan “Iya, lagi flu nih”. Padahal, ada yang namanya pilek. Penyakit dengan gejala yang mungkin mirip, namun sebenarnya berbeda. Hayo, kamu udah tahu belum kalau dua penyakit ini berbeda?

Lain penyakitnya, lain pula dong pengobatannya. Nah, buat kamu yang belum tahu, berikut hipwee kasih tahu perbedaan flu dan pilek biar kamu nggak lagi keliru waktu ditanya “lagi sakit, ya?” atau pas mau beli obat.

1. Kenalan dulu dengan perbedaan flu dan pilek biar nggak keliru

flu apa pilek, nih? via kurio.co

Advertisement

Flu dan pilek secara sederhana disebabkan oleh dua jenis virus yang berbeda. Flu disebabkan oleh infeksi virus influenza tipe A, B, C, yang menyerang sistem pernafasan keseluruhan. Mulai dari hidung, tenggorokan dan paru-paru. Jika kamu menderita flu musiman, bisa dipastikan kamu terinfeksi virus influenza tipe A atau B. Sedangkan kalau flu yang kamu derita bersifat lama, bahkan sepanjang tahun, bisa dipastikan yang menginfeksi kamu adalah virus influenza tipe C.

Berbeda dengan pilek yang biasanya disebabkan oleh virus rhinovirus, yang dalam keluarga besar virus paling gampang menularkan pilek dan bersin. Baik flu ataupun pilek, penularannya sangat mungkin terjadi melalui tetesan atau butiran air liur yang dikeluarkan penderita lewat bersin atau batuk. Virus pilek paling sering menular pada musim dingin. Hal ini karena virus pilek mudah berkembang dalam suhu rendah. Mulai waspada, ya kalau sudah mendekati musim penghujan.

2. Meski terkesan mirip, sebenarnya gejala flu dan pilek itu beda lho. Coba cek dulu kamu yang mana

flu atau pilek sama aja. nggak enak! via www.romeing.it

Secara khas gejala pilek adalah sakit tenggorokan, hidung tersumbat, bersin-bersin, batuk berdahak, sakit kepala dan badan lemas. Gejala ini biasanya cenderung cepat membaik dalam 7-10 hari. Kamu nggak perlu khawatir kalau ingus menjadi lebih kental dan berwarna gelap. Itu reaksi alami tubuhmu melawan si virus. Tapi jika pilek yang kamu derita sudah melebihi waktu seminggu, ada baiknya untuk kamu datang memeriksakannya ke dokter.

Advertisement

Sedang untuk flu, gejalanya akan datang cenderung lebih parah daripada pilek. Seperti demam tinggi selama 3-5 hari, sakit kepala berat, batuk kering, sakit tenggorokan, menggigil, nyeri otot, bahkan mual dan muntah. Gejala flu juga biasanya akan bertambah parah secara bertahap dalam 2-5 hari. Namun jika yang kamu alami semakin memburuk, nggak ada salahnya untuk datang ke dokter. Karena flu yang dibiarkan berlarut-larut akan meningkatkan resiko komplikasi serius seperti pneumonia, radang otot, serta masalah jantung. Khusus buat kamu yang punya asma, flu kemungkinan besar bisa memicu asmamu kambuh. Jadi lebih berhati-hati dan jangan ragu untuk ke dokter ya.

3. Kenali cara pencegahan virus pilek dan flu, karena mencegah lebih baik daripada mengobati

jangan lupa vaksin biar tangguh via hellosehat.com

Cara paling ampuh demi mencegah tertular virus influenza adalah dengan vaksin flu, yang sebaiknya kamu dapatkan di awal musim berlangsung. Juga selain vaksin yang mesti diingat adalah menjaga kebersihan diri dan pastikan tanganmu selalu dalam keadaan bersih biar nggak gampang tertular.

Untuk mencegah pilek, baiknya kamu menghindari kontak dengan penderita, bahkan dengan barang-barang yang digunakannya. Hindari kemungkinan penularan virus dari benda-benda yang kamu pegang, yang mungkin saja sudah terpapar virus pilek si penderita. Dan mesti sering mencuci tangan menggunakan sabun. Karena kontak fisik yang meninggalkan virus sudah cukup untuk menulari kamu.

3. Terlanjur diserang virus pilek atau flu? Jangan salah beli obat, kenali pengobatannya

ngobat biar cepat! via www.verywellhealth.com

Sebenarnya baik flu ataupun pilek sama-sama bisa sembuh sendiri dengan syarat kamu banyak-banyak minum air putih dan istirahat cukup. Namun untuk mempercepat kesembuhan kamu bisa menggunakan obat. Untuk flu, bila kamu nggak tahan dengan hidung tersumbat atau sakit kepalanya, kamu bisa minum obat dekogestan untuk meredakan gejala flu. Ada juga sih beberapa obat antivirus, namun penggunaannya nggak bisa sembarangan dan harus dengan resep dokter.

Sementara untuk pilek, jangan menggunakan anti biotik ya. Karena antibiotik untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri, sementara pilek disebabkan oleh virus. Gunakanlah obat seperti antihistamin, dekongestan, paracetamol dan NSAID yang bisa membantu mengurangi gejala pilek. Dan tentunya, dibarengi istirahat cukup dan minum banyak air putih ya.

Sekarang kamu sudah tahu, kan, perbedaan dua penyakit yang serupa tapi tak sama ini? Semoga nggak keliru lagi, ya, dalam pencegahan ataupun pengobatan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya