Plus Minus Sarapan Pakai Bubur Ayam. Yakin Kenyang Sampai Siang?

Diaduk atau nggak, bubur ayam ini nutrisinya pas-pasan lo, tapi kandungan gulanya fufufu... banyak!

Bubur ayam menjadi salah satu menu sarapan favorit hampir seluruh masyarakat Indonesia. Disajikan selagi hangat dengan ditambah topping yang lezat serta renyahnya kerupuk menjadi perpaduan tak ada duanya. Tapi, apakah sarapan bubur ayam merupakan pilihan sarapan yang sehat? Simak ulasan Hipwee berikut.

Kalori semangkuk bubur ayam beserta topping dan kerupuk

sarapan bubur ayam

Semangkuk bubur ayam dengan kerupuk dan pelengkap | Creadit: Pixabay

Advertisement

Dalam semangkuk bubur ayam polos tanpa taburan apa pun atau sekitar 240 gram, memiliki kalori dan kandungan zat gizi sebagai berikut:

  • Energi: 372 kkal
  • Karbohidrat: 36,12 gram
  • Protein: 27,56 gram
  • Lemak: 12,39 gram.

Sedangkan untuk pelengkap, biasanya kita juga memberikan taburan kerupuk diatasnya. Nah, 12 gram taburan kerupuk sendiri memiliki kalori sebesar 60 kkal sehingga jika ditotal, jumlah semangkuk bubur ayam polos memiliki kalori sebesar 400-500 kalori tergantung taburan dan pelengkap lain yang kamu berikan. Jadi, semakin banyak taburan dan pelengkap dalam mangkuk bubur ayammu, maka kalori yang dihasilkan juga semakin banyak.

Advertisement

Kira-kira bubur ayam bisa jadi menu sarapan ideal nggak, ya?

sarapan bubur ayam

Dua orang wanita yang sedang duduk menikmati sarapan | Foto oleh PNW Production dari Pexels

Dengan kalori sebesar 155 kalori per 100 gram itu kira-kira bubur ayam bisa nggak ya, jadi menu sarapan ideal?

Mungkin bagi sebagian orang yang cukup tergesa-gesa di pagi hari, bubur ayam bisa menjadi pilihan menu sarapan yang sehat dan cukup mengenyangkan. Selain itu, kalori dalam bubur ayam juga lebih rendah dibanding dengan nasi goreng atau pun nasi uduk. Tentu ini menjadikan nilai plus tersendiri dari bubur ayam.

1. Karena kandungan kalorinya yang cukup rendah, bubur ayam bisa menjadi menu sarapan diet pilihanmu

Advertisement

Dengan jumlah kalori yang cukup rendah, bubur ayam bisa dijadikan sebagai menu dietmu lo, SoHip. Bubur ayam bisa menyerap bahan makanan lain yang kamu campurkan, sehingga menu dietmu akan lebih bervariasi.

2. Sarapan bubur di pagi hari dapat menjaga kekebalan tubuhmu

Melansir dari detikhealth, semangkuk bubur yang ditambah dengan topping sayuran juga memberikan asupan antioksidan yang mampu membantu tubuh untuk melawan radikal bebas. Dapat disimpulkan bahwa mengonsumsi bubur yang lengkap dengan sayuran dan protein lainnya tentu bisa meningkatkan imunitas tubuh.

3. Bubur ayam menjadi menu sarapan yang cocok dikonsumsi ketika sedang sakit tapi kandungan nutrisinya pas-pasan

Biasanya kalau sedang tidak enak badan, mangonsumsi bubur ayam hangat menjadi pilihan untuk membantu memulihkan daya tahan tubuh sehingga akan mempercepat proses kesembuhan.

Meskipun bubur ayam dapat menjadi rescue atau penyelamat bagi orang sibuk hingga orang sakit, ternyata mengonsumsi bubur ayam sebagai menu sarapan kuranglah tepat SoHip, sebab kandungan nutrisi dalam semangkuk bubur ayam belum memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

4. Kandungan nutrisi yang rendah membuat kita akan cepat terasa lapar kembali

Mengonsumsi bubur ayam di pagi hari mungkin hanya bisa membuat kita kenyang beberapa saat saja. Hal ini disebabkan karena bubur ayam memiliki kandungan nutrisi yang cukup rendah sehingga dapat membuat kita cepat merasa lapar.

5. Sarapan bubur ayam bisa bikin berat badanmu naik

Hah? Kok bisa? Bukannya kalorinya rendah, ya?

Ya, tidak hanya kalorinya saja yang rendah, nutrisinya pun juga. Hal ini yang membuat kita cepat lapar. Apabila lapar, kita akan memilih untuk ngemil sambil menunggu jam makan siang. Nah, aktivitas ngemil ini yang bisa memicu naiknya berat badanmu.

6. Sarapan bubur ayam tidak boleh dikonsumsi bagi penderita diabetes

Melandir dari hellosehat, bahan dasar bubur yang berasal dari beras putih memiliki indeks glikemik (IG) yang tinggi, sehingga memudahkan tubuh untuk memprosesnya menjadi glukosa. Selain itu, proses pemasakan yang cukup lama memungkinkan dapat mengubah kandungan beras menjadi pati yang kandungan utamanya glukosa dan karbohidrat.

Karbohidrat yang ada di dalam bubur ayam ini akan mudah diolah tubuh menjadi gula. Jika dibandingkan dengan nasi putih, bubur ayam memiliki kandungan gula yang lebih banyak. Sehingga, sarapan bubur ayam tidak direkomendasikan bagi penderita diabetes.

Tips menjadikan bubur ayam sebagai menu sarapan sehat

sarapan bubur ayam

Dua orang laki-laki yang sedang memasak | Foto oleh cottonbro dari Pexels

Setelah mengetahui jumlah kalori, kelebihan, serta kekurangan dari bubur ayam sebagai pilihan menu sarapan, sepertinya kita semua membutuhkan beberapa tips yang bisa mengubah bubur ayam menjadi menu sarapan yang lebih sehat lagi dan tentunya kaya nutrisi. Sebab sarapan merupakan hal yang tidak boleh dilewatkan meski kamu sedang diet sekalipun.

Penelitian dalam Journal of Academy of Nutrition and Dietetics menunjukkan bahwa orang yang selalu sarapan di pagi hari cenderung memiliki pola makan yang sehat dibanding yang tidak sarapan.

Untuk membuat bubur ayam menjadi menu sarapan yang lebih sehat, kamu bisa coba menerapkan tips berikut:

1. Ganti beras putih menjadi beras merah sebagai alternatif pilihan agar tidak cepat lapar

Mungkin bubur ayam ‘merah’ akan asing di mata kita. Tetapi, untuk mengubah sarapan bubur ayammu menjadi lebih sehat, kamu bisa mengganti beras putih dengan beras merah.

Beras merah mengandung indeks glikemik yang rendah, kaya akan serat, serta mengandung karbohidrat kompleks yang mampu membuatmu kenyang lebih lama.

2. Hindari taburan dan pelengkap menu bubur ayam yang berlebih

Tidak lengkap rasanya jika mengonsumsi bubur ayam tanpa taburan kerupuk dan lauk satai usus. Namun jika kamu menaburkan banyak kerupuk di bubur ayammu, tentu tidak baik, sebab kerupuk mengandung lemak jenuh yang bisa berpengaruh terhadap kesehatan jantung.

Menu pelengkap seperti satai usus memang kayak akan protein, vitamin, dan mineral. Akan tetapi, jika dikonsumsi berlebih dapat meningkatkan kada kolesterol.

Intinya, ambil taburan dan pelengkap secukupnya ya, SoHip!

3. Tambahkan nutrisi lain di mangkuk bubur ayam milikmu

Meskipun dalam semangkuk bubur ayam sudah ada suwiran ayam, tidak ada salahnya jika kamu menambahkan nutrisi lain seperti telur telur rebus sebagai protein dan wortel sebagai sayuran yang kaya serat.

Sehingga selain kebutuhan kalori dan energi yang tepenuhi, kebutuhan nutrisi tubuhmu juga akan terpenuhi.

Nah, itu tadi informasi mengenai bubur ayam yang menjadi menu sarapan favorit banyak orang. Untuk membuat menu sarapan bubur ayammu lebih bervariasi dan kaya nutrisi, coba deh ikuti tips di atas! Oiya, biar makin sehat lagi, jangan lupa minum air putih setelah sarapan, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE