Buat kalian yang tergolong ‘hobi’ pacaran, punya mantan seabrek atau lebih dari lima adalah hal wajar dan biasa. Kehadiran mereka pun seolah jadi penghias tersendiri di kehidupanmu, walau kamu telah menemukan dia beserta sesumbar cinta yang baru. Uh, senangnya…

Eits, tapi jangan senang dulu. Tak semua mantan itu bersikap sesuai harapan, alias terkadang suka asal-asalan. Mereka juga tak jarang mengacaukan hidupmu, bahkan tak sungkan mengutarakan bujuk rayu. Kamu yang mengaku peka harusnya tahu, mantan seperti apa sih yang masih layak untuk diberi hati, atau dia yang lebih baik untuk dijauhi. Pengen tahu cara membedakannya? Simak penjelasan Hipwee Tips berikut ini, ya…

1. Mantan itu sosok yang seharusnya dilupakan. Jika dia suka datang tanpa diundang, itu tanda kalau dia cuma cari perhatian

jelangkung kali ah… via friendslovers.org

“Hai, Mel. Maaf aku datang ke ulang tahun kamu tanpa diundang. Aku cuma pengen kamu tahu, kalau aku masih menyimpan sedikit rasa sayang.”

“Hahahahaha. GOMBAL!!”

Kalau kamu menemukan sosok langka seperti ini dihidupmu, ada baiknya sikap tegas segera kamu keluarkan. Kamu mungkin tidak sadar kalau gelagat ‘sok perhatian’ seperti ini adalah sebuah modus, agar kamu dan mantanmu itu bisa bersatu kembali, layaknya telur dan cangkangnya. Waspada itu penting, karena mengulang kembali kenangan bersama mantan itu cuma bikin kepala pening. Duh, Dek!

2. Jangan mau diajak mengenang masa lalu. Ingat, inilah salah satu bentuk dari belenggu

Advertisement

ingat, ini belenggu via sheknows.com

Gimana nggak membelenggu, lhawong tujuannya cuma buat mengganggu hubunganmu dengan pacar barumu. Hadeeeeh…

Mungkin mantanmu ini tak secara langsung mengajakmu ke pantai, di mana kalian sering menghabiskan liburan bersama dulu. Tapi ingat, mantan dengan niat jahat selalu pandai untuk memanfaatkan sesuatu. Momen pertemuanmu dengan dia juga malah jadi kacau, kalau tiba-tiba dia menggiringmu ke obrolan-obrolan seputar masa lalu. Di sini, ketegasanmu sebagai orang yang berhasil move on telah diuji :’)

3. Ekstrimnya, kamu harus berani bilang NGGAK, buat dia yang selalu ngasih hadiah tanpa kamu minta sebelumnya

NO! via imgur.com

Sebagai mantan, dia pasti tahu benda-benda atau hal apapun yang menjadi kesukaanmu. Kamu mungkin sangat menyukai sekuntum bunga mawar dengan sepucuk surat romantis di dalamnya. Atau secangkir cokelat panas yang lengkap dengan biskuitnya. Mantanmu ini tahu, dan bermodus ingin memberikan ulang benda-benda tadi, agar kamu mau kembali padanya. Duh, jahat deh!

Dia pun tak peduli kalau sekarang sudah ada sosok baru yang mengisi hari-harimu. Dia cuek dan tetap keukeuh ingin merebut hatimu kembali.

Jika sudah demikian, mengembalikan secara halus dan berkata TIDAK adalah solusi paling jitu supaya kamu terhindar dari rayuan mautnya.

4. Bentak dia, jika caranya menyapamu tidak masuk akal, panggilan-panggilan darinya cenderung kurang ajar dan nakal

Perhi jauh-jauh deh! via uproxx.com

Berteman dan masih berhubungan baik dengan mantan itu sah-sah saja, selama masih dalam koridor yang sudah ada batasnya. Kamu boleh saja menghadirkan dia di acara traktiranmu bersama teman-teman, tapi tetap saja statusnya cuma mantan. Tapi keakraban ini tidak berlaku kalau mantanmu sudah mulai ‘nakal’ dengan sapaannya yang genit dan bernada kurang ajar, misalnya :

“Fera, kamu ingat nggak waktu aku dulu pertama kali nyium kamu? Itu rasanya enaaaak banget, deh. Ah, aku jadi malu Fera sayang…”

Kurang ajar, ‘kan? Gileee aja lu, Ndrooo…

5. Dia yang modus biasanya akan membenci pacar barumu, bahkan berniat merusak hubunganmu

jangan ganggu hubunganku! via youqueen.com

“Aku tadi lihat pacarmu, dia gandengan sama cewek lain terus peluk-pelukan mesra. Tuh ‘kan, dia itu brengsek, dia playboy! Ngapain sih kamu mau sama dia, bukannya sama aku aja?”

Pernahkah kamu menemukan sesosok mantan yang tiba-tiba menghubungimu lalu berkata demikian? Kalau iya, berarti kamu perlu pasang amunisi yang kuat di hati dan pikiranmu. Kepercayaanmu terhadap pacarmu seharusnya lebih besar dan tak mudah terusik. Kamu pun wajib menari tahu kebenarannya, sebelum benar-benar menganggap bahwa berita itu benar adanya. Intinya, jangan mau gampang percaya!

Apa salahnya berhati-hati, jika kamu tak mau kembali merasakan sakit hati. Ya ‘kan?