Cara Budidaya 6 Jenis Tanaman Obat yang Mudah Dirawat. Percantik Pekarangan Plus Berkhasiat

Tanaman obat

Tanaman obat adalah salah alternatif tanaman yang dapat digunakan untuk mengisi halaman rumah. Tanaman obat merupakan jenis tanaman yang sebagian atau seluruh komponennya memiliki senyawa yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengobatan. Kecenderungan mengonsumi obat tradisional membuat beberapa masyarakat Indonesia gemar menanam tanaman obat di rumah, seperti jahe dan lidah buaya.

Advertisement

Kalau dihitung, ada sekitar 36 macam tanaman obat keluarga yang dapat dibudidaya dengan mudah di rumah. Beberapa di antaranya merupakan tanaman obat langka yang sulit ditemukan. Berikut jenis tanaman obat keluarga dan cara mudah menanamnya.

1. Adalah kunyit, tanaman obat tradisional yang sering dimanfaatkan untuk mengatasi nyeri haid. Ternyata cara menanamnya lumayan mudah lo!

tanaman obat kunyit | credit: Gardenerspath via gardenerspath.com

Sebetulnya, manfaat tanaman obat yang satu ini cukup banyak. Selain turut berperan aktif dalam pengobatan tradisional, kunyit juga dapat digunakan sebagai bumbu masakan. Begini cara menanamnya:

  1. Campur pupuk kompos dan pupuk kandang ke dalam media tanah, lalu tempatkan di pot atau polybag.
  2. Buatlah lubang dengan kedalaman 8 cm, kemudian benamkan bibit kunyitnya. Siram 2 atau 3 hari sekali sampai umbinya tumbuh dan membesar.
Advertisement

2. Berkat kandungan senyawa di dalamnya, pare masuk dalam kategori tanaman obat yang kaya manfaat

pare merambat | credit: Bonnie Plants via bonnieplants.com

Tanaman ini ialah tanaman obat dari buah yang kerap dimanfaatkan untuk mengatasi gangguan pernapasan, sembelit, dan diabetes. Untuk mendapatkan manfaatnya, cukup minum air rebusan pare atau dikonsumsi jadi lauk sehari-hari. Berikut cara tanamnya:

  1. Campur tanah humus dengan pupuk kompos, lalu masukkan ke dalam pot kecil.
  2. Jemur bibit pare selama 3 hari, kemudian benamkan dan tunggu proses pertumbuhannya.
  3. Kalau mulai tumbuh, jangan lupa pasang penyangga sebagai rambatan daun parenya.

3. Karena memiliki bunga yang cantik, kumis kucing kerap ditanam di pekarangan rumah untuk dijadikan tanaman obat hias

Advertisement

stek batang kumis kucing | credit: Nusa Bubidaya via nusabudidaya.com

Tanaman obat bunga ini sering digunakan untuk mengobati penyakit kencing manis, asam urat, dan rematik. Untuk mengonsumsinya, biasanya cukup diminum air rebusan yang sudah disaring. Selain tumbuh liar, kumis kucing juga bisa dibudidaya di rumah. Tapi cara menanamnya mesti dengan stek batang agar pertumbuhannya maksimal. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Potong batang kumis kucing dengan ukuran 15 sampai 20 cm. Benamkan di media tanah hingga tumbuh tunas baru.
  2. Sirami secara rutin untuk mempercepat pertumbuhannya.

4. Sebagai tanaman obat Indonesia, serai tak cuma bisa melezatkan makanan saja, tapi juga memperkaya kandungan gizinya

batang serai | credit: Trees via www.trees.com

Tanaman obat keluarga disebut sebagai alternatif pengobatan yang lebih murah dan mudah didapat. Serai juga kerap dimanfaatkan sebagai tanaman obat syaraf kejepit. Makanya, wajar apabila banyak yang membudidayakannya. Serai sendiri merupakan tanaman obat paling dicari karena kaya antioksidan dan mampu mengatasi peradangan maupun kecemasan. Namun karena berbentuk batang, cara menanamnya agak sedikit rumit.

  1. Potong pangkal daun serai tua dan sisakan batangnya sepanjang 20 sampai 30 cm.
  2. Tuang air putih ke dalam botol bekas bening lalu rendam batang serai sedalam 15 cm.
  3. Tunggu sampai 10 hingga 15 hari, kalau sudah berakar, benamkan batang di media tanah dalam pot.

5. Salah satu tanaman obat populer yang wajib ada di rumah ialah daun sirih. Banyak khasiatnya dan mudah cara tanamnya ~

tanam sirih di air | credit: Artisan Bistro via www.artisanalbistro.com

Buat apa cari tanaman obat yang mahal kalau yang murah saja nggak kalah khasiatnya? Daun sirih ini contohnya. Berkat kandungan vitamin dan thitamine-nya yang tinggi, daun sirih kerap digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan mata dan juga kadar gula. Ada berbagai metode untuk membudidayakan tanaman obat mata ini. Tapi, berhubung baru-baru ini populer budidaya sirih di air, nggak ada salahnya ikut mencoba. Begini caranya:

  1. Siapkan batang sulur sirih yang sudah tua. Potong lalu rendam dalam botol air.
  2. Pastikan daun sirih nggak ikut terendam dan ganti airnya 3 hari sekali.
  3. Kalau mulai tumbuh serabut akar, pindahkan ke media tanah atau tetap di air tapi taruh dalam botol yang lebih besar.

6. Jika dilihat dari deskripsi tanaman obat, maka rosella masuk ke dalam salah satunya. Tanaman ini memiliki banyak khasiat yang nggak kalah hebat daripada tanaman obat lainnya

tanam rosella | credit: jurus tani via jurustani.com

Banyak orang percaya dengan meminum rosella, tubuh akan tetap bugar dan terhindar dari penyakit berbahaya, seperti darah tinggi atau kardiovaskular. Hal ini didapat berkat senyawa alami dari rosella yang cukup banyak dan bermanfaat. Cara menanamnya sendiri bisa dengan media tanah.

  1. Keringkan biji rosella selama 4 hari. Semai di tanah khusus yang sudah digemburkan.
  2. Setelah 2 minggu, pindahkan benih ke dalam polybag.
  3. Biarkan tumbuh sampai berukuran kurang lebih 2o cm. Jika sudah, pindahkan ke lahan pekarangan yang lebih luas.

Mempertimbangkan tanaman obat dan manfaatnya, agaknya wajar jika banyak yang membudidayakannya. Apalagi ada banyak jenis tanaman obat yang mudah dirawat serta cantik tampilannya. Jadi, daripada mubazir budidaya tanaman yang biasa-biasa saja, mending sekalian tanaman obat saja. Selamat mencoba!

Gelombang resesi mulai menghampiri, bagaimana kalian mempersiapkan diri menghadapinya? Isi survei berikut ini.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

Editor

salt of the earth, light of the world

CLOSE