Kemandulan atau ketidakmampuan organ reproduksi untuk melakukan pembuahan hingga menghasilkan keturunan menjadi momok bagi setiap pasangan yang sudah menikah. Faktor yang menyebabkan kemandulan pun nggak cuma satu atau dua, tapi ada beberapa. Nah, kalau pasutri nggak kunjung mendapati tanda-tanda kehamilan padahal sudah aktif berhubungan seksual secara teratur tanpa kontrasepsi, ada baiknya untuk melakukan tes kesuburan untuk memastikan penyebab ketidaksuburan serta mengatasinya.

Untuk wanita sendiri, tes kesuburan dimulai dengan pemeriksaan fisik, catatan riwayat kesehatan, dan pemeriksaan ginekologi. Berikut ini beberapa tes kesuburan khusus wanita yang umum dilakukan.

1. Sebelum menjalani tes untuk memeriksa organ-organ reproduksi wanita, akan dilakukan pemeriksaan fungsi ovulasi lewat tes ovulasi

tes ovulasi via beritagar.id

Advertisement

Tes ovulasi diperlukan untuk memastikan apakah produksi sel telur dan proses ovulasi sudah berjalan dengan teratur dan berkualitas ataukah ada gangguan. Untuk mendapatkan hasil yang akurat, tes ini biasanya dilakukan pada awal siklus menstruasi dengan menggunakan grafik suhu tubuh, alat tes ovulasi, tes darah, dan pemeriksaan USG.

2. Selain tes ovulasi, pemeriksaan cadangan sel telur pada ovarium pun kerap dilakukan

tes cadangan sel telur via graziadaily.co.uk

Pemeriksaan cadangan sel telur pada ovarium ini akan membantu mengetahui kualitas dan jumlah sel telur yang tersedia untuk ovulasi. Pemeriksaan ini biasanya diawali dengan pemeriksaan hormon di awal siklus menstruasi.

3. Tes hormon yang terkait dengan ovulasi juga mungkin akan dilakukan untuk mendukung tes-tes lainnya

tes hormon via www.rmanj.com

Pemeriksaan kadar hormon LH (luteinizing hormone) juga mungkin diperlukan karena hormon ini meningkat sesaat sebelum ovulasi. Selain itu, suhu basal tubuh juga dapat membantu. Pemeriksaan hormon lainnya, seperti hormon tiroid dan kelenjar pituitari atau hipofisis yang turut mengendalikan proses reproduksi juga mungkin perlu dilakukan untuk memeriksa kondisi medis lain terkait ketidaksuburan.

4. Tes pencitraan melalui USG biasanya dilakukan untuk mencari kemungkinan gangguan pada rahim atau tabung saluran indung telur

USG panggul via www.youtube.com

Advertisement

Tindakan USG yang diterapkan biasanya berupa USG panggul dan transvaginal. Pada USG panggul, pemeriksaan menggunakan gelombang ultrasound untuk mendapatkan gambar rinci tulang panggul dan daerah sekitarnya.

Sedangkan USG transvaginal dilakukan dengan memasukkan stik probe ke dalam vagina untuk memeriksa seberapa baik kondisi organ reproduksi, apakah terdapat gangguan atau nggak.

5. Tes menggunakan X-Ray atau histerosalpingografi (HSG) untuk memeriksa kondisi rahim, tuba falopi, dan abnormalitas yang terdapat di dalam tubuh

Pada pemeriksaan ini, ahli medis akan menyuntikkan cairan warna khusus lewat leher rahim lalu masuk ke dalam rahim dan tuba falopi. Kemudian dilakukan foto rontgen untuk menentukan apakah rongga rahim normal, sekaligus memastikan cairan mengalir dengan baik dari tabung saluran indung telur. Dengan metode tes ini, kamu juga dapat mengetahui kesehatan struktur uterus, apakah masih normal atau ada gangguan.

6. Jika ditemukan ada masalah pada saat tes HSG, akan dilakukan tes lanjutan berupa histeroskopi

histeroskopi via www.yahoo.com

Jika kamu memiliki keluhan tertentu terkait kesuburan, ahli medis mungkin akan menganjurkan pemeriksaan ini. Tes ini dilakukan degan cara memasukkan hiteroskop kecil (tabung tipis dengan kamera di ujungnya) yang di tempatkan ke dalam uterus melalui serviks. Metode ini bertujuan untuk memantau kondisi rahim dan memeriksa masalah yang terjadi di dalam rahim.

Jika kamu, teman, atau saudaramu mengalami keluhan terkait ketidaksuburan, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis mengenai tes kesuburan apa yang cocok, tepat serta nyaman bagi kondisimu. Semoga membantu, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya