Kendalikan 8 Hormon yang Paling Ngaruh ke Berat Badan, Katanya Pengen Turun Timbangan?

Mengontrol hormon tubuh yang paling memengaruhi berat badan

Kenaikan berat badan sering dikaitkan dengan pola makan dan gaya hidup. Padahal, beberapa orang nggak bisa gemuk meski banyak makan, dan sebaliknya, ada yang nggak bisa kurus meski sudah mati-matian membatasi porsi makan. Satu faktor yang harus banget diperhatikan saat ingin mengontrol berat badan adalah hormon dalam tubuh. Hormon yang selalu berubah-ubah itu nggak cuma memengaruhi perubahan suasana hati, tapi juga ke sistem metabolisme yang ujung-ujungnya larinya ke berat badan.

Advertisement

Jadi, kalau kamu pengen menurunkan berat badan, perhatikan 8 hormon yang memegang peranan penting ini, sekaligus cara mengontrolnya.

1. Hormon tiroid, salah satu motornya metabolisme yang fungsinya membakar kalori. Misinya: memaksimalkan kerjanya

letaknya di pangkal tenggorokan via www.thelist.com

Kelenjar tiroid letaknya di pangkal leher. Hormon ini menghasilkan hormon T3, T4, dan kalsitonin yang bertanggung jawab menjaga metabolisme tubuh. Kalau kekurangan hormon tiroid (hipotiroid), maka pembakaran kalori jadi lambat.

Cara memaksimalkan kerja hormon tiroid:

  • Mengonsumsi garam beryodium
  • Makan makanan yang dimasak dengan baik dan menghindari sayuran mentah
  • Konsumsi suplemen vitamin D
  • Makan makanan yang kaya zink seperti tiram, kepiting, brokoli, kacang-kacangan dan biji-bijian
Advertisement

 2. Hormon insulin, berperan dalam menjaga kadar gula darah. Misinya: menjaganya agar nggak melonjak naik

hindari lonjakan insulin via easyhealthoptions.com

Insulin ini tanggung jawabnya membawa glukosa ke dalam sel untuk diubah menjadi energi ketika dibutuhkan atau menyimpannya menjadi lemak. Nah, kalau kamu kebanyakan makan glukosa padahal orangnya mager, otomatis glukosanya ya menumpuk jadi lemak dan bikin gemuk.

Cara menjaga kadar insulin:

  • Konsumsi sayur berdaun hijau, buah dan sayuran musiman
  • Makan makanan yang kaya omega 3
  • Minum air putih teratur
  • Olahraga paling nggak 4 jam seminggu
  • Hindari soda, minuman beralkohol, minuman yang manis-manis

3. Hormon kortisol, aktif saat stres dan mengubah gula darah menjadi lemak. Misinya: menjaga kadarnya

Advertisement

stres bikin gemuk via brightside.me

Saat cemas, gugup, marah, sakit secara fisik, atau stres, hormon kortisol akan menaikkan gula darah, menekan sistem kekebalan tubuh, membantu metabolisme lemak, protein dan karbohidrat agar stres berkurang.

Cara menjaga kadar kortisol:

  • Tidur cukup setidaknya 7-8 jam setiap malam
  • Hindari gorengan, makanan olahan dan alkohol
  • Berlatih pernapasan dengan yoga atau meditasi untuk mengurangi ketegangan
  • Luangkan waktu untuk piknik

4. Hormon testosteron, membantu membakar lemak dan memperkuat tulang dan otot. Misinya: menjaga kadarnya

jaga jangan sampai ngedrop via brightside.me

Kalau hormon testosteron menurun kadarnya, kegemukan jadi efeknya.

Cara menjaga hormon testosteron:

  • Olahraga teratur untuk meningkatkan hormon testosteron
  • Konsumsi asupan protein
  • Makan makanan kaya serat
  • Hindari alkohol

5. Estrogen dan progesteron juga memengaruhi berat badan dan perubahan bentuk tubuh. Misinya: seimbangkan keduanya

estrogen dan progesteron harus seimbang via brightside.me

Estrogen dan progesteron adalah hormon nggak hanya berperan penting bagi fungsi sistem reproduksi cewek, tapi juga diperlukan untuk kelancaran fungsi tubuh. Kedua hormon ini bisa menurun karena stres, menopause, dan pil kontrasepsi. Kadar estrogen dan progesteron yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa bikin berat badan naik.

Cara menyeimbangkan estrogen dan progesteron:

  • Konsumsi sayuran segar, buah-buahan, dan biji-bijian
  • Kurangi daging merah dan makanan olahan
  • Olahraga teratur, terutama meditasi
  • Hindari stres

6. Hormon ghrelin, mengirim sinyal lapar ke otak. Misinya: tekan produksinya!

bikin lapar via www.youngisthan.in

Terlalu banyak ghrelin akan memicu nafsu makan berlebih. Sayangnya, ghrelin akan meningkat ketika sedang puasa atau berdiet. Dengan kata lain, tubuh akan selalu sulit beradaptasi untuk makan lebih sedikit dan secara terus menerus mengirim sinyal lapar. Tapi tenang, ghrelin bisa ditekan produksinya.

Begini caranya:

  • Makan buah dan sayuran segar serta makanan kaya protein
  • Minum 1 1/2 gelas air 2o menit sebelum makan
  • Makan setiap 2-3 jam untuk menghindari makan dalam jumlah banyak
  • Olahraga teratur

7. Hormon leptin, mengatur keseimbangan energi dan menghambat rasa lapar. Misinya: jaga keseimbangan kadarnya

mengontrol kekenyangan via www.ingredients.news

Jumlah leptin yang tepat akan mengontrol nafsu makan. Tapi kalau terlalu banyak, justru mengurangi sensitivitas reseptor pada sel. Akibatnya, kamu jadi makan lebih dari yang dibutuhkan karena otak nggak menerima sinyal kenyang dari leptin alias kebal leptin.

Agar kadar leptin pas:

  • Mengurangi konsumsi gula dan makanan olahan
  • Perbanyak asupan antioksidan dengan mengonsumi buah beri (stroberi, blueberry, ceri, anggur) serta sayuran hijau dan merah.
  • Penuhi kebutuhan tidur 7-8 jam tiap malam
  • Cukup minum air putih

8. Hormon melatonin, mengatur tubuh untuk tidur dan terjaga yang juga pengaruh ke berat badan. Misinya: maksimalkan kerjanya!

matikan lampu buat memaksimalkan melatonin via www.rd.com

Saat tidur, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan yang membantu tubuh untuk menyembuhkan, memperbaiki komposisi tubuh dan dan membangun otot. Kalau kamu nggak dapat waktu tidur yang baik, proses penyembuhan dan pertumbuhan akan terganggu sehingga mengarah ke stres dan kenaikan berat badan.

Cara memaksimalkan melatonin:

  • Hindari makan sebelum tidur
  • Matikan semua gadget saat tidur
  • Tidur di kamar yang gelap dan dingin
  • Cukupi waktu tidur

Jadi, mulai sekarang cobalah untuk fokus membenahi kerja hormon dengan mengendalikan produksinya, jangan terlalu tinggi juga jangan kekurangan. Karena segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh dan apa pun yang kamu lakukan bakal pengaruh ke hormon dan pada akhirnya ke berat badanmu juga. Semoga berhasil, ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

salt of the earth, light of the world

CLOSE