Hal yang paling menyebalkan setelah jerawat tentu saja adalah bekas jerawat itu sendiri. Kata orang bekas jerawat itu muncul akibat memencet jerawat, faktanya jerawat yang nggak dipencet pun bisa menimbulkan bekas. Sedihnya lagi, bekas jerawat ini bakal bertahan terus meski jerawatnya sudah sembuh.

Umumnya, bekas jerawat dibagi menjadi dua kategori, yaitu yang disebabkan oleh hilangnya jaringan (atrofi) dan yang disebabkan oleh kelebihan jaringan (hipertrofi). Info pentingnya adalah, bekas jerawat nggak cuma berbentuk bopeng saja, tapi dalam berbagai bentuk, ukuran, dan bahkan warna. Setiap jenisnya punya metode penyembuhan yang beda-beda juga. Cek dulu nih, punyamu yang mana.

1. Rolling scar, bekas jerawat dengan tekstur kulit yang bergelombang karena jerawat yang meradang dalam waktu lama

bergelombang via srecnazena.com

Advertisement

Bekas jerawat ini muncul karena jerawat yang meradang dalam waktu lama dan dibiarkan begitu saja, sehingga terjadi kerusakan di bawah permukaan kulit. Bentuknya parutan yang dangkal, lebar, dan bergelombang, kalau disentuh punya dasaran yang keras. Bekas jerawat jenis ini akan semakin terlihat jelas seiring bertambahnya usia karena kulit sudah kehilangan kekencangan dan elastisitas.

Cara mengatasinya:

Kamu bisa melakukan perawatan seperti laser resurfacing baik ablasi atau non ablasi untuk meratakan permukaan kulit. Selain itu, facial fillerchemical peeling, mikrodermabrasi dan terapi cahaya infra merah juga bisa menjadi alternatif lain untuk mengatasi rolling scar.

2. Boxcar scar, bentuknya bundar dan oval dan punya dasar yang lebar. Mirip dengan bekas yang ditimbulkan karena cacar air

dasarnya melebar via www.acne.org

Advertisement

Luka ini punya tepi vertikal yang tajam dan terpancang jelas sehingga penampakannya mirip huruf “U” pada kulit. Dasarnya lebar dan bisa jadi dangkal atau pun dalam. Karena tepiannya yang curam, bekas ini lebih sulit untuk dihaluskan karena jerawat menghancurkan kolagen dan menghilangkan jaringan kulit. Akibatnya, area kulit pada bagian ini nggak punya tumpuan dan masuk ke arah dalam.

Cara mengatasinya:

Boxed scar bisa diatasi dengan perawatan laser resurfacing, micro needlingdermal filler, peeling, hingga punch out excision.

3. Ice pick scar, bentuknya mirip lubang yang dalam dan sempit. Termasuk yang paling susah dihilangkan nih!

lubang yang dalam via theprettypimple.com

Tergolong bekas jerawat yang sangat dalam bahkan hingga mencapai lapisan dermis. Biasanya disebabkan karena cystic acid, salah satu jenis jerawat dengan peradangan hebat yang berkumpul sehingga memiliki ukuran cukup besar. Jumlahnya yang banyak dan merata bikin wajah seperti ditusuk-tusuk jarum.

Cara mengatasinya:

Butuh perawatan khusus karena peeling, mikrodermabrasi dan perawatan laser lainnya nggak mempan dan kurang efektif. Cobalah menjajal punch-out excision di mana bekas luka akan dipotong lalu bekasnya ditutup dengan steri-strip, jahitan, atau lem kulit. Setelah sembuh, tekstur kulit akan jadi lebih lembut.

4. Hipertrofi/keloid, bekas jerawat yang terlihat lebih gelap dan berupa benjolan

Keloid adalah luka pada jaringan parut yang mengalami peradangan berlebihan dan membentuk nodula yang padat berisi. Keloid sering muncul di punggung dan dada, tetapi juga sering muncul di bagian leher dan wajah. Berbeda dengan jenis bekas jerawat yang lainnya, keloid disebabkan karena kelebihan produksi kolagen.

Cara mengatasinya:

Beri suntikan steroid atau costisone untuk mengurangi pembengkakan. Kamu juga bisa menggunakan produk retinol topical dan terapi laser. Cara ini dianggap lebih ampuh dibanding dengan pengangkatan keloid melalui operasi.

5. Hiperpigmentasi, tanda merah atau gelap yang tertinggal setelah upaya menghilangkan jerawat

hiperpigmentasi via www.wellandgood.com

Selain perubahan tekstur kulit, ada juga jenis bekas jerawat yang menyebabkan perubahan warna pada kulit, yaitu hiperpigmentasi. Kondisi ini disebabkan oleh peradangan yang membuat kulit memproduksi melanin dalam jumlah yang berlebih. Jika dibiarkan tanpa perawatan, bekas jerawat ini membutuhkan 1-2 tahun untuk menghilang.

Cara mengatasinya:

Untuk menyamarkan dan mencegahnya makin parah, pastikan selalu menggunakan sunscreen. Selain itu, juga bisa diobati dengan resep obat seperti hydroquinolone untuk menghambat produksi melanin juga retinoid untuk mempercepat proses regenerasi sel kulit.

6. Hipopigmentasi, cenderung berwarna merah muda dan kerap dialami orang yang warna kulitnya gelap

hipopigmentasi via jamanetwork.com

Berbeda dengan hiperpigmentasi, hipopigmentasi terjadi ketika melanosit pada kulit yang terkena jerawat kehilangan kemampuannya untuk menghasilkan melanin. Hal ini sering terjadi di daerah-daerah kulit yang telah diganti dengan jaringan parut. Hipopigmentasi juga bisa terjadi pada daerah kulit yang tampak sehat. Sayangnya belum ada pengobatan khusus untuk menghilangkan bekas jerawat tipe ini.

7. Eritema, kemerahan pada kulit yang sering dialami oleh mereka yang warna kulitnya lebih cerah

Eritema adalah suatu kondisi di mana kapiler kecil di dekat permukaan kulit menjadi rusak atau melebar secara permanen. Kondisi ini muncul dalam bentuk kemerahan di kulit.

Cara mengatasinya: 

Eritema bisa diobati dengan resep obat topikal dan beberapa perawatan kulit lainnya. Juga bisa diobati dengan laser dan cahaya berbasis perawatan yang selektif menargetkan hemoglobin, seperti argon dan pulsed dye laser.

Satu hal penting yang wajib kamu ingat adalah kamu nggak boleh sembarangan. Berkonsultasilah dengan dokter kulit terpercaya karena kebanyakan bekas jerawat yang nggak kunjung hilang memang perlu ditangani dengan menggunakan treatment, alat, dan obat khusus yang hanya bisa dilakukan oleh ahlinya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya