Kamu sulit menolak permintaan tolong yang diajukan orang lain dan selalu ingin mengiyakan apapun yang orang lain katakan? Walaupun sebenarnya hati terdalammu menolak kamu tetap tak bisa mengelak. Rasa kasihan, sungkan, dan segan membuatmu lebih memilih untuk menjaga keseimbangan dengan cara mengabulkan permintaan setiap orang. Berkata “tidak” sangat kamu hindari selama kamu masih bisa memenuhi. Kadang kamu bahkan rela mengorbankan kepentinganmu sendiri.

Padahal selalu berkata “iya” bukan sesuatu yang baik. Ada orang-orang yang memanfaatkan kepolosanmu ini untuk kepentingan meraka sendiri. Sementara kamu harus memiliki hard time demi memenuhi kepentingan orang lain yang sebenarnya tak kamu mengerti. Ingat guys, kamu bukanlah orang yang bisa melakukan apapun dan selalu membuat siapapun nyaman dan bahagia, itu bukan tugasmu. Jangan habiskan hidupmu menjadi bulan-bulanan orang lain hanya karena satu kata yang tidak bisa kamu ucapkan. Cobalah mulai jujur pada dirimu sendiri mulai dari saat ini.

1. Berkata tidak bukan sesuatu yang jahat jadi tak perlu mengatakannya dengan hati yang berat

Mengatakan tidak memang berat

Mengatakan tidak memang berat via baijusolanki.com

Advertisement

Menolak permintaan orang lain atau tidak menyetujui pendapat orang lain tidak berarti kamu seseorang yang selfish. You just can’t please everyone, sesederhana itu saja. Jadi berkata tidak bukanlah sesuatu yang jahat, berhentilah merasa berat untuk mengucapkannya. Itu wajar dan sangat boleh, bukan dosa!

2. Untuk mengurangi rasa bersalah, coba selalu berusaha menyertakan alasan yang sah

Sertakan alasannya juga

Sertakan alasannya juga via github.com

“Maaf aku nggak bisa, hari ini aku belum ngerjain tugas mata kuliah Bu Hermin. Next time ya girls!”

Alasan ini sah dan riil, jadi kenapa lagi kamu harus merasa bersalah. Toh semuanya jelas kan? kamu tidak membuat-buat alasan untuk menolak, tapi karena kamu benar-benar nggak bisa memenuhi apa yang orang lain minta atau inginkan. Orang lain juga pasti akan lebih memahami kenapa kamu mengatakan tidak pada mereka.

3. Mengatakan “tidak” tak harus dengan membentak, nada kalem pun sudah cukup menyentak

Kalem aja kalem

Kalem aja kalem via gifrific.com

Advertisement

Mengatakan tidak harus tetap dengan nada yang sopan, kalem, dan lembut, nggak harus membentak walaupun menolak. Nada suaramu juga akan mengurangi rasa bersalahmu saat mengatakan tidak serta membuat orang lain tidak terluka dengan pernyataanmu. Nada suaramu tak akan mengurangi esensi penolakanmu, kalem tapi tetap tegas.

4. Jangan akhiri penolakanmu dengan kata maaf, karena mengatakan tidak bukan berarti khilaf

Nggak perlu minta maaf, kamu nggak salah

Nggak perlu minta maaf, kamu nggak salah via mamamia.com.au

Tak perlu mengakhiri kata “tidak”mu dengan minta maaf karena mengatakan tidak bukan suatu kesalahan. Katakan secara langsung dengan pertimbangan yang tidak berbelit-belit dan tidak perlu diakhiri dengan kata maaf yang menunjukkan bahwa kamu merasa bersalah telah berkata tidak. Orang lain yang mendengarnya justru bisa mempengaruhimu lagi.

5. Karena rasa tak enakmu sulit hilang seketika, coba berikan alternatif pada mereka

Berikan alternatif pada mereka

Berikan alternatif pada mereka via marieforleo.com

Kalau kamu masih tetap nggak enakan banget, coba berikan beberapa tawaran alternatif untuk menyelesaikan masalah yang sedang kamu hadapi. Biarkan posisimu beralih dari yang menentukan pilihan menjadi orang yang menyuruh orang lain memilih. Cara ini cukup efektif untuk melatihmu menolak berbagai macam permintaan yang datang padamu.

6. Awali dengan pujian dan akhiri dengan terima kasih, agar penolakanmu tak membuat orang perih

Walaupun menolak tetap terima kasih di akhir

Walaupun menolak tetap terima kasih di akhir via huffingtonpost.com

Puji dulu mereka sebelum mengatakan tidak secara langsung. Ini bisa menghindarkanmu dari bujuk rayu selanjutnya yang terus mereka buat untuk membuatmu ragu dan akhirnya menurut. Setelah kamu berhasil menolak, jangan lupa ucapkan terima kasih agar penolakanmu tidak menimbulkan efek negatif pada orang yang permintaanya kamu tolak.

7. Karena mereka mungkin masih akan terus memengaruhimu, menjadi orang tanpa perasaan kadang juga perlu

Kadnag harus tegas juga!

Kadnag harus tegas juga! via github.com

Saat kamu mengatakan tidak dengan cara yang setengah-setengah, kemungkinan besar lawan bicaramu akan terus memburumu untuk tetap mengatakan iya. Jika memang lawan bicaramu sulit diajak mengerti, kamu harus langsung berkata “tidak” dengan tegas. Menghilangkan perasaanmu sejenak untuk menghadapi orang-orang seperti ini sangat perlu kamu lakukan

Saat kamu mengatakan tidak artinya kamu mengatakan iya untuk hal lain

Tidak enak dan sungkan memang sulit hilang, tapi ingatlah saat kamu mengatakan tidak artinya kamu mengatakan iya untuk hal lain. Misalnya kamu berkata tidak saat diajak makan oleh teman-temanmu, artinya kamu berkata iya untuk mengerjakan tugas kuliahmu dan mungkin aktivitas lainna. Jangan pernah berbohong apalagi pada perasaanmu sendiri karena nantinya kamu pun akan menyesali.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya