Indonesia. Negara yang terdiri dari lima pulau besar dan diapit oleh dua samudera. Jangan tanya keindahan alamnya. Berbagai wisata yang kamu inginkan ada di negara ini. Mulai dari gunung, hutan, danau, pantai, laut, hingga wisata tengah kota. Nggak heran kalau Indonesia jadi salah satu destinasi dunia untuk berwisata.

Semakin banyak tempat wisata yang dibuka, semakin tinggi pula peminatnya. Banyak yang berbondong-bondong ke tempat wisata demi mendapat gelar “anak kekinian” dan pernyataan “gue udah pernah ke sana loh”. Akibatnya jelas, beberapa destinasi justru terancam atau bahkan rusak karena terlalu banyak yang menjamah. Nggak cuma itu, eksploitasi yang berlebihan juga jadi penyebabnya. Mereka seakan tidak belajar dari beberapa kejadian sebelumnya. Hal inilah yang membuat beberapa tempat wisata tinggal nama. Karena eksistensi diri di atas segalanya dan mengabaikan sekitarnya.

Tujuh destinasi wisata ini terancam rusak karena ulah manusia. Tentu anugrah dari Yang Maha Kuasa ini tentu nggak boleh kamu sia-siakan dong ya. Yuk kita jaga bersama!

Hamparan bebatuan hijau di pantai Penggajawa, jangan sampai habis karena jadi ladang usaha

Batu-batu menawan via gambarwisata.com

Bagi kamu yang hobi berwisata ke daerah bagian timur Indonesia, tentu pernah menginjakkan kaki di tanah Flores, NTT. Berbagai tempat wisata emang jadi daya tarik di provinsi ini. Dan pantai Penggajawa tentu masuk dalam list destinasi kamu. Jika biasanya pantai terkenal dengan pasir putih, maka pantai ini terkenal dengan hamparan batu-batu hijau dan birunya yang menawan. Hal ini juga dijadikan masyarakat setempat sebagai sumber mata pencaharian. Tapi sayang, jika eksploitasi destinasi ini terus-terusan terjadi dan dilakukan besar-besaran demi kepentingan komersil, bisa aja pantai Penggajawa kehilangan daya tariknya. Kalau batunya yang cantik-cantik udah diambilin, pantai Penggawa bakal jadi pantai berbatu biasa. Jangan sampai deh!

Lagi-lagi sampah menjadi sumber masalah di Danau Ranau. Selain ngerusak ekosistem, sampah juga mengganggu keindahan alam

Advertisement

Danau Ranau yang Memesona via anekatempatwisata.com

Danau terbesar kedua di pulau Sumatera ini emang jadi salah satu destinasi wisata, terutama liburan keluarga. Memandangi luasnya danau dengan pulau Marisas di tengahnya emang pas banget buat santai-santai keluarga. Kamu juga bisa mandi air panas dengan campuran belerang. Sayangnya, kesadaran wisatawan disini masih kurang. Kalau buang sampah ya jangan di danau dong. Anak kecil aja udah tau buang sampah pada tempatnya. Banyaknya sampah di sekitar danau ini sempat mengkhawatirkan merusak ekosistem yang ada di danau. Ingetin temen kamu yang mau main ke sana ya! Masa mau ngerusak destinasi seindah ini?

Kalau mau dibilang kekinian sih boleh, jangan ikut merusak anugrah Tuhan bernama Raja Ampat!

Sepertinya Raja Ampat menjadi salah satu destinasi yang paling banyak diminati setahun terakhir. Kepulauan ini memiliki keunggulan dalam wisata bahari. Lautnya yang berwarna hijau toska dengan keindahan alam bawah laut terbukti mampu menjadikan destinasi ini sebagai salah satu surga dunia. Namun lagi-lagi perilaku nggak bertanggung jawab dari masyarakat lokal maupun wisatawan menyakiti ekosistem bahari. Destinasi baru ini sudah mengalami kerusakan karang di beberapa lokasi. Kejadian ini harusnya jadi pengingat agar menjadi manusia yang bertanggungjawab. Bukan yang hanya bisa merusak.

Salah satu warisan terbaik dunia yang juga terancam, alam bawah laut Bunaken yang memesona

Keren banget! via 2.bp.blogspot.com

Siapa tak kenal Wisata Bahari Bunaken? Wisata bawah laut ini udah sejak puluhan tahun lalu menjadi destinasi dunia. Keelokan ekosistem bawah lautnya sungguh memesona. Mungkin banyk diantara kamu ada yang berharap bisa menikmati keindahan bahari ini secara langsung. Tapi sayang, lagi-lagi sampah mengancam keberlangsungan wisata ini. Sampah plastik yang terbawa arus dari teluk Manado menjadi penyebab utamanya. Nggak pengen ‘kan beberapa tahun lagi wisata bahari ini udah nggak ada dan kamu nggak sempat menikmatinya? Makanya, jangan buah sampah sembarang dimanapun kamu berada. Karena kamu nggak tahu sampah-sampah itu akan berakhir dimana.

Jika habitat ini masih ditelanjangi, beberapa tahun kemudian mungkin beberapa satwa tak akan bisa kamu temui lagi

Mari Lindungi Satwa Langka via vesswic.com

Kawasan Wisata Alam Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara, provinsi Bengkulu juga jadi salah satu tempat wisata yang terancam rusak. Hutan sekitar habitat bagi satwa liar ini terus dirambah. Penebangan kayu besar-besaran membuat kawasan konservasi ini benar-benar terancam. Padahal kawasan seluas 7000 hektar ini jadi benteng terakhir bagi satwa langka Bengkulu, seperti Harimau Sumatera dan Gajah Sumatera yang populasinya makin menyusut. Duh sedih banget 🙁

Tempat bersejarah di Labuan Bajo, Gua Batu Cermin yang juga nggak lepas dari tangan wisatawan jahil

Gua Batu Cermin via www.maestrobali.com

Gua Batu Cermin, merupakan salah satu destinasi eksotis yang ada di desa Waesambi Manggari Barat, Labuan Bajo, Flores. Di sini kamu nggak cuma bisa liat stalaktit dan stalagmit, batu bunda maria dan fosil kura-kura masa lalu juga ada. Nggak cuma itu, kamu juga bisa lihat ukiran-ukiran tangan jahil. Loh kok bisa? Ya, karena adanya wisatawan nggak bertanggung jawab yang pengen namanya dikenang juga kayak tempat bersejarah ini. Kenal juga nggak. Dan lagi, wisata ini seakan tidak terurus. Tanaman yang tumbuh liar di sekitar gua, bangunan yang nggak terawat bikin keindahan gua Batu Cermin terkikis. 🙁

Terumbu karang perairan Bangka Belitung yang nggak kalah indah, tapi bisa rusak oleh ulah wisatawan

Yuk lestarikan! via img1.beritasatu.com

Wisata Bangka Belitung mulai digandrungi sejak novel Andrea Hirata, Laskar Pelangi menjadi novel terlaris di Indonesia tahun 2013 lalu. Cerita kehidupan di tanah Bangka Belitung yang mempesona membuat masyarakat tertarik untuk mengunjungi tempat ini. Keindahan pantai-pantai biru di Bangka Belitung dengan pasir putihnya, seakan menyihir para wisatawan untuk berkunjung. Namun dibalik keindahan itu, terdapat kenyataan yang menyakitkan. Bangka Belitung dikenal sebagai pulau timah. Kapal isap dan tambang inkonvensional pengeruk timah di perairan Bangka Belitung menyebabkan terumbu karang di daerah itu rusak hingga 5o persen. Padahal butuh waktu 50 tahun untuk mengembangbiakkan ekosistem laut ini. Sedih ya..

Yuk ah jadi wisatawan yang bertanggung jawab! Kekinian boleh, ngerusak jangan. Happy traveling, Gaes!