Salah satu perdebatan yang tak pernah ada habisnya di dunia traveler Indonesia adalah mana yang lebih baik, traveling ke luar negeri atau keliling Indonesia dulu. Sebenarnya tak ada yang lebih baik di antara keduanya. Lebih sering pergi ke luar negeri bukan berarti kamu tidak nasionalis, dan lebih ingin mengeksplor keindahan negeri sendiri dulu belum tentu kamu kuper.

Tapi kamu tidak selalu harus memilih salah satu di antara keduanya kok. Kamu yang sekarang belum punya cukup dana untuk menjelajahi keindahan negara selain Indonesia, juga bisa “mencicipi” sedikit keindahan alam dan arsitektur luar negeri di Indonesia sendiri. Ya, ternyata banyak kok yang tempat-tempat di Indonesia yang menyerupai suasana khas luar negeri.

1. Di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur, rasakan sensasi bersafari di alam liar Afrika

Taman Nasional Baluran yang mirip Afrika via indonesia.trave

Taman nasional yang terletak di perbatasan Banyuwangi dan Situbondo ini memiliki sabana atau padang rumput terluas di pulau Jawa, 25.000 ha alias sepertiga kota Jakarta. Ditumbuhi rimbunan pohon-pohon kabesak yang tinggi dan kokoh, serta dipenuhi berbagai mamalia seperti banteng, kerbau liar, rusa, hingga macan tutul dan berbagai macam burung, Taman Nasional Baluran adalah harta Indonesia yang tak dapat dibandingkan keindahannya.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Baluran adalah bulan Maret-Agustus, di akhir musim penghujan dan awal musim kemarau. Pada periode-periode inilah hewan-hewan liar tadi “keluar” dari peraduan mereka dan menyambangi kita. Kamu bahkan bisa melihat langsung perkelahian antara rusa jantan, berlarinya kerbau dalam rombongan, dan kera-kera yang bergelantungan di pohon tinggi.

Advertisement

Tiket masuk taman nasional ini tidak mahal sama sekali, hanya Rp. 6.000 per mobil dan Rp. 2.500 per orang. Namun sejak awal tahun 2014, waktu kunjungan yang tadinya 24 jam dipotong menjadi hanya 8 jam, yaitu pukul 08.00 – 16.00. Baluran bisa dituju dengan perjalanan darat selama 6-7 jam dari Surabaya. Jika ingin menghabiskan lebih dari sehari mengelilingi taman nasional ini, kamu juga bisa bermalam di berbagai homestay yang bertebaran di luar pintu masuknya.

2. Untuk menemukan sejuknya pegunungan dan udara cemerlang, tak harus ke Swiss atau Austria. Di Ranu Kumbolo kamu juga bisa menemukan keduanya.

Ranu Kumbolo, Semeru via bromotourandtravel.com

Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau yang terletak di kaki Gunung Semeru. Para pendaki yang hendak menaklukkan Mahameru sering singgah di sini dulu untuk menikmati keindahan pemandangannya. Air danau yang jernih, dikelilingi sabana dan bukit-bukit hijau menambah kesan sejuk bagi siapapun yang singgah.

Berkunjung ke sini, jangan lupa bermalam demi melihat bangkitnya matahari pagi. Ba’da dini hari, sang surya akan menyapa kita dari balik dua buah bukit hijau di pelupuk mata. Kamu juga bisa begadang sebentar untuk memandangi gugusan bintang, yang belum tentu bisa tampak dari langit rumah kita yang penuh polusi kota besar. Kabut atau halimun tebal kadang memang menyelimuti, apalagi setelah hujan. Namun, bahkan dalam kabut inipun Ranu Kumbolo tetap tampak magis dan mengundang.

3. Jika ingin menguji adrenalin di padang pasir, tak perlu terbang ke Sahara. Tengok saja Gumuk Pasir Parangkusumo di sisi selatan Yogyakarta.

Tak bisa skateboarding, sandboarding pun jadi, di Gumuk Pasir via travel.detik.com

Sebelum kamu memutuskan untuk pergi ke Gurun Sahara maupun Gurun Gobi seperti di film The Way Back, tak ada salahnya jika kamu mampir sejenak ke Yogyakarta. Di provinsi istimewa ini, ada padang pasir yang dinamakan Gumuk Pasir Parangkusumo. Gumuk Pasir ini terletak tidak jauh dari Pantai Parangtritis, tepatnya di Pantai Parangkusumo.

Jangan hanya kamu pandangi saja gumuk pasirnya. Cobalah untuk sandboarding alias meluncur dari gundukan pasir dengan papan ala skateboard. Tak perlu takut cedera, karena gundukannya yang tidak begitu tinggi membuat sandboarding di Parangkusumo minim risiko. Kamu yang masih pemula juga bisa kok merasakan serunya olahraga ini!

4. Ngarai terbelah dan danau hijau yang berpijar di bawah: di Jawa Barat, Indonesia juga punya Grand Canyon-nya

Green Canyon via www.kunciwisata.com

Amerika punya Grand Canyon, ngarai mega yang membentang hampir 5000 kilometer persegi di negara bagian Arizona. Bebatuan berwarna merah dan kecoklatan itu dibelah oleh liukan Sungai Colorado. Kamu bisa melakukan rafting, hiking, hingga tur dengan helikopter mengelilingi salah satu keajaiban dunia ini.

Namun Indonesia juga punya “Grand Canyon”-nya sendiri. Meskipun tidak sebesar Grand Canyon yang asli,  Green Canyon yang terletak di Jawa Barat, tepatnya di Desa Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis ini punya keindahan yang juga harus diakui. Terbentuk akibat erosi permukaan tanah yang terus menerus dialiri air sungai selama jutaan tahun, bukan hanya batu-batu yang akan menyapamu, namun juga pepohonan yang tumbuh rimbun di antara batu-batu itu, serta air yang kehijauan karena lumut yang hidup di dasarnya.

Kamu bisa menyusuri Grand Canyon bersama keluarga dengan perahu sewa. Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, cukup Rp. 75.000/orang kamu sudah bisa dibawa berkeliling. Sistem sewa perahu pun sangat rapi. Setelah membayar, kamu akan diberi nomor antrian dan tinggal menunggu perahumu datang.

5. Buddha yang sedang tidur tak hanya ada di Thailand atau Malaysia. Wajah damai Sang Buddha juga bisa kamu temukan di Mojokerto

Patung Buddha Mojokerto via coretanyenin.blogspot.com

Dalam agama Buddha, terdapat beberapa jenis nirwana. Salah satunya adalah paranirwana, di mana seorang arwah tidak akan bereinkarnasi karena karma dalam hidupnya yang sekarang sudah lunas terbayar. Nah, patung Buddha tidur ini melambangkan Sang Buddha yang sudah siap memasuki paranirwana.

Patung Buddha tidur ini umum ditemukan di kuil-kuil di Thailand, Myanmar, dan Kamboja. Tapi tahukah kamu, bahwa patung ini juga ada di Indonesia?

Ya, di Trowulan, Mojokerto, tepatnya di Mahavihara Majapahit, ada patung Buddha Tidur yang memiliki panjang 22 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4,5 meter. Sebenarnya rancangan pembuatan patung ini sudah ada lama, sejak tahun 1993. Patung ini pada awalnya ditujukan untuk umat Buddha di sekitar Mojokerto saja, namun para Bhante sekarang mengizinkan siapa saja yang tertarik untuk mengunjunginya. Patung ini tak pernah sepi pengunjung. Kamu hanya perlu membayar uang parkir saja lho, tidak perlu membayar tiket masuk. Selain patung raksasa ini, Mahavihara Majapahit juga mengoleksi replika mini Candi Borobudur dan patung-patung Buddha dalam pose yang lainnya.

6. Magisnya Manado tak berhenti di Bunaken saja. Ada juga Patung Yesus Memberkati, bagian komplek perumahan yang membuatmu serasa “terbang” ke Brazil.

Patung Yesus di Manado via gpibimmanuelbekasi.org

Kalau membaca tentang patung Yesus raksasa, kamu mungkin langsung berpikiran tentang Brazil. Ya, Brazil memang punya patung Christ Redeemer di kota Rio. Patung ini berdiri megah memandangi seluruh kota dari ujung bukit.

Tapi di Indonesia, kamu juga bisa menemukan patung Yesus raksasa, lho. Di kota Manado, Sulawesi Utara, tepatnya. Patung ini memiliki tinggi tak main-main, 30 meter. Tiang penyangganya sendiri sepanjang 20 meter. Meskipun kalah tinggi dari patung di Rio, Christ The King di Polandia, dan Christo Rei di Portugal, patung Yesus di Manado konon adalah yang tertinggi di Asia. Menarik juga ‘kan kalau Indonesia yang mayoritas Muslim punya patung Yesus semegah ini di negerinya? Dan tahukah kamu, bahwa patung semegah ini sebenarnya adalah bagian dari sebuah perumahan?

7. Arc de Triomphe tak cuma ada di Paris. Di kota sesederhana Kediri, bangunan megah ini bertengger manis.

Mirip Arc de Triomphe via indrastomo.blogspot.com

Simpang Lima Gumul (SLG) di Kediri, Jawa Timur, dibangun menyerupai bangunan Arc de Triomphe de l’Etoile atau Arc de Triomphe di Paris. Arsitekturnya bergaya Romawi dengan relief-relief dinding yang menggambarkan kehidupan masyarakat Kediri. Sama seperti monumen aslinya di Paris, SLG berdiri kokoh di tengah-tengah jalan. Pembangunannya dimulai tahun 2003 dan selesai lima tahun setelahnya.

Selain memandangi kemegahan monumen ini, kamu juga bisa mengitarinya dengan bersepeda dan membeli jajanan-jajanan yang dijual pedagang-pedagang di sekitarnya. Monumen ini punya beberapa ruang rapat dan rencananya juga akan dibangun mal. Kita tunggu saja kelanjutannya.

Nah, itu dia tujuh tempat yang bisa membuatmu mencicipi sedikit keindahan luar negeri tanpa harus meninggalkan Indonesia. Ada yang Hipwee tinggalkan? Silakan tambahkan di kolom komentar, ya.