Bagi pembaca setia aneka travel blog, pasti udah gak asing deh dengan nama Nomadic Matt, seorang traveler muda dari Amerika dengan segudang pengalaman perjalanan. Awalnya Matt gak pernah menyangka bisa melakukan banyak vakansi. Selain karena cuti kerja terbatas, Matt juga merasa gak punya cukup dana.

Tapi pertemuannya dengan 5 backpackers lain mengubah pandangan Matt, hingga pada akhirnya dia berani meninggalkan pekerjaannya dan memilih menjadi “besar” di perjalanan. Dalam travel blog pribadinya, Matt rajin membagikan cerita dan tips petualangan buat para traveler pemula yang masih bimbang untuk memulai perjalanannya. Mau tahu apa saja?

1. Perjalanan adalah soal menantang diri. Ini bukan soal ke mana pergi, tapi tentang mengalahkan ketakutan yang dimiliki

hilangkan rasa takut via www.pinterest.com

Advertisement

Salah satu penghalang yang bisa jadi membuat perjalananmu hanya jadi wacana adalah rasa takut. Ya meski sering gak disadari, perasaan khawatir mulai dari takut kesasar, ditipu orang, sampai dengan jadi korban kejahatan membuat kamu urung melakukan vakansi. Kamu pun memilih untuk menunda atau bahkan membatalkan petualangan yang sudah dirancang.

Perasaan takut seperti inilah yang menurut Matt wajib dilawan oleh para traveler pemula. Karena jika tidak dilawan, dijamin selama hidupmu mimpi melancong hanya jadi khayalan. Saran dari Matt ini juga sesuai banget sama quote-nya Trinity yang bilang:

Worrying gets you nowhere

Advertisement

So, mulai sekarang masih suka bergumul dengan rasa takut?

2. Kaku sekali perjalananmu kalau hanya berkiblat ke guide book dan internet saja. Padahal ada orang-orang lokal yang dengan senang hati menjawab jika ditanya

bertanya pada orang lokal via instagram.com

Mengandalkan sepenuhnya guidebook atau internet menurut Matt adalah penyakit para traveler pemula. Mereka cenderung bergantung pada semua informasi yang terdapat di sana. Padahal nih, sumber informasi paling akurat dan bisa ditemui dengan mudah justru adalah orang lokal.

Tanpa repot baca-baca atau browsing, kamu justru bisa bertanya pada mereka mulai dari hotel dengan harga paling bersahabat, makanan enak nan murah, bahkan sampai tempat membeli paket tour terpercaya. Bahkan nih bukan gak mungkin mereka justru memberikan tumpangan dan bantuan gratisan.

3. Tersasar, kehilangan barang, sampai ditipu orang bisa saja terjadi. Pastikan nomor-nomor penting selalu tersimpan untuk dihubungi

catat nomer penting via backhomeblue.com

Pergi ke tempat baru pasti memberikan rasa excited tersendiri untukmu. Kadang-kadang karena sangking senangnya, membuat kamu lupa mencatat beberapa nomer penting yang diperlukan misalnya saja nih kayak nomer telepon hotel, rumah sakit terdekat, atau mungkin telepon polisi.

Alhasil ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, kamu pun sulit mendapatkan bantuan. Resiko lebih jauhnya, kamu jadi trauma dan kapok buat jalan-jalan. Padahal kalau dipersiapkan dengan sungguh-sungguh kejadian seperti ini mungkin banget dihindari. Maka dari itu menurut Matt, jangan sampai lupa menyiapkan hal-hal macam ini ya.

4. Kamu akan jalan-jalan. Bukan pindahan! Bawaanmu seharusnya tidak jadi sumber kerepotan

packing seminimalis mungkin via www.shoptendency.com

Biasanya saat traveling kita akan tergoda membawa barang sebanyak-banyaknya. Alasan paling umum adalah “takut di sana perlu” atau “daripada beli, mending bawa sendiri”. Ya sebenarnya sih gak salah alasan itu, tapi kalau pada akhirnya justru kita yang kerepotan membawa semuanya, terus buat apa?

Gak cuma badan aja yang pegal karena bawaan segudang. Resiko nantinya barang bawaan hilang atau rusak juga perlu dipikirkan. Karena alasan itulah, bagi Matt yang seorang travel expert membawa barang bawaan seminimal mungkin selalu jadi pilihan favoritnya.

5.  Idealnya, satu gadget saja sudah cukup bisa diandalkan. Kamu gak perlu bawa banyak gadgets di saat bersamaaan

Tidak hanya barang bawaan seperti baju saja yang perlu dibawa sesimpel mungkin, dalam urusan membawa gadget pun usahakan pilih yang paling gampang dibawa. Kalau memang ponsel aja sudah bisa mengakomodir semua kebutuhan, tinggalkan gadget lainnya di rumah. Selain memperingan bawaan, cara ini juga mengurangi resiko kehilangan dan pencurian.

Sekarang ini ada banyak banget loh handphone yang kemampuannya mumpuni. Mulai dari simpan peta, mendengar musik, sampai dengan menghasilkan foto epik semua bisa dilakukan dengan mengantungi satu ponsel saja.

6. Gatal ingin melihat banyak tempat itu sah-sah saja. Tapi pastikan itinerary mu wajar, agar kewarasanmu tetap terjaga

itinerary yang wajar via yestotravel.wordpress.com

Pinka: Jal, ini yakin kita 5 hari di Bangkok tempat yang mau didatangin, sebanyak ini?

Jali: Iyalah. Kan sayang udah sampai di sana, masa cuma dikit doang

Pergi ke suatu tempat baru membuatmu ingin mendatangi semua spot wisata yang ada di sana. Apalagi dengan pertimbangan waktu terbatas dan alasan “ya kan kapan lagi bisa ke sana” menjadikan kita merancang itinerary yang rapat.

Di satu sisi alasan ini gak sepenuhnya salah, tapi di sisi lainnya menurut Matt punya rencana perjalanan yang padat menjadikanmu gak punya waktu untuk menikmati semua hal di sana. Belum lagi dengan resiko jarak antara satu tempat dengan lainnya berjauhan bisa membuat kamu jutsru kelelahan.

7. Seperti jodoh yang sulit diprediksi, pengeluaran dalam perjalanan juga berfluktuasi. Makanya, dana cadangan penting kamu miliki

sediakan uang dadakan via www.trekamerica.co.uk

Tidak dapat dipungkiri, bahwa hobi traveling adalah hobi yang membutuhkan dana relatif besar. Meskipun kamu memiliki banyak trik untuk menekan pengeluaran, tapi bukan berarti budget liburan pasti sesuai dengan perkiraan. Untuk itu, kamu perlu menyediakan alokasi dana tak terkira supaya acara liburanmu aman sentosa.

Biasanya nih, dana tak terkira ini jumlahnya berkisar 30% dari seluruh perkiraan budget. Dana tak terkira bisa digunakan untuk kebutuhan seperti: melesetnya harga dari yang ada di panduan, berobat jika sakit, atau mungkin membeli barang esensial yang hilang atau rusak.

8. Bukan banyaknya tempat atau banyaknya cap visa yang jadi prestasi. Tapi berapa banyak kawan yang tetap terhubung sampai kamu pulang nanti

jadikan jaringan pertemanan berkembang via www.pinterest.com

Mungkin kamu adalah tipe orang yang merasa tidak nyaman ketika harus memulai pembicaraan dengan orang baru. Ada rasa segan dan takut menganggu. Tapi sesungguhnya, salah satu esensi dari traveling adalah mengasah kemampuanmu untuk bisa mudah mengenal orang lain. Untuk itu mulai sekarang latihlah diri agar bisa lebih mudah menyapa orang.

Menyapa orang lain saat liburan, gak cuma membuatmu bisa menambah teman. Di balik itu, umumnya keramahan macam ini mendatangkan banyak manfaat. Sikap terbukamu mendatangkan simpatik orang. Bukan hal mustahil loh perkenalanmu di jalan bisa mendatangkan bantuan seperti: mendapat tumpangan, traktiran makan, atau malah gebetan.

9. Liburan adalah saatnya melakukan sesuatu yang jauh dari biasa. Inilah saat paling tepat buat jadi ‘gila’, tanpa harus khawatir image-mu tercoreng karenanya

cobalah hal-hal baru via www.iciclesadventuretreks.com

Pelesiran gak cuma bisa dilihat sebagai cara untuk kamu melihat tempat-tempat baru. Lebih dari itu, manfaatkan hal ini untuk kamu mencoba hal-hal yang tidak bisa dilakukan sehari-hari. Misalnya aja karena gak mungkin kamu bungee jumping tiap hari pas lagi liburan cobain deh kegiatan ini sekali-kali.

Buat yang suka olahraga air, jangan sia-siakan kesempatan menyelami keindahan alam bawah laut Wakatobi saat bervakansi ke sana. Pokoknya, kamu dilarang melakukan hal yang sudah biasa dilakukan di kalau sedang liburan.

Itu tadi dari sang travel expert Nomadic Matt. Karena sekarang kamu udah tahu apa saja hal yang harus dilakukan oleh kamu para newbie, buruan rencanakan liburanmu secepatnya ya!

Tulisan ini terinspirasi dari laman Nomadic Matt. Artikel asilinya dapat kamu akses di sini.

Featured Image by: angieaway.com

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya