Ngomongin soal modifikasi kendaraan, kata siapa mobil angkot nggak bisa dimodifikasi? Harusnya, kalau mau mendapat banyak penumpang, para sopir angkot atau juragan angkot mau dan mampu berinovasi membuat tampilan berbeda pada angkot-angkot mereka. Di Indonesia sendiri, angkot termasuk transportasi umum terbanyak penggunanya, macam angkotnya ternyata banyak juga. Nah, banyaknya angkot ini justru sering membuat calon penumpang bingung ingin menaiki angkot yang mana. Karena masing-masing angkot mirip dan bahkan bisa dibilang identik, warnanya monoton atau banyak yang sama.

Tapi ternyata, di beberapa kota di Indonesia ada lho angkot-angkot yang luar biasa menarik karena sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Hasilnya, para penumpang jadi rebutan untuk menjajal sensasi unik angkot-angkot ini. Kalau kota-kota lain jadi meniru, tentu ini hal sangat menyenangkan bagi Indonesia. Siapa tahu kamu pun jadi pengen jadi juragan angkot setelah baca artikel ini, hehehe…

Kota di Indonesia yang paling terkenal dengan modifikasi angkotnya ialah Padang. Jangan kaget kalau kamu ke sini, ada berbagai model dan warna angkot, interiornya pun diubah total

nih salah satu angkot keren di Indonesia via brilio.net

Di kota Padang, penampilan angkotnya berbeda 180 derajat dari angkot-angkot kota lainnya. Angkot modifikasi di sini super keren. Image angkot yang jorok, kotor dan nggak terawat seakan tak ada lagi, interiornya pun dikenal mewah, tak kalah dengan modifikasi mobil pada umumnya yang sering kamu lihat di berbagai pameran mobil ataupun lomba modifikasi kendaraan roda empat.

Sound system-nya oke, bahkan banyak juga angkot Padang yang dilengkapi dengan CCTV lho. Entah tujuannya memang demi keamanan atau sekadar gaya-gayaan aja. Pemicu awal tentang betapa kerennya angkot Padang ialah persaingan kendaraan umum berjenis angkot di Padang yang sangat ketat. Para penumpangnya suka sekali dimanjakan dengan berbagai macam fasilitas di dalam angkot, minimal tampilannya keren. Karena itulah, para pemiliknya rela menghabiskan uang puluhan juta hanya untuk mendandani angkotnya.

Beberapa hanya mendandani eksteriornya saja, tapi juga tak sedikit yang memperhatikan interior dengan memberi tambahan TV, CCTV, sound system, sampai mini bar. Cuma ada di Padang!

Advertisement

ada LCD nya segala lho via penulispro.com

Angkot di Padang kebanyakan berbasis Suzuki Carry atau Kijang kapsul. Nah setelah dimodif, tampilannya jadi tak kalah dengan mobil-mobil dalam film The Fast and The Furious yang dibintangi Vin Diesel. Full modifikasi, mulai body kit sampai sound system dan layar LCD, plus lampu-lampu warna-warni penghias luar dalam. Ada pula yang diceperkan (rendah ke tanah). Dari depan, ada yang terlihat seperti lambang Autobot-nya Transformers, garang ala film balap penjara Death Race atau bahkan membentuk hidung McLaren F1.

Stiker tulisan dan berbagai logo juga turut menghiasi sekujur badan angkot. Sungguh ala mobil balap penuh sponsor. Kalau misal kamu ke Padang, silahkan nongkrong di perempatan, kamu akan melihat beberapa angkot berjajar menunggu lampu menyala hijau, pemandangan ini layaknya garis trek lurus start atau finish sebuah sirkuit. Seperti melihat prosesi ajang balapan, percayalah. Kalau malam lebih seru lagi. Warna-warni lampu begitu mencolok. Musik hip-hop akan mendentum di setiap mobil, membuat semua menjadi seperti diskotek berjalan. Fasilitas yang luar biasa mengingat ongkosnya hanya Rp 2 ribu hingga Rp 4 ribu. Kalau ke Padang jangan lupa cobain ya..

Ternyata, Padang bukan satu-satunya kota yang punya angkot nyentrik di Indonesia. Medan juga punya lho angkot keren yang jago balapan dan full musik

sudako bukan sadako via djangki.files.wordpress.com

Angkot di kota Medan sudah menjadi transportasi sehari-hari. Karena itulah, kalau kamu kemari pasti banyak menjumpai beragam jenis angkutan umum ini dengan ciri khasnya masing-masing. Walau ada beragam ciri khas, angkot di Medan selalu dikenal sebagai raja jalanan. Sebab, kencang dan balap-balapan sudah begitu melekat dengan angkot-angkot itu tadi. Kalau takut dengan kecepatan, jangan coba-coba naik angkot di Medan. Di jalan sempit saja, gasnya bisa diinjak habis. Apalagi kalau sudah di jalan lurus dan berjumpa dengan angkot lain yang satu trayek, bisa sampai habis angka di speedometer saking kencangnya.

Selain itu, rata-rata dan sebagian besar angkot di Medan juga menggunakan musik. Dari kualitas suara yang pas-pasan sampai ada yang memakai power amplifier, dipasang kapasitor bank, dan Subwofer 15″ pengganti bangku tempel di bagian belakang angkot. Selain angkot yang berbentuk layaknya mini bus, di Medan juga ada angkutan umum bernama Sudako (Sumatera Daihatsu Company) yang sebenarnya sama saja dengan angkot. Berbeda dengan angkot di daerah lain, penumpang Sudako wajib naik maupun turun dari pintu belakang. Tak ada pintu samping untuk naik-turun penumpang seperti angkot lainnya. Tertarik mencoba juga?

Satu lagi, angkot di Manado juga super gaul. Serasa di rumah sendiri! Berada di dalam angkot ini, kamu nggak mau turun, dijamin!

kalau malam jadi lebih keren lagi via dunia-digital.com

Di tengah buruknya sarana transportasi umum, sejumlah angkot di Manado menarik perhatian warga. Angkot-angkot ini menarik perhatian lantaran tampilannya yang berbeda, body angkotnya ditempeli gambar keren. Bagian dalam angkot dipasangi rupa-rupa aksesoris. Mulai dari LCD layar kecil, layar besar, lampu hias, speaker, middle vocal hingga power. Bagian kendaraan seperti jok, stir, speedometer pun tak luput dari modifikasi.

Aksesori yang super unik juga dicantolkan pada badan angkot, seperti antena, air brush serta knalpot racing. Warga Manado pun menyebutnya angkot gaul. Kamu pun pasti akan jatuh hati melihat penampilan super unik dari angkot-angkot ini. Tampilannya, dentuman bass serta layar LCD-nya sukses menjadikan penumpang serasa berada di rumah sendiri. Kreativitas, begitu jawaban para sopir angkot gaul ini ketika ditanya tentang alasan mereka.

Kreativitas yang melahirkan ragam modifikasi ini pun bukannya tak berdasar. Kreativitas bersumber dari kegelisahan sejumlah sopir angkot, pencarian uang yang makin sulit

kegelisahan memang menghasilkan kreativitas yang luar biasa via dunia-digital.com

Kegelisahan ini terjadi karena pemerintah tak kunjung memperhatikan kelayakan transportasi publik. Setelah beberapa angkot berbenah diri dan dimodifikasi pemilik atau bahkan sopirnya, penumpang pun kembali melirik dan menaiki transportasi umum ini. Dilansir dari tribunnews.com, Donald Wilar, pengamat lalu lintas kota Manado menyebut, kondisi angkot yang sebagian sudah usang membuat warga merasa kurang nyaman lagi naik transportasi umum.

Banyak penumpang sering pilih-pilih angkot. Kalau angkotnya bersih serta memiliki fasilitas pendukung seperti musik, maka itulah pilihan para penumpang, terlebih yang masih berusia muda. Apalagi selama ini sarana angkutan di Indonesia rata-rata keluaran di bawah tahun 90-an. Tentu banyak komponen kendaraan yang sudah tidak layak pakai lagi. Jadi, kapan angkot di kota-kota lainnya diremajakan dan jadi sekeren angkot di Padang, Medan, dan Manado ya?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya