Dua tahun lalu, ada fenomena yang sangat langka terjadi di Jogja. Di tepi jalan di sekitar Patuk, Gunungkidul, bermekaran bunga-bunga berwarna oranye menyala yang begitu indah. Hal ini tentu merupakan sebuah kejadian yang begitu viral karena tak pernah terjadi sebelumnya. Keindahan bunga amarilis ini mengundang banyak anak muda untuk datang dan selfie di sana. Tapi sayangnya, karena banyak alay yang datang, maka rusaklah taman bunga yang sangat hits itu. Ada yang menginjak-injak hingga tidur-tiduran di atasnya. Sedih sih kalau ingat cerita tersebut.

Beberapa hari terakhir, bunga amarilis tumbuh mekar kembali. Netizen pun berdatangan ke sana. Tak lupa foto-fotonya pun diunggah di Instagram. Kali ini sebaiknya kita berharap tragedi rusaknya bunga amarilis di tahun 2015 tak terulang kembali.

Bunga Amarilis mekar lagi di pertengahan bulan Oktober, setelah pada Juli tahun ini juga mekar. Indah banget sih kebun bunga ini

amarilis mekar via www.instagram.com

Advertisement

Kebun bunga Amarilis kini tengah mekar. Foto-foto di Instagram dengan tagar #amarilis membanjiri linimasa. Kebun bunga yang berada di Desa Salam, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, ini selalu jadi perhatian netizen dan jadi tujuan wisata yang nggak boleh dilewatkan. Kebun milik Pak Sukadi seluas 5000 meter persegi ini kini makin tertata apik dan kian ciamik. Ada jalur buat pengunjung dan diberikan batas agar kebun bunga ini tidak rusak.

Buat kamu yang mau datang ke sana, waktu-waktu ini adalah momen yang tepat untuk mengunjungi kebun bunga Amarilis di Gunungkidul. Karena waktu mekarnya memang tidaklah lama

indah banget ‘kan? via www.instagram.com

“Sukadi mengatakan, dirinya memang sengaja menanam umbi Amarilis di halaman rumahnya seluas 2.300 meter persegi, dengan kurang lebih 500 ribu umbi bunga amarilis yang ditanam. Dirinya pun menambah luas kebun menjadi 5000 meter persegi, sehingga saat mekar bersamaan kebun bunga ini tampak indah dan luas berhamparan,” tutur Sukadi kepada Gunungkidulpost.com.

Bunga Amarilis ini tampak makin indah mengingat luasnya yang makin bertambah. Hamparan oranye nan luas ini membuat kita betah berlama-lama di sana. Netizen pun sudah mulai datang ke sana dan mengunggah foto-foto terbaiknya di sana. Biaya masuk ke kebun bunga Amarilis ini gratis kok. Cuma bayar parkir 5 ribu saja. Buat yang berminat dengan bibit bunga Amarilis, Pak Sukadi juga menjual bibit bunga dengan harga 3-5ribu rupiah saja. Murah meriah bukan?

Foto selfie boleh saja, asalkan jangan sampai lebay dan merusak kebun bunga yang indah ini. Please, jangan alay ya!

kelakuan alay pada tahun 2015 via cdn.tmpo.co

Advertisement

Tahun ini kebun bunga sudah tertata rapi dan disediakan jalan setapak buat pengunjung. Tak lupa ada tali yang digunakan sebagai pembatas agar perilaku pengunjung bisa lebih terkendalikan. Tentu kamu semua nggak akan lupa dengan rusaknya kebun bunga ini setelah viral hanya dalam beberapa hari saja. Mereka sampai tiduran, diduduki hingga diinjak-injak demi mendapat foto terbaik. Semoga alay-alay begini tidak datang lagi ke sana. Hehehe.

Buat yang mau berlibur ke sana, tetap jaga kelestarian lingkungan dan janagn buang sampah sembarangan ya. Selamat hunting foto!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya