Sudah dua minggu Lionel Du Creaux hilang di Gunung Semeru. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian untuk menemukan pendaki asal Swiss itu. Pendaki berumur 27 tahun itu hilang dalam perjalanan menuju ke puncak Semeru pada 3 Juni saat melakukan pendakian bersama temannya, Alice Guignard.

Dalam pendakian itu, Alice berhenti di Watugede karena kelelahan. Dia balik lagi ke bawah, sedangkan Lionel melanjutkan perjalanan ke puncak.  Tapi Lionel tersesat dan dinyatakan hilang pada 7 Juni. Belakangan diketahui bahwa Lionel dan Alice mendaki tanpa izin alias ilegal! Sebetulnya, dimana sih Lionel berada?

Setelah 10 hari dinyatakan hilang, keluarga Lionel datang langsung ke Semeru. Harapan mereka cuma satu, Lionel cepat ditemukan!

Gwen dan Vincent datang ke Semeru

Sabar ya mas-mbak, semoga lionel bisa ditemuin via twitter.com

Advertisement

Berita hilangnya Lionel sudah sampai ke telinga keluarganya di Swiss. Hari Kamis 16 Juni, dua saudara Lionel yang bernama Gwen dan Vincent datang langsung ke Gunung Semeru. Mereka datang buat menemukan info lebih lanjut tentang kasus hilangnya Lionel. Bukan cuma itu, mereka juga berkordinasi sama petugas Balai Besar TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) di Pos SAR Ranupani dan Pos SAR Tawonsongo.

“Kedatangan keluarga Lionel Du Creaux ingin mengetahui sejauh mana upaya pencarian yang dilakukan. Dan sejauh ini untuk pencarian hari ke-8 Open SAR sampai ditutup malam ini, hasil penyisiran tetap nihil,” Hendro Wahyono Plt Kepala BPBD Kabupaten Lumajang.

Demi Lionel, Gwen dan Vincent sampai nyebarin sayembara berhadiah Rp 15 juta buat siapapun yang bisa menemukan Lionel. Siapa mau coba?

IMG-20160617-WA0000

Ada Rp 15 juta buat yang bisa nemuin Lionel. Siapa mau coba? via www.facebook.com

Selain berkordinasi sama petugas mengenai proses pencarian Lionel, Gwen dan Vincent juga menyebarkan poster berisi sayembara berhadiah Rp 15 juta buat siapapun yang bisa menemukan Lionel. Poster yang ditempel di Pos SAR Tawonsongo itu juga isinya tentang penjelasan ciri-ciri fisik Lionel dan waktu hilangnya. Lewat poster itu, Gwen dan Vincent berharap bantuan masyarakat bisa mempercepat proses pencarian Lionel.

Advertisement

Adapun ciri-ciri Lionel yang hilang di Semeru adalah berambut pendek pirang, berkumis dan berjenggot pendek, bermata biru dan tingginya badan 178 cm. Dia hilang pada hari Jumat 3 Juni sekitar pukul 6 sore, sekitar 15 menit sebelum puncak Gunung Semeru.

Selain pencarian besar-besaran di darat, petugas juga menggunakan drone supaya Lionel cepat ditemukan. Perjuangan yang luar biasa!

Semoga drone ini bisa nemuin keberadaan Lionel ya

Semoga drone ini bisa nemuin keberadaan Lionel ya via www.pojokpitu.com

Sampai 10 hari setelah Lionel dinyatakan hilang, petugas masih terus melakukan pencarian. Mereka menitik beratkan pencarian Lionel di wilayah Pos SAR Ranupani dan Pos SAR Tawonsongo. Selain pencarian secara manual dengan menyisir jalur darat, tim Basarnas juga melakukan pengamatan dari udara dengan menggunakan Drone.

“Untuk Basarnas Spesial Group (BSG) Kantor Pusat Jakarta telah menerbangkan Helikopter Drone buatan Swiss di Lapangan Tawonsongo Desa/Kecamatan Pasrujambe untuk melakukan rekam gambar melalui udara dengan ketinggian 2.156 meter diatas permukaan laut (mdpl) dan mendarat kembali pukul 12.19 WIB. Namun hasil pencarian sampai pukul 18.00 WIB tetap nihil,”

Hendro Wahyono

Sebelum dinyatakan hilang, Lionel cuma berbekal roti dan biskuit. Kira-kira mampu nggak ya dia bertahan hidup selama itu?

Nggak mungkin bisa ndaki semeru yang tinggi kayak gitu cuma bawa biskuit

Nggak mungkin bisa ndaki semeru yang tinggi kayak gitu cuma bawa biskuit via addakhil.wordpress.com

Banyak yang menilai kemungkinan Lionel ditemukan dalam keadaan hidup kecil banget. Menurut keterangan Alice, Lionel cuma membawa sebotol air mineral dan roti-biskuit kering sebelum dinyatakan hilang. Emang mustahil sih bisa bertahan hidup di alam bebas cuma dengan air mineral dan roti-biskuit kering. Belum lagi kalau ada badai dan fenomena alam lainnya. Kecuali Lionel memang punya skill bertahan hidup di alam bebas. Semoga ada keajaiban tuhan yang bisa menyelamatkan hidup Lionel. Amin!

Berkaca dari kasus hilangnya dua pendaki asal Cirebon di Semeru, mungkin nggak ya Lionel juga jalan ke sumber air?

Beruntung banget, mas-mbak ini bisa selamat

Beruntung banget, mas-mbak ini bisa selamat via www.google.co.id

Berjalan menyusuri aliran air memang bukan pilihan terbaik kalau kita tersesat di gunung. Namun ada manfaat juga yang bisa kita ambil dengan cara itu. Selain bisa jadi sumber asupan tubuh, aliran air juga akan menuntun kita ke daerah yang lebih rendah. Sebelum kasus hilangnya Lionel, para petugas di Gunung Semeru lebih dulu dibuat resah oleh hilangnya dua pendaki asal Cirebon. Untungnya, kedua pendaki itu ditemukan dalam keadaan selamat di sekitar air terjun meski kondisi fisiknya nge-drop.

Dalam kasus Lionel, mungkin nggak ya dia memahami teori aliran air di atas itu? Dengan perbekalan yang minim banget, Lionel pasti butuh kemampuan bertahan hidup yang tinggi. Tanpa makanan, manusia bisa bertahan sampai dua bulan. Tapi tanpa air minum, manusia cuma bisa bertahan hidup dua minggu.

Kasus hilangnya Lionel ini harus jadi pelajaran buat kita semua. Siapapun yang ingin naik gunung wajib melakukan persiapan yang matang dan membawa perbekalan yang cukup. Dan satu hal lagi, pendakian harus disertai izin resmi dari pos setempat dan melewati jalur resmi. Mari kita berdoa bersama supaya para petugas di lapangan selalu diberi kekuatan dan kemudahan dalam proses pencarian. Semoga Lionel bisa ditemukan dalam keadaan selamat. Amin!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya