Traveler alay bukan dominasi Indonesia aja lho. Masih ingat kan dalam ingatan kita semua bagaimana hancurnya kebun bunga indah amarylis di Jogja. Eh, kemarin beberapa traveler dari Tiongkok melakukan tindakan yang tak pantas untuk dilakukan seorang pelancong. Mereka merusak bunga sakura yang sedang mekar demi mendapatkan foto selfie sesuai keinginan mereka.

Hipwee Travel sangat menyayangkan kejadian ini. Semoga kamu semua mau belajar dari kejadian ini ya. Dan jangan ditiru. Berikut kronologis kejadian konyol ini. Simak sampai selesai ya!

Keindahan bunga sakura memang luar biasa, siapa sih yang tak mau berfoto di sampingnya?

Sakura mekar via e2ua.com

Bunga Sakura memang sungguh mempesona. Keindahannya sudah tersohor ke seluruh penjuru dunia, bukan hanya di Jepang saja. Tidak sedikit turis manca negara yang berbondong-bondong datang ke Jeang agar bisa berfoto dengan bunga tersebut ketika sedang mekar.

Bunga sakura ini cukup unik. Normalnya bunga ini hanya mekar selama 1 minggu di awal musim semi, kemudia rontok lagi menjelang musim dingin dan akan berbunga lagi menjelang musim semi tahun berikutnya. Begitu siklusnya tiap tahun. Tak ayal, karena kesempatan langka ini lah yang juga membuat bunga ini menjadi idola para traveler. Peak season wisata di Jepang adalah saat musim semi.

Demi mendapatkan angle yang sempurna, mereka rela mematahkan beberapa batang bunga sakura yang sedang mekar.

Advertisement

Duh, kasihan pohonnya masih kecil via mashable.com

Di tengah hiruk pikuk pelancong di Jepang, beberapa hari lalu, beberapa traveler melakukan aksi yang sangat disayangkan. Mereka yang notabene berasal dari Tiongkok tertangkap kamera sedang memanjat pohon bunga sakura. Bukan pohon besar saja yang dipanjat, namun pohon-pohon kecil yang ukuran batangnya masih tidak lebih besar dari kaki manusia pun ikutan dipanjat.

Tidak puas hanya memanjat, beberapa turis bahkan mematahkan beberapa batang bunga sakura demi mendapatkan foto sesuai dengan keinginan mereka. Duh, cukup hatiku saja yang kau patahkan, dek. Sakura jangan jadi korban berikutnya.

Bahkan, sampai ada yang sengaja menendang bunganya sampai rontok.

Tendangan maut via mashable.com

Yang ini nggak kalah bikin geregetan. Demi mendapatkan efek bunga-bunga berguguran, traveler ini sengaja menendang pohon bunga sakura. Duh, kok ada makhluk alay seperti ini.

Apakah karena keserakahan manusia, bunga yang mekar setahun sekali ini harus menjadi korban?

Panjat dan petik via world.huanqiu.com

Memang, mengambil gambar kini sudah menjadi kebutuhan manusia. Manusia cenderung suka menangkap momen-momen yang bagus. Apalagi dengan adanya sosial media, hasrat manusia untuk pamer semakin besar. Ini lho aku udah foto sama bunga sakura, seolah-olah fotonya berkata seperti itu meski tanpa caption.

Ngono yo ngono, nanging ojo ngono

Tapi, ngono yo ngono, nanging ojo ngono. Foto itu boleh, tapi ya nggak usah repot-repot sampai merusak pohonnya. Apalagi Sakura ini cuma mekar dalam seminggu tiap tahunnya. Alangkah lebih baik jika kamu foto di sebelah pohonnya biasa saja itu udah keren lho. Toh, nggak banyak juga kan temen-temen kamu yang berkesempatan foto bareng bunga sakura yang lagi mekar?

Bahkan, Pemerintah Jepang berrencana membuat zona khusus turis China karena kelakuan nakal mereka.

sakura nan indah via www.huffingtonpost.com

Sayangnya, kejadian ini tak hanya terjadi satu atau dua kali saja. Karena terjadi hampir tiap tahun, pemerintah Jepang pun berrencana membuat zona wisata “Chinese-only”. Yang mana, akan membatasi turis-turis China agar tidak bertingkah nakal lagi. Jangan sampai Indonesia jadi korban berikutnya deh.

Melihat Bunga Sakura tumbuh dan mekar dengan sendirinya, bukankah itu bentuk cinta yang sebenarnya?

Ketika kamu menyukai sebuah bunga, kamu pasti akan memetiknya. Namun jika kamu mencintai bunga tersebut, kamu akan menyiraminya dan melihatnya tumbuh setiap hari. – Buddha

Ya, itulah bukti cinta sejati. Jika kita benar-benar mencintai bunga sakura, melihat bunga sakura itu tumbuh dan mekar tiap tahunnya, rasa bahagia kita pasti tak ada duanya. Karena itulah masyarakat jepang memiliki budaya festival sakura atau yang sering disebut dengan Hanami.

Hanami adalah tradisi masyarakat Jepang yang sudah berlangsung ratusan tahun. Pada tiap akhir Maret hingga awal Mei, masyarakat jepang akan berbondong-bondong mengadakan pesta di bawah Bunga Sakura yang sedang mekar. Mulai dari yang sederhana hanya dengan menggelar tikar seperti piknik kecil-kecilan hingga pesta besar-besaran. Bukankah nikmat yang luar biasa bisa bercengkrama dengan keluarga maupun kolega sambil menikmati indahnya bunga sakura?

Nah, gimana nih pendapatmu, Gaes? Perilaku turis-turis iseng tadi jangan diikuti ya. Nggak Cuma di Jepang aja sih, kita juga harus menjaga etika di manapun. Gimana, sudah siap jadi suami traveler teladan?