Dia de Los Muertos, Festival Arwah dari Meksiko yang Jauh dari Kata Sedih ataupun Duka!

Festival Dia de Los Muertos di Meksiko

Mengenang sahabat atau anggota keluarga yang sudah meninggal nggak selalu harus dilakukan dengan cara bersedih. Setidaknya itulah yang dilakukan oleh warga Meksiko, setiap tahun mereka turun ke jalan, membuat sebuah festival, berkumpul dengan keluarga sambil bersenda gurau hingga melakukan ziarah ke makam orang-orang tersayang dalam sebuah acara yang bernama Day of The Dead atau yang lebih dikenal dengan nama Dia de Los Muertos.

Advertisement

Festival atau perayaan yang semakin terkenal karena film Coco garapan Pixar ini bukanlah hari untuk bersedih. Keluarga dan teman-teman dekat berkumpul. Mereka mengenang orang-orang yang telah mendahului mereka dengan bercerita tentang kisah-kisah jenaka sang mendiang atau berbagi pengalaman lucu yang pernah dirasakan bersama dengan yang bersangkutan untuk menunjukkan kasih sayangnya.

Dia de Los Muertos, serupa dengan Halloween tapi nggak sama!

Meskipun sama-sama mengangkat tema kematian, tetapi Dia de Los Muertos memiliki aura yang lebuh ceria dibandingkan denga Halloween, meski perayaannya berdekatan | Credit: Filiberto Santillan via unsplash.com

Meskipun Dia de Los Muertos dirayakan setiap tanggal 1 dan 2 November dan Halloween yang dirayakan pada tanggal 31 Oktober, tetapi kedua perayaan ini memiliki makna yang berbeda lho! Meskipun sama-sama mengambil tema kematian. Jika orang-orang merayakan Dia de Los Muertos dan berdandan dengan kostum tengkorak sebagai serangkaian cara untuk mengingat mereka yang telah pergi, Halloween nggak punya makna sedalam itu.

Mereka yang berdandan pada saat Halloween hanya ingin terlihat seram atau menawan tanpa ada tendensi lain. Makanya, meskipun acara ini serupa, tetapi pada dasarnya ada nilai-nilai yang berbeda dalam merayakannya.

Advertisement

Meninggal bukan berarti pergi selamanya bagi orang Meksiko, makanya mereka membuat perayaan untuk menyambut roh yang kembali

Bagi masyarakat Meksiko, ketika seseorang meninggal, mereka nggak hilang, hanya pindah menuju alam lain dan bisa kembali ke alam kehidupan saat perayaan Dia de Los Muertos | Credit: Angela Wolz via unsplash.com

Perayaan Dia de Los Muertos ini bermula dari kepercayaan suku Aztec, Toltec, dan Nahua yang ribuan tahun lalu mendiami daratan yang kini dikenal dengan negara Meksiko. Suku-suku ini percaya bahwa berduka atas kematian seseorang merupakan hal yang tabu!

Menurut budaya mereka, kematian adalah hal alami dalam sebuah rangkaian kehidupan. Mereka yang meninggal juga nggak dianggap pergi selamanya kok, mereka tetap hidup dan menjadi bagian dari masyarakat dalam ingatan dan semangat orang-orang terkasih.

Oleh sebab itu, sebagai penghormatan atas mereka yang sudah meninggal masyarakat Meksiko mengadakan festival Dia de Los Muertos. Mereka percaya pada hari perayaan arwah-arwah dari orang-orang yang sudah meninggal akan turun ke bumi untuk mengunjungi keluarganya yang masih hidup.Makanya rakyat Meksiko membuat sebuah perayaan untuk menyambut para roh yang kembali ini dengan menggelar festival.

Advertisement

Para keluarga akan membangun altar di rumah dan pemakaman untuk menuntun mereka yang  telah pergi agar bisa kembali pulang

Salah satu ofrenda yang berisi makanan kesukaan sang mendiang beserta fotonya | Credit: Eneas de Troya via commons.wikimedia.org

Salah satu aspek terpenting dalam perayaan Dia de Los Muertos adalah sebuah altar yang biasa disebut dengan ofrenda. Altar ini dibangun di setiap rumah dan pemakaman, tujuan dibangunnya altar ini bukan untuk pemujaan, tetapi sebagai cara untuk menyambut para roh yang kembali ke alam kehidupan.

Ofrenda sendiri biasanya akan dipenuhi oleh berbagai macam barang eperti air untuk memuaskan dahaga sang arwah karena sudah melakukan perjalanan panjang, makanan, lilin dan foto keluarga sebagai pengingat agar arwah tersebut tidak tersesat untuk pulang menuju rumah atau makamnya.

Jika kamu perhatikan, pada film Coco ada sebuah jembatan yang terbuat dari bungan dan digunakan oleh para arwah untuk kembali ke alam kehidupan. Bunga tersebut adalah bunga marigold. Bunga ini telah menjadi simbol perayaan Dia de Los Muertos dan kelopaknya dipercaya dapat digunakan sebagai jembatan untuk menghantarkan para arwah dari alam baka menuju alam kehidupan. Makanya saat perayaan Dia de Los Muertos kamu akan banyak melihat bunga ini ditebar, baik di area pemakaman, sekitar ofrenda, rumah warga, hingga di tengah jalan.

Sekarang ini Dia de Los Muertos nggak cuma dirayakan oleh warga Meksiko aja, tetapi juga menjadi salah satu festival yang ditunggu dan menjadi destinasi idaman para turis

Tengkorak menjadi salah satu ikon dalam perayaan festival Dia de Los Muertos | Credif: Poloide93 via commons.wikimedia.org

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, meskipun disebut sebagai perayaan untuk orang mati, tetapi Dia de Los Muertos sangat jauh dari kata sedih dan duka. Di Meksiko, Dia de Los Muertos adalah sebuah libur nasional yang dirayakan dengan gegap gempita. Orang-orang akan turun ke jalan dengan kostum tengkorak untuk berdansa dan bernyanyi. Melakukan tarian sambil diiringi oleh musik mariachi.

Mereka akan berpesta sepanjang waktu untuk menyambut “kepulangan” para arwah. Makanya mereka menggunakan riasan tengkorak agar para arwah merasa senang bahwa mereka diingat dan tetap dikenang oleh banyak orang.

Itulah sekelibat Dia de Los Muertos, sebuah festival untuk menghargai orang mati yang dilakukan oleh rakyat Meksiko. Festival ini pastinya menjadi salah satu destinasi traveling seru yang sayang banget untuk dilewatkan jika kamu punya kesempatan untuk berkunjung saat festival. Apakah kamu tertarik untuk coba datang ke perayaan orang mati ini SoHip?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

What is bravery, without a dash of recklessness?

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE